
Arga telah selesai menggantikan pakaian Nayna ,ia melakukan sendiri,ia tak mau terlewat untuk merawat Nayna kali ini,entah lah,wajah Nayna yang pucat membuat nya merasa bersalah kali ini.
"Apa Nay merepotkan Kakak..?" Tanya Nayna yang melihat Arga duduk di sofa seberang sana .
Sesungguhnya Nayna merasa malu pagi ini,karena sejak Arga masuk ke kamar nya tadi, Nayna merasa canggung melihat Arga yang bertelanjang dada,dari menggendong nya dan mengganti kan baju,sungguh sebenarnya perut nya sudah tak begitu mual lagi,saat ia berada di dekapan Arga ,boleh kah Nayna merasa rakus sekarang,ia ingin terus Arga berada dekat dengan nya.
"Sebentar lagi dokter datang,jangan banyak bicara..!" Ucap Arga dengan wajah datar nya,namun sebenarnya ia merasa sangat khawatir.
Nayna berusaha menggapai air putih yang berada di sebelah meja nya,namun sedikit kesusahan dan itu membuat Arga berjalan mendekat kembali.
"Ini minum lah..!" Ucap Arga menyodorkan air putih.
Nayna menerima gelas itu,namun hanya beberapa tegukan,perut nya kembali bergejolak dan Arga menyadari perubahan wajah nya Nayna hingga membuat nya duduk di samping Nayna .
Greep
Nayna memeluk tubuh Arga dengan cepat sambil memejamkan mata nya berusaha menahan gejolak di perut nya .
Nayna mendengus dalam aroma tubuh Arga yang ia rindu ..sangat rindu,hingga membuat Arga menegang kaku.
"Nay..!" Lirih Arga .
"Kak,kali ini saja..Nay mohon,ijin kan Nayna seperti ini..Nay merasa nyaman jika seperti ini,dan mual nya pun tak terasa..!" Ucap Nayna .
Arga menaikkan sudut alis nya,benar kah apa yang di katakan Nayna barusan,atau hanya....ah sudah lah..toh dia juga ga rugi,hanya sebentar bukan,lagian tidak ada yang akan melarang nya,karena Nayna isteri nya seperti yang di katakan orang tua dan sahabat nya.
Cukup lama Nayna berada di posisi nya,di mana Arga juga membalas pelukan nya.
"Tuan maaf..dokter sudah datang..!" Ucap pelayan yang mengetuk pintu kamar Nayna yang sedikit terbuka.
"Bawa dia langsung ke kamar..!" Perintah Arga tanpa melepaskan pelukan nya.
"Kak,Nay takut..kakak di sini saja..!" Ucap Nayna masih memeluk Arga.
"Hhhmmm,aku di sini..dokter akan memeriksa mu..!" Balas Arga yang melonggarkan pelukannya.
Setelah dokter masuk,Arga memberi ruang untuk dokter itu memeriksa Nayna ,namun Nayna masih enggan melepaskan tautan tangan Arga,biar lah ia menggunakan kesempatan ini untuk dekat dengan Arga ,dan Arga juga tak menolak nya kali ini.
Setelah di berikan resep obat dan di suntik kan vitamin,dokter itu pamit.
__ADS_1
"Kak..temani Nay..Nay mohon..!" Pinta Nayna dengan sedikit memelas.
"Aku..!" Arga tak tega melihat mata sayu itu,ia mengalah dan duduk kembali di samping Nayna .
Dokter telah selesai memeriksa keadaan Nayna dan menjelaskan semua nya pada Arga .
"kau harus makan dan minum vitamin nya ..aku harus ke kantor hari ini,pelayan akan menemani mu..!" ucap Arga yang duduk masih menyamping.
"kak terimakasih ...!" balas Nayna yang mulai melonggarkan pelukan nya dan melepas Arga untuk pergi dari kamar nya.
Arga bersiap pergi ke kantor,padahal ia begitu berat pagi ini meninggalkan Nayna sendiri,namun ada beberapa pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan.
"tolong pastikan Nay makan dan minum vitamin nya,telepon aku jika terjadi sesuatu..!" pesan Arga pada pelayan wanita yang di tugas kan nya untuk menjaga Nayna .
Nayna bangun dari tempat tidur nya saat mendengar suara mobil Arga ,ia berjalan menuju jendela ,dan tersenyum saat melihat Arga.
"sayang,papah kerja..kita di rumah akan menunggu nya..!" ucap Nayna sambil mengelus lembut perut nya.
Sementara di sebuah apartemen ,seorang wanita terus mengumpat marah,ia begitu kesal saat telepon nya di abaikan oleh Arga.
"kau tidak bisa lari lagi..kau harus jadi milik ku,semua harus seperti bayangan ku..!" lirih Yessi dengan mata yang sedikit berkaca.
dengan cepat ia mengambil tas dan kunci mobil,bergegas menuju kantor tempat Arga .
Yessi orang yang gegabah,ia tak memikirkan apa yang akan terjadi nanti,dengan langkah pasti ia menghampiri Arga .
"Arga...!" panggil Yessi yang membuat semua orang menatap nya bingung.
terlihat Arga menyudahi pembicaraan nya dengan beberapa orang berjas di depan nya.
"apa yang kau lakukan di sini,bukan kah sudah ku bilang,jangan sekalipun datang ke sini..kau tidak mengerti..!" ucap Arga sedikit kesal.
"kau tidak mengangkat telepon ku dari tadi pagi..kau ingin lari setelah tadi malam..?" balas Yessi tak kalah kesal.
"sayang ,bukan begitu..aku ada yang harus di kerjakan..aku..!" ucapan Arga terpotong saat Yessi kembali membalas nya.
"sibuk dengan Nay...maka nya telepon ku tak di jawab..!" kesal Yessi bertambah.
"bukan begitu sayang..aku hanya membantu nya,dia sakit..!" Arga menjelas kan panjang lebar dan mampu membuat Yessi tenang,ia membawa Yessi cepat keluar dari perusahaan,ia tak ingin orang-orang papah nya mengetahui itu.
__ADS_1
"aku akan mengantar mu pulang,nanti mobil mu akan di antar..ingat jangan datang ke kantor lagi,papah bisa tau tentang ini dan membuat kita sulit..!" jelas Arga.
"tentang tadi malam..ku mohon jangan di cerita kan pada orang lain..,kau paham bukan..!" bujuk Arga.
"hhhmmm,aku mengerti..tapi kau akan menikahi ku bukan,dan jika aku hamil...!"
tttiiitttt
Arga mengehentikan mobil nya dengan cepat mendengar penuturan Yessi.
"auuuuuu..kau kenapa..!" teriak Yessi.
"maaf..aku..tentang itu,aku rasa tidak akan terjadi..kau tenang lah..!" balas Arga .
Sementara Yessi hanya tersenyum masam di sana saat mendengar Arga mengatakan kalimat itu.
Di kamar Nayna sudah sedikit membaik,meski tubuh nya masih lemas,namun ia sudah tak mual lagi.
"non,di bawah ada tuan Daniel ingin bertemu..!" ucap pelayan memberi tahu.
Nayna turun di bantu pelayan.
"kau baik-baik saja..?" tanya Daniel di sana yang melihat Nayna di bantu pelayan.
"biar aku..kau bisa pergi..!" ucap Daniel yang langsung menggendong Nayna.
"kak,aku bisa jalan..hanya sedikit lemas..!" tolak Nayna secara halus.
"diam lah,kau tak perlu takut Arga marah..aku akan bicara pada nya..!" jawab Daniel.
dengan pelan Nayna di dudukkan pada sofa di depan dan memberikan ganjalan bantal pada punggung nya.
"apa begitu nyaman..?" tanya Daniel.
"hhmmm, terimakasih kak..!" balas Nayna .
"apa Arga menyakiti mu lagi..!" tanya Daniel yang sudah duduk di seberang Nayna ,karena jelas Daniel bisa melihat jika keadaan Nayna masih tetap sama ,ia tak seceria dulu lagi.
🌹🌹🌹🌹😅😅😅💪💪
__ADS_1
like vote komentar nya yaa
yanng banyaaakkk