
"apa yang dia lakukan di dalam, kenapa lama sekali...!" Gumam Arga sambil menatap pintu kamar mandi yang belum terbuka.
Ceklek
Bukan pintu kamar mandi yang terbuka,melainkan pintu ruang kamar Arga yang terbuka, menampilkan dua orang yang menentang paper bag dan buah di tangan nya .
"Sorry ya kita baru jenguk, gimana keadaan Lo sekarang..?" Tanya Rey yang sudah duduk di samping Arga.
"Baik,seperti yang kalian lihat ..mungkin lusa sudah bisa pulang..!" Jelas Arga yang meletakkan nampan berisi makanan yang sudah habis.
Sammy menatap sekeliling yang terlihat kosong.
"Lo sendirian...?" Tanya Sammy menatap Arga .
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan gadis cantik dengan wajah yang masih merah akibat menangis.
"Hay Nay...!" Sapa Sammy mengayunkan tangan nya yang kemudian di lempar Rey dengan apel bekas gigitan nya
"Aww..sakit tau..gila Lo..!" Teriak Sammy tak terima.
Rey menatap Arga yang terlihat biasa saja saat Sammy menggoda Nayna ,padahal Arga biasa begitu posesif saat milik nya di tatap apa lagi sampai di goda seperti tadi,malahan Arga juga ikut terkekeh melihat kekonyolan sahabat nya itu.
"Nay akan keluar sebentar,kalian bicara lah..!" Pamit Nayna pada ke tiga orang di sana .
"Kenapa,sedang bertengkar..?" Tanya Rey menatap Arga .
"Tidak...!" Jawab Arga singkat yang membuat ke dua sahabatnya saling bertukar pandang.
"Apa benar wanita tadi istri gue..?" Tanya Arga
Deg
Sammy sampai tersedak minuman nya,sedang Rey menatap Arga dengan sejuta pertanyaan.
__ADS_1
"Lo becanda,ga lucu tau...!" Kekeh Sammy.
"Kenapa gue lupa,sama kalian dan orang rumah,gue ingat,kok ke dia lupa yaa..apa mungkin gue di jodoh kan kaya novel-novel gitu..kawin paksa..!" Jelas Arga .
"Gila Lo,sama bini lupa..!" Sarkas Rey yang tak habis pikir.
"Ya mungkin aja dia ga begitu penting buat gue,jadi lupa deh..!" Tambah Arga yang mendapat gelengan dari ke dua sahabatnya.
Rey dan Sammy pulang setelah cukup lama di sana,dan selama itu pula Nayna tak datang lagi.
Hingga saat di parkiran Rey melihat Nayna yang duduk sendiri di taman.
"Lo duluan ja,gue mau ke toilet sebentar..!" Ucap Rey yang menyuruh Sammy menunggu nya di mobil.
Nayna yang duduk sendiri tak menyadari jika Rey sudah duduk di samping nya dengan rasa iba menatap ke arah Nayna.
"Kamu yang sabar,jangan terlalu di pikir kan,ingat kandungan mu..!" Ucap Rey yang membuat Nayna terkejut dan langsung mengarah pada asal suara.
"Kakak...!" Lirih Nayna mengusap air mata yang menetes sejak tadi.
Memang Rey dan Nayna tak begitu dekat,namun bagaimana pun Rey mengenal sosok Nayna sejak dulu,ia tau bagaimana kisah cinta sahabat nya dengan gadis kecil di samping nya ini,dia sudah menganggap Nayna adik nya,ia dan Sammy menyayangi isteri sahabat nya itu.
Meski Rey dan Sammy tak memperlihatkan secara langsung perhatian mereka,karena mereka tau jika Arga lelaki posesif dan pencemburu jika menyangkut wanita nya.
Waktu kuliah dulu,Rey dan Sammy pernah membantu mengantar Nayna ke toko buku saat Arga tak bisa menjemput nya, terkadang mereka juga ikut menjaga Nayna dari para wanita yang akan mengganggu Nayna karena merebut Arga yang menjadi badboy di kampus dulu.
"kakak, terimakasih..aku akan kuat dan selalu di samping kakak..!" Ucap Nayna yang tersenyum pada Rey.
"Ok, sekarang kembali lah ke tempat Arga,di sini panas,kau bisa kelelahan..aku pamit dulu..!" Ucap Rey berdiri dari sana setelah memastikan Nayna masuk ke rumah sakut
Nayna membuka pintu pelan,terlihat Arga yang berusaha berdiri dengan pelan.
"Kakak kenapa..?" Tanya Nayna khawatir dan langsung membantu Arga.
"Aku hanya ingin ke kamar mandi,tolong panggil kan penjaga,biar mereka yang membantu ku..!" Jawab Arga seolah menolak apa yang Nayna lakukan,entah mengapa ia seolah menjaga jarak pada wanita yang di sebut istri nya itu.
__ADS_1
2 hari berlalu,Arga di perbolehkan pulang dengan syarat harus tetap kontrol selama satu Minggu ke depan.
"Akhir nya ,kamar ini ..ahh aku rindu sekali dengan kamar ini..!" Gumam Arga yang sudah merebahkan diri di atas kasur empuk milik nya.
"Kalau dia istri ku, berarti kami tidur satu kamar,ah mana mungkin..aku tak bisa menerima itu,dia bukan tipe ku..!" Gumam Arga kembali.
"Kak,aku membawa kan jus..!" Ucap Nayna masuk ke dalam kamar.
"Kenapa langsung masuk,kau tidak lihat aku lagi ganti baju..!" Ucap Arga dengan nada dingin nya.
"Maaf..!" Cicit Nayna pelan yang meletakkan jus dia atas nakas dengan perasaan sedih,Arga sedikit membentak nya kali ini.
Nayna yang langsung keluar dari kamar itu tiba-tiba merosot ke lantai,ia menangis di depan pintu kamar,ini untuk pertama kali nya Arga membentak nya.
sejak Arga sadar,ia bersikap dingin pada Nayna ,seolah membuat jarak antara mereka,meski Arga sudah di beri tau jika Nayna adalah istri nya,Arga terus menampik akan hal itu.
"kenapa,apa kalian menjodohkan aku dengan nya,apa pernikahan ini terpaksa ..mah,aku ga bisa ..aku ga mau ini,please jangan paksa aku..!" ucap Arga yang tetap pada pendirian nya,ia tak mau mengakui Nayna istri nya.
"kau jangan keterlaluan Arga,dia istri mu,kau harus bersikap baik pada nya .!" ucap pa Hendrawan dengan sedikit emosi.
"aku bukan orang yang pandai berpura-pura pah,kalian tau sendiri,jika aku tak suka,maka aku tak mau..jadi tolong jangan memaksa ku..!" kesal Arga dan menjauh dari ke dua orang tua nya.
Nayna yang melihat dari sudut dapur hanya bisa menetes kan air mata,ia bingung bagaimana lagi menjelas kan semua nya pada Arga yang jelas-jelas menentang semua nya.
"Nay,yang sabar ya sayang..papah dan mamah akan selalu berusaha,jangan patah semangat..kami bersama mu. !" ucap Bu Marsya yang menghampiri Nayna .
"aku harus kuat,ini demi anak ku dan rumah tangga ku,aku harus kuat .!" gumam Nayna menyemangati diri nya yang sebenarnya telah rapuh saat Arga sadar dan melupakan diri nya,parah nya lagi ,Arga tak mau menerima kenyataan jika ia adalah istri nya.
🌹🌹🌹🌹
jangan lupa sedekah like yaa .
Semangat ramadhan
semoga semua dapat berkah
__ADS_1
amiinn