Cinta Nayna

Cinta Nayna
Godaan Sarapan


__ADS_3

"Mah,maaf kan Nay hari ini kesiangan..!" Ucap Nayna merasa tak enak pada Bu Marsya.


"Sudah lah tak apa..kau sarapan saja..!" Balas Bu Marsya sambil mengusap lembut punggung Nayna yang berada di sebelah nya.


Arga hanya tersenyum mendengar percakapan itu.


"Apa yang terjadi, seperti nya kau sangat senang..?" Tanya pa Hendrawan yang melirik Arga.


"Papah dan mamah tunggu kabar baik saja dari aku dan Nay..!" Jawab Arga yang membuat Nayna tersedak.


Uhuk uhuk uhuk ..


"Pelan-pelan sayang.." ucap Bu Marsya sambil memberikan segelas air putih pada menantu nya itu.


Arga cekikikan melihat wajah Nayna yang berubah jadi merah.


Bu Marsya dan Pa Hendrawan saling pandang,kemudian mereka tersenyum bersama,mereka paham apa yang terjadi sekarang.


"Mah,Nay berangkat dulu..!" Kata Nayna menyalami Bu Marsya dan Pa Hendrawan secara bergantian.


"Habis dari kampus,aku akan ke kantor lagi..!" Kata Arga pada pa Hendrawan,saat akan menyusul Nayna yang lebih dulu berjalan menuju mobil,Bu Marsya menarik jaket Arga.


"Jangan kasar pada Nayna,dan jangan memaksa nya..!" Ucap Bu Marsya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mamah tenang saja, sebentar lagi aku kasih cucu buat kalian..!" Bisik Arga kemudian memeluk Bu Marsya dengan erat.


"Jaga Nayna,jangan sakiti dia lagi..!" Pesan pa Hendrawan yang ikut bahagia.


Di mobil Arga tak henti-hentinya mencium punggung tangan Nayna dengan sayang.


"Apa kakak akan ke kantor lagi hari ini..?" Tanya Nayna sambil menatap Arga.


"Iya,tapi kakak akan menunggu mu dulu,kau ikut ke kantor hari ini..!" Jawab Arga dengan senyuman nya.


"Bisa kah seperti itu,Nay takut mengganggu,lebih baik Nay pulang naik taxi saja..!" Usul Nayna kembali.


"Tidak,cukup kemarin,hari ini dan seterusnya nya kau ikut menemani kakak di kantor,papah sudah menyiapkan ruang untuk kakak,kau bisa istirahat di sana..!" Jelas Arga yang mendapat anggukan setuju dari Nayna.


Nayna berjalan sendiri seperti biasa karena dia memang tidak memiliki banyak teman dekat.


"tumben cuaca panas kau memakai baju dengan leher tinggi begini,apa tidak gerah..?" tanya Adel yang kepo dengan penampilan Nayna.


"Nay kurang enak badan..!" ucap Nayna berbohong, padahal itu untuk menutupi bekas ulah Arga yang meninggal kan begitu banyak jejak di leher nya.


"mau ikut ke kantin dulu gak..?" ajak Adel


"Nay sudah sarapan di rumah..!" tolak Nayna secara halus.

__ADS_1


"ayo lah temani aku sarapan sebentar..!" pinta Adel ,tanpa persetujuan Nayna ,Adel langsung menarik tangan Nayna.


Nayna hanya mendesah pelan ,ia sebenarnya malas dan juga ia sudah berjanji pada Arga untuk tidak dekat dengan Adel.


"kau ingin apa,biar sekalian aku pesan kan..?" tanya Adel


"Nay minum es jeruk saja..!" pinta Nayna


"kenapa kepala ku pusing ya..!" gumam Nayna dengan pelan.


Adel terus berceloteh tentang sesuatu yang tidak begitu penting dan Nayna hanya mengiyakan saja karena dia mulai tak fokus,kepala nya berdenyut hebat saat ini,sungguh demi apa pun dia ingin pulang,namun dia tak mampu lagi untuk sekedar mengambil handphone dan menelpon Arga.


"Nay kau baik-baik saja..?" tanya Adel yang melihat Nayna terus menunduk tanpa memberi kan respon pada nya.


Nayna mendongak kan kepala,namun seketika pandangan nya berubah menjadi gelap dan..


Brruuukk..


"Nay.."


🌹🌹🌹


haayy kakak semua,jangan lupa like dan vote nya untuk terus mendukung karya saya.

__ADS_1


__ADS_2