
Nayna makan bersama ke dua mertua nya,tanpa Arga malam ini,dan mungkin hal ini akan terus terjadi ke depan nya,Nayna tau hal ini pasti akan terjadi.
"hhmmm,pah mah..Nay ingin kembali ke kampus..!" ucap Nayna menatap Bu Marsya dan Pa Hendrawan bergantian.
"bagaimana dengan kehamilan mu sayang,apa kau bisa..?" tanya Bu Marsya.
"Nay akan hati-hati mah,lagian ini cuma tinggal satu tahun, Nay akan wisuda bukan..!" jelas Nayna .
"apa kau sudah bilang pada Arga..?" tanya pa Hendrawan membuka suara.
"apa kakak akan peduli dengan ini pah..?" ucap Nayna menunduk,jelas ia merasa di abaikan akhir-akhir ini,bahkan Arga tak sekalipun menganggapnya ada.
"maaf kan anak kami Nay,papah juga sedih melihat keadaan mu,tapi kau harus tau,kalau papah selalu mendukung mu,kau boleh kembali ke kampus,tapi dengan syarat kau harus berhati-hati untuk cucu papah..!" jelas pa Hendrawan hangat sambil menggenggam tangan Nayna di atas meja.
"terimakasih papah..!" tambah Nayna gembira sambil memeluk pa Hendrawan di samping nya.
"terus bahagia sayang,kau tidak boleh banyak pikiran ..ingat kandungan mu,dan jangan pernah telat makan,hanya itu yang mamah minta..!" tambah Bu Marsya yang merasa haru sekaligus merasa kasian dengan Nayna yang terlihat murung akhir-akhir ini,mungkin dengan ia kembali kuliah dan berteman,bisa membuat nya melupakan kesedihannya .
Kini semua orang telah kembali ke kamar masing-masing,Nayna pun juga sudah di kamar,namun pintu balkon kamar nya masih terbuka,sesekali ia melihat ke arah luar, memastikan Arga sudah pulang atau belum,karena jelas ia masih mengkhawatirkan Arga yang berada di luar selarut ini.
"hampir jam 12,kenapa kakak belum pulang..!" gumam Nayna sambil menatap layar handphone nya,ia berkali-kali menghubungi Arga ,namun tak ada jawaban sama sekali,pesan yang Nayna kirim pun tak ada balasan dari Arga ,meski sudah centang biru.
Nayna turun ke bawah untuk mengambil air,dan saat akan kembali ke kamar ,ia terkejut melihat Arga yang datang dengan sedikit berantakan.
"kakak..!" panggil Nayna menghampiri.
"kenapa masih di sini,bukan nya kau biasa sudah tidur..!" ujar Arga melihat ke arah Nayna .
"hhmm,Nay terbangun..!" bohong Nayna .
Tercium jelas bau alkohol dari tubuh Arga ,namun Nayna tak ingin bertanya lebih jauh,ia takut jika Arga akan marah pada nya.
"apa kakak ingin makan,atau minum teh..?" tanya Nayna karena khawatir pada Arga .
"tidak usah,aku akan tidur saja..kau kembali lah ke kamar mu juga,ga usah sok perhatian sama aku..!" jutek Arga yang membuat Nayna sedikit kecewa.
__ADS_1
"hhhmmm,Nay ke kamar dulu..!" ucap Nayna sambil berjalan mendahului Arga yang masih melepas sepatu nya di sofa.
"bawel banget sih tanya-tanya.. ribet..!" gerutu Arga melihat Nayna meninggalkan nya.
Tes
tes
tes
Nayna menetes kan air mata saat sudah di kamar,ia masih tak biasa akan keadaan nya saat ini,ia terbiasa di manja oleh Arga dan tak pernah di acuh kan seperti ini selama hampir 3 tahun ia mengenal Arga.
"ga papa dek..mungkin papah mu lagi capek..!" ucap Nayna sambil mengusap perut nya .
----
Pagi ini Nayna telah rapi dengan pakaian nya,ia sudah bertekad bulat untuk kembali ke kampus ,ia juga akan mengurus nya sendiri di bantu orang pa Hendrawan,karena tak begitu sulit bagi nya mendapatkan fasilitas dari kampus,toh keluarga Hendrawan adalah donatur terbesar di kampus yang ia tempati.
Tepat saat Nayna membuka pintu kamar,Arga pun juga keluar dengan stelah kantor nya.
"pagi kak..!" sapa Nayna gugup melihat Arga yang menatap nya.
"Nay akan ke kampus..!" jelas Nayna seolah paham akan tatapan Arga.
"hhhmmm,bagus lah..dari pada kau di rumah terus..!" ucap Arga yang seolah cuek dengan penjelasan Nayna ,pada hal masih lekat di ingatan Nayna jika Arga menyuruh nya off untuk kuliah saat Nayna di nyatakan hamil.
"tidak apa..aku baik-baik saja..!" ucap Nayna pada diri nya sendiri,kemudian menyusul Arga yang telah berjalan lebih dulu ke bawah.
"pagi pah,mah..!" ucap Arga tanpa rasa bersalah setelah perdebatan nya kemarin dengan pa Hendrawan.
Bu Marsya tersenyum dengan itu, namun beda dengan pa Hendrawan yang justru terlihat cuek.
"pah,mah..!" sapa Nayna yang juga baru datang.
"Nay,biar papah yang mengantar mu ke kampus..!" ucap pa Hendrawan.
__ADS_1
"terimakasih pah,tapi Nayna bisa mengemudi sendiri..!" ucap Nayna
"papah tak bisa mengijinkan itu ..!" tolak pa Hendrawan kemudian.
"pah,percaya lah dengan Nayna ,dia akan hati-hati..!" jelas Bu Marsya mendukung Nayna seolah mengerti akan tatapan sendu Nayna .
"hhhmmm,baik lah...!" ucap pa Hendrawan luluh.
"Nay,ini makanan mu..kau pulang jam berapa nanti..!" tanya Bu Marsya kemudian.
"Nay belum tau mah..,nanti Nay akan telepon mamah jika terlambat..!" jawab Nayna .
"hhhmmm,harus..kau harus melapor kan nya setiap jam..!" ucap Bu Marsya .
"iya,kalau perlu akan papah suruh seseorang mengikuti mu,supaya papah bisa tau kau baik-baik saja..!" tambah pa Hendrawan.
"papah..!" ucap Nayna terkekeh.
"ingat nanti siang kau harus makan,dan jangan lupa vitamin mu sayang..!" jelas Bu marsya.
sementara Arga hanya diam mendengarkan percakapan itu,ia tak menanggapi apa pun,tanpa reaksi dan hanya wajah datar yang ia tunjukkan.
"Nay berangkat duluan ya..Nay mau mampir ke toko buku dulu..!" kata Nayna bersiap merapikan buku nya ,Nayna menyalami Bu Marsya dan Pa Hendrawan,hingga berhenti tepat di samping Arga dengan sedikit takut.
"kak,Nay berangkat dulu..!" Nayna dengan berani mengambil tangan Arga dan menyalami nya,karena ia tau Arga tak akan berani marah pada nya saat di depan ke dua orang tua nya.
Arga merasakan hal aneh saat Nayna mengambil tangan dan mencium punggung tangan nya,terasa hangat .
"hhhmmm...!" hanya itu yang bisa Arga ucap kan.
Nayna berjalan menuju mobil nya,sampai di mobil ia menundukkan kepala nya menyentuh kemudi di depan nya.
"aku bisa... tidak boleh sedih lagi,tidak boleh memikirkan itu lagi,sekarang aku harus kembali tersenyum,harus bahagia untuk kamu sayang..!". gumam Nayna mengusap perut nya.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan vote nya ya kakak