Cinta Nayna

Cinta Nayna
131


__ADS_3

Nayna makin menangis mendengar penjelasan Arga ,ia takut kecewa lagi,takut merasakan sakit.


Arga membantu Nayna memasang sepatu ,karena ia melihat Nayna sedikit kesusahan menunduk,padahal Nayna sudah menolak nya.


"Nay bisa sendiri kak..!" Tolak Nayna .


"Diam saja..kakak akan melakukan untuk mu dan bayi kita.. sekarang kau tak boleh susah lagi,semua akan kakak lakukan buat kamu..!" Jelas arga


Begitu manis apa pun yang keluar dari mulut Arga ,kemanisan itu membuat sakit nya berangsur membaik.


"Nay,kamu ga mual pagi ini..?" Tanya Arga saat mereka memasuki mobil.


"Ga tau kak..Nay adem ja pagi ini..!" Jawab Nayna .


"Hhhmmm,syukur lah..mungkin karena ada papah nya,jadi bayi nya senang dan ga buat kamu susah..!" Tambah Arga .


Benar, Nayna pagi ini tak merasakan morning sick seperti biasa ,entah benar atau tidak,seperti yang di katakan Arga,semua baik setelah Arga bersama Nayna .


Arga dan Nayna sampai di parkiran rumah sakit,dengan posesif Arga memegang tangan Nayna .


"Cantik..!" Puji Arga saat membantu Nayna turun dari mobil.


Nayna hanya menunduk malu mendengar pujian itu.


"Kenapa baru nyadar sih,kalau kakak nyaman banget sama kamu..!" Tambah Arga .


Mereka berjalan menuju ruangan dokter untuk melakukan pengecekan,semua berjalan lancar,hanya saja Nayna tidak boleh memikirkan banyak hal,kandungan nya juga tergolong sehat dan baik-baik saja.


"Kamu harus selalu happy Nay ..jangan memikirkan banyak hal lagi,ok..!" Nasehat Arga dengan tulus.


Nayna mengangguk sambil tersenyum.


"Manis banget istri kakak ini,cup..!" Arga mencium pelipis Nayna dengan cepat.


Beberapa orang menghampiri Arga dan Nayna di depan rumah sakit.


"Tuan...anu....!" Seorang satpam mendekat dengan kucuran keringat,ia pun terlihat sangat takut.

__ADS_1


"Kau siapa..?" Tanya Arga dengan wajah datar.


"Nona Yessi berusaha bunuh diri kemarin malam,dia terus menggumam nama anda..!" Ujar satpam itu.


"Aku tidak punya urusan dengan nya..!" Jawab Arga acuh.


"Kak....!" Panggil Nayna sambil menggoyangkan tangan Arga .


"Apa yang terjadi..?" Tanya Nayna bingung.


"Tidak ada pun,jangan di pikirkan..!" Jelas Arga setenang mungkin., sebenarnya ia mengumpat kesal di hati,kemana orang suruhan nya,ia tidak ingin lagi berurusan dengan wanita seperti Yessi.


Yessi menggunakan manipulasi dengan melakukan percobaan bunuh diri agar tidak di paksa ikut oleh orang suruhan Arga ,ia berteriak dan mengundang penghuni apartemen lain ,dengan dalih jika ia dianiaya,mau tidak mau orang suruhan Arga pergi dari sana.


Nayna dan Arga sudah masuk dalam mobil,namun saat hendak melajukan mobil nya,dering handphone Arga menghentikan nya.


"nanti aku akan mengurus nya, sekarang aku sibuk..!" jawab Arga ,kemudian langsung mematikan telepon nya.


Arga kembali di hentikan oleh seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan mobil dengan keadaan menyedihkan.


"Kak...!" Panggil Nayna takut sambil memegang tangan Nayna .


"Tuan, selamat kan Yessi ,ia depresi berat,terus memanggil anda..!" Lirih wanita tua itu sambil mengatupkan ke dua tangan nya tanda memohon.


Pegangan tangan Nayna terlepas saat mendengar itu.


"Bu,saya tidak ada urusan dengan wanita itu,maaf..!" Jawab Arga sopan.


"Tapi kau sudah meniduri nya, bagaimana jika ia hamil..!" Teriak wanita tua itu.


Deg


Hati Nayna semakin teremas di situ.


Hamil


Benar kah ,Yessi bisa saja hamil,dan Nayna hampir tak bisa mengontrol diri,ia meremas dada nya yang teras sakit,perlahan ia turun dari mobil Arga , sedang Arga tak menyadari kepergian Nayna karena perdebatan nya dengan orang tua itu.

__ADS_1


Nayna berlari kemana pun ia bisa,ia tak mau bertemu Arga dulu,ia tak memikirkan kehamilan nya,apa yang di dengar nya barusan ada benar nya,kenapa ia tak memikirkan itu,berat sekali rasa nya ingin bahagia dengan Arga .


"Bu,semua tidak seperti itu,anda salah paham,saya akan menyelesaikan nya dan menemui Yessi secepatnya ,tapi sekarang saya tak bisa,maaf..!" Jelas Arga pada wanita itu.


"Nay...!" Panggil Arga yang menggantung saat ia memasuki mobil namun tak ada Nayna di sana.


Shhiiitttt


Umpat Arga marah,kenapa ia bisa ceroboh,ia lupa mengunci mobil saat turun tadi,hingga Nayna bisa keluar dari sana,ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nayna barusan saat mendengar perkataan wanita tua itu.


Arga kembali turun dari mobil,menyusuri setiap parkiran di sana, berharap Nayna masih berada di dekat mobil nya.


Dengan tangan gemetar,Arga merogoh handphone nya,menekan nomor seseorang.


"Cari Nayna di sekitar rumah sakit sekarang..turun kan semua orang mu,kalau kalian tidak menemukan nya dalam satu jam..habis lah kalian,semua ini gara-gara kebodohan kalian..!" Ucap Arga marah besar.


Ia meremas wajah nya kasar,ia bersumpah demi apa pun akan menyelesaikan masalah nya dengan Yessi sendiri.


Braakkk


Pintu ruangan Yessi terbuka kasar,ia melihat wanita dengan pergelangan tangan yang di perban,namun bukan nya kasihan,rasa marah nya kali ini sudah di batas akhir.


"Aaaaa...sakit...!" Teriak Yessi berusaha menjauhkan tangan Arga yang menekan kuat tangan berbalut perban itu.


"Kau ingin mati bukan,aku akan mengabulkan nya..!" Ucap Arga dengan wajah datar nya.


Teriakan Yessi mengundang beberapa dokter dan perawat masuk,mereka menarik Arga agar menjauh dari Yessi karena darah dari tangan itu kembali menetes akibat tekanan dari tangan Arga .


"Ini peringatan ku terakhir,jika kau terus berusaha masuk dalam kehidupan ku,kau akan habis di tangan ku,pergi sejauh mungkin ,maka kau akan selamat..!" Setelah mengatakan nya,Arga pergi tanpa bersalah ,tujuan nya adalah mencari Nayna dan membawa nya pulang untuk menjelaskan semua nya.


sreeettt


Nayna seperti orang bodoh,ia hanya diam saat sebuah tangan besar menyeret nya masuk ke dalam mobil.


Pandangan Nayna jelas kosong,ia diam dan tersenyum hampa pada orang yang di samping nya.


"Abang marah sekali pada mu,kau tak perlu bicara sekarang..!" Tegas Aldi yang merasa kecewa karena di bohongi Nayna selama ini.

__ADS_1


🌹🌹🌹


happy weekend 😘😘


__ADS_2