
"apa kau yakin hanya meminta kakak mengambil kan itu..?" Goda Arga dengan tawa yang tertahan.
Nayna menginjak kaki Arga dengan keras,hingga Arga menarik kaki nya keluar dan itu membuat Nayna menutup pintu itu rapat-rapat.
"Nay,awas kau..untung sayang..!" Gumam Arga yang masih memegangi kaki nya karena merasa sakit.
Arga berjalan membawa handuk untuk Nayna dan mengetuk pintu itu.
Tok..tok..tok..
"Nay,ini kakak bawa kan handuk untuk mu..!" Ucap Arga di depan pintu.
"Taruh saja di depan pintu,kakak turun lah lebih dulu..!" Jawab Nayna di balik pintu.
"Enak saja dia menyuruh ku,dia harus menerima pelajaran baru pagi ini..!" Gumam Arga dengan rencana penuh di otak nya.
"Baik lah,kakak taruh di sini ya..kakak keluar dulu..!" Jawab Arga kemudian.
Setelah berselang beberapa lama,Nayna membuka pelan pintu itu,mengambil cepat handuk nya,kemudian memakai nya,dia melihat-lihat di sekitar kamar,betul Arga tak ada di sana,dia berniat akan keluar kamar mengambil baju nya,kemudian dengan cepat Arga menangkap tangan Nayna dan terhuyung ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Kakak...!" Ucap Nayna kaget.
"Iya kakak,kau mau kemana seperti ini.. bagaimana kalau ada yang melihatnya..?" Tanya Arga yang melotot pada Nayna yang masih menggunakan handuk
"Nay mau ke kamar,di sini tak ada baju Nay..!" Jelas Nayna.
Arga paham sekarang,dia berjalan menuju lemari nya,mengambil jaket miliknya kemudian memasangkan pada Nayna.
"Setidaknya ini lebih baik saat kau keluar...!" kata Arga sambil mengancingkan jaket itu.
Arga memegangi tangan Nayna membawa nya menuju kamar Nayna.
Nayna mengangguk saja,dia mencari baju di lemari dan akan membawa nya ke kamar mandi.
Arga diam sambil memainkan handphone,kemudian mata nya menatap paper bag yang berisi handphone,dia sempat lupa tentang itu.
Nayna keluar sudah rapi dengan baju nya,dia menyisir rambut di depan meja rias nya, memperhatikan wajah Arga yang terlihat cemberut.
"Kenapa lagi dengan kakak..?" Gumam Nayna.
__ADS_1
Arga sudah tak tahan dengan asumsi nya sendiri,bangkit dari duduk nya dan mengambil paper bag itu.
"Apa laki-laki itu yang memberikan ini..!" Tanya Arga.
"Dia memaksa Nay untuk menerima nya..!" Jawab Nayna dengan jujur.
"Oke,kalau begitu tak usah di pakai,biar kakak yang akan belikan untuk mu, sebelum ke kampus kita beli handphone dulu..!" Ucap Arga sambil menyimpan paper bag itu ke dalam lemari.
Mereka berangkat sesudah sarapan bersama,di mobil Nayna masih merasa kan sikap dingin dari Arga,entah karena Arga kesal karena handphone itu atau apa,tapi wajah Arga masih cemberut.
Arga menghentikan mobil nya di sebuah gerai handphone besar di kota itu, mereka turun bersama dan langsung di sambut hangat oleh karyawan di sana,karena gerai handphone itu adalah salah satu sumber penghasilan dari keluarga Hendrawan,yaa itu milik pa Hendrawan.
"Nay,kau pilih lah mau handphone yang mana..!" ucap Arga
"Nay ,tidak tau..kakak saja yang pilih kan..!" kata Nayna.
Arga menarik tangan Nayna membawa ke salah satu kaca di sana,kemudian mengambil salah satu handphone di sana dan langsung membuka nya.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
up lagi,tolong like dan vote nya yaa..