
Malam hari saat keluarga Hendrawan sedang makan malam,mereka mendengar suara mesin mobil yang terparkir di halaman rumah mereka. Tidak berapa lama terlihat Nayna dan Aldi masuk secara bersamaan. Nayna dan Aldi bergantian menyalami Bu Marsya dan Pa Hendrawan. Arga hanya diam dan terus mencuri pandang pada Nayna.
"Nak Aldi, bagaimana kuliah mu.. ?" Tanya Bu Marsya saat Renaldi sudah duduk di kursi. Bu Marsya mengambil kan makanan untuk Renaldi dan Marsya.
"baik Tante...Tante dan om gimana kabar nya..?" tanya Renaldi balik.
"om dan Tante sehat kok...!" jawab pa Hendrawan ikut bicara.
Saat acara makan malam selesai,mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Arga dan Renaldi terlihat berbicara berdua masalah kampus mereka masing-masing. Orang tua Arga hanya sebentar menemani Aldi di luar,mereka memutuskan masuk lebih dulu ke kamar karena kondisi pa Hendrawan yang kurang sehat,karena sedikit kelelahan mengurus kantor sendirian, sebenarnya pa Hendrawan sudah menyuruh Arga untuk mulai masuk ke kantor papah nya dan belajar sedikit demi sedikit,tapi Arga terus menolak, beralasan kalau diri nya masih muda.
Nayna yang baru turun dari kamar nya mendapati ke dua kakak nya itu sedang asyik berbincang sambil sesekali tertawa. Nayna mendekat dan duduk diantara dua pria itu, Arga dan Renaldi kaget dengan kedatangan Nayna yang tiba-tiba. Seperti ada yang di sembunyikan oleh ke dua nya,mereka langsung diam seolah tertangkap basah melakukan kesalahan.
"Abang dan kakak kenapa..? Nay mengganggu kalian..?" tanya Nayna dengan cemberut.
__ADS_1
"Mana ada, Abang hanya memberi sedikit nasehat pada Kakak mu itu..!" tunjuk nya pada Arga.
Arga terlihat memalingkan wajah nya saat Nayna menatap nya.
"aduh,kenapa jantung ini seperti kemarin lagi..slow dong,nanti Nayna dengar gimana.." batin Arga berbicara sendiri.
Aldi yang melihat Arga hanya menggeleng kan kepala.
"kakak benar, Abang menginap saja ya..!" pinta Nayna pada Aldi.
"Baik lah Abang akan menginap untuk kalian malam ini..!" dengan senyum dia tunjukkan pada Arga .
Saat berdiri dan kembali ke kamar masing-masing, Nayna bingung melihat Renaldi yang masih setia mengikuti diri nya dan Arga menaiki tangga.
__ADS_1
"Bukan kah kakak tidur di kamar tamu itu..?" tunjuk nya pada kamar yang pernah di tempati dulu.
"tidak Nay,Aldi akan tidur dengan kakak,Aldi akan mengajarkan kakak beberapa materi yang tidak Kaka pahami.." sanggah Arga
"kalau begitu,artinya kalian tidak tidur ..?" tanya Nayna yang penasaran.
"sudah lah,kau masuk kamar mu saja..!" ucap Arga sambil membuka pintu kamar Nayna dan mendorong nya pelan supaya masuk dan tidak bertanya lebih banyak lagi.
Saat Arga dan Renaldi sudah memasuki kamar nya,Arga tiba-tiba menjatuhkan tubuh nya ke sofa, "syukur lah Nay tidak curiga,dan kau..jangan bilang yang aneh-aneh dulu pada Nay,aku belum siap.." ucap nya dengan permohonan.
Aldi hanya tersenyum mendengar perkataan Arga. "kau itu seperti baru saja jatuh cinta,kau sudah cukup dewasa untuk memahami semua nya,tidak perlu lagi aku ajarkan bukan..?" kata Aldi.
Arga menatap Renaldi dengan yakin "tapi aku harus yakin dulu,kalau adik mu itu juga menyukai aku,dan aku ingin tau semua kesukaan nya,kau mau kan membantu ku..?"
__ADS_1