
Arga melajukan mobil nya,dia sudah bisa sedikit tenang karena Nayna sudah bersama nya,meski Nayna masih marah pada nya.
Mobil Arga melaju dengan perlahan,karena jalanan sore hari juga sedikit macet,dia menatap Nayna yang terus melihat keluar jendela,entah karena kelelahan,Nayna mulai tertidur di samping nya.
Saat tiba di rumah pun Nayna masih terlelap,Arga paham jika Nayna sangat lelah ,dia menggendong perlahan Nayna untuk turun .
Arga membawa dengan sangat hati-hati,dia di sambut oleh ke dua orang tua nya yang sudah menunggu di depan pintu.
"Nay kenapa ..?" tanya pa Hendrawan dengan khawatir.
"dia hanya tertidur,aku akan mengantar
nya ke kamar dulu..!" jawab Arga yang memelankan suara nya karena takut membangun kan Nayna.
Arga berjalan menaiki tangga,kemudian membuka pintu kamar nya,bukan kamar Nayna,dia membaringkan tubuh Nayna dengan perlahan kemudian menyelimuti Nayna,terlihat masih ada air mata yang mengalir di sudut mata nya.
"apa kau begitu kecewa pada ku ..?" gumam Arga yang mengusap pelan air mata Nayna.
__ADS_1
Kecewa,jelas itu yang di rasakan Nayna,dia juga terluka melihat dan mendengar semua percakapan di perpustakaan kampus itu.
Arga mencium kening Nayna dengan sayang berharap semua akan masih baik-baik saja.
"maaf kan kakak sayang...!" tambah nya kemudian berlalu keluar kamar dan mengunci pintu itu,dia takut Nayna keluar dari kamar nya dan menghilang seperti tadi siang,atau bahkan Nayna akan keluar dari kamar nya,dia tak ingin itu terjadi.
Arga menuruni tangga ingin menjelaskan kejadian sebenarnya nya,dia akan menghampiri ke dua orang tua nya di ruang kerja sang ayah,namun sebelum nya di berbelok ke dapur untuk mengambil minum.
"Bi,tolong ambil kan tas Nayna di mobil ku..!" pinta Arga pada salah satu pelayan di sana.
"pah..mah..itu hanya salah paham..!" ucap nya pelan.
"papah sudah tau semua nya,kau tak perlu menjelaskan ,kau hanya perlu menjaga jarak dari wanita itu,berusaha lah untuk menolak..semua ini demi hubungan mu dengan Nayna..!" jelas pa Hendrawan.
"sebagai laki-laki kau harus tegas,jika kau masih ingin bersama Jesika,maka lepas kan Nayna saat ini juga..!" tambah Bu Marsya dengan penekanan.
Arga membulat kan mata menatap sang mamah dengan tidak percaya
__ADS_1
"tidak..apa yang mamah katakan..aku tidak akan pernah melepaskan Nayna..!" jawab Arga dengan sedikit kesal.
"maka kau harus tegas pada Jesika..!" balas Bu Marsya yang tak kalah kesal.
pa Hendrawan sudah menyelidiki semua,karena dia selalu mengirim mata-mata untuk mengintai anak dan menantunya itu di mana pun mereka berada.
Arga keluar dari ruang kerja itu menaiki tangga,namun terhenti saat pelayan memanggil nya.
"ini tuan barang-barang Anda di mobil ..!" ucap pelayan itu sambil menyodorkan tas milik Nayna dan sebuah paper bag .
Arga mengernyit kan dahi menerima paper bag itu,dia tak begitu memperhatikan saat di pemakaman tadi apa yang di bawa Nayna.
Arga menerima tas dan paper bag itu,kemudian membawa ke kamar nya,dia memutar pelan kunci kamar nya,terlihat Nayna masih tertidur dengan tenang,Arga tersenyum melihat kedamaian dalam tidur Nayna.
🌹🌹🌹🌹🌹
Bantu like dan vote nya kakak semua..biar tambah semangat update nya..
__ADS_1