
Arga tersenyum melihat pantulan Nayna di cermin,wajah nya terlihat khawatir ,ia membalikkan badan ,memposisikan Nayna ke depan cermin,ia memeluk Nayna dengan erat, menyelipkan rambut Nayna yang masih berantakan karena pergulatan mereka.
Nayna masih belum paham apa yang terjadi,ia masih sibuk dengan selimut yang menutupi tubuh nya yang polos.
Arga memeluk erat Nayna , menyembunyikan wajah nya pada pundak Nayna yang masih terbuka.
"Lepas dulu,Nay akan mengobati luka kakak..!" Ucap Nayna
Arga hanya tersenyum ia masih asyik meninggalkan beberapa tanda di leher dan pundak Nayna yang mulus itu.
"Tidak perlu di obati,biar kan seperti itu,karena itu adalah tanda kenikmatan yang kakak dapat dari mu tadi malam..!" Bisik Arga di telinga Nayna.
Nayna masih belum mengerti,ia menatap tajam pada Arga,ia membalikkan badan untuk melihat wajah Arga .
"Ini bekas kuku mu ..kau lupa saat tadi malam kau terus mencakar punggung dan pundak kakak..?" Goda Arga.
Nayna tertunduk malu saat mengingat itu,Arga kembali memeluk Nayna dengan erat sambil tersenyum.
"Mandi lah,kakak akan menunggu di luar..!" Tambah Arga yang melepaskan pelukan nya,namun di tahan oleh Nayna.
"Kenapa lagi,mau di temani seperti kemarin sore..?" Tanya Arga dengan senyum lebar.
__ADS_1
"Bukan,kakak menyebalkan sekali,kenapa terus mengingat itu..!" Gerutu Nayna dengan sangat malu
"Maaf kan Nayna ,pasti ini sakit..!" Tambah Nayna sambil mengusap punggung Arga .
"Sayang,kakak tidak apa-apa, kakak sangat senang karena kau menikmati malam indah kita itu..!" Jelas Arga sambil memeluk Nayna.
"Sudah mandi lah,kalau terus seperti ini,kakak takut tak bisa menahan nya seperti kemarin malam..!" Tambah Arga kemudian meninggalkan Nayna sendiri di kamar mandi.
Arga menutup pelan pintu kamar mandi,ia melihat sprei yang beraturan tak tentu arah,dengan tersenyum simpul,ia berjalan menuju lemari besar untuk mencari sprei baru kemudian mengganti nya.
Arga begitu senang saat mendapati beberapa bercak darah di sprei putih itu.
"Terimakasih sayang..!" Gumam Arga dengan pelan.
Arga bersiap untuk pergi ke kampus,memakai kaos putih dan celana jeans panjang nya,tidak lupa pula ia membawa jaket nya.
Nayna baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit tubuh nya,ia dapat mencium parfum Arga yang tersebar di kamar itu.
Arga menatap pada Nayna yang sedang berjalan menuju lemari besar mereka,ia mengikuti pelan di belakang,tanpa persetujuan Nayna ,ia memeluk nya dari belakang,menghirup wangi aroma Nayna .
"Kau wangi sekali,kakak bisa gila jika seperti ini terus .!" Ucap Arga sambil terus mengecup leher Nayna yang masih basah.
__ADS_1
"Kakak,sudah dulu,nanti Nay terlambat masuk kelas..!" Kata Nayna dengan menahan diri agar tak terbawa suasana yang di ciptakan Arga.
Arga tersenyum saat melihat Nayna menutup mata dan menggigit kecil bibir bawah nya.
"Sayang,jangan di tahan,keluar kan saja,kakak suka suara sexy mu..!" Goda Arga berbisik di telinga Nayna.
Nayna sekuat tenaga mengontrol diri nya,ia membuka matanya dan berbalik menatap Arga yang tersenyum pada nya namun masih memeluk pinggang Nayna dengan posesif.
"Kakak sudah rapi,jangan berbuat macam-macam lagi,Nay juga mau siap-siap..!" Ocehan Nayna keluar karena sudah tak tahan dengan suami nya itu.
"Kakak tak masalah jika harus berantakan lagi..!" Tambah Arga sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Nayna.
Nayna memukul pelan dada Arga dan mendorong nya mundur.
"Baik lah, kakak mengalah kali ini,tapi ingat nanti malam adalah milik kakak..!" Ucap Arga yang melepaskan Nayna .
"Kenapa kakak jadi seperti itu..?" Gumam Nayna dengan pelan.
🌹🌹🌹
Selamat malam semua
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komentar nya ya kakak semua