
Aldi turun untuk menyambut Arga,dia membuka kan pintu utama namun dengan tatapan tajam.
"Apa yang kau lakukan pada Nayna..?" Tanya Aldi dengan mata elang nya.
"Dia hanya salah paham..!" Jawab Arga dengan singkat,namun Aldi justru mulai emosi saat ia mengingat Nayna adik yang begitu dia sayangi menangis saat bercerita tentang kebohongan Arga .
Bugghh..Aldi memukul Arga menumpahkan kekesalan nya pada lelaki di depan nya itu.
Arga memegangi sudut bibir nya yang berdarah sambil tersenyum,Arga paham jika Aldi marah pada nya karena sudah membuat Nayna menangis.
"Ini tidak seperti yang kau bayang kan,Nayna hanya salah paham...!" Jelas Arga kemudian.
"Apa pun itu,yang jelas jika Nayna menangis karena mu lagi,aku akan membawa nya lebih jauh dari ini,aku memberi mu kesempatan hanya kali ini..!" Ucap Aldi kemudian berlalu dari hadapan Arga.
Arga duduk di sofa ruang tengah memegangi bibir nya yang terluka akibat pukulan Aldi.
"Kompres pakai ini..!" Aldi memberikan kompresan es untuk luka Arga .
Arga senang walau Aldi sempat marah dan memukul nya,tapi dia masih peduli pada luka Arga.
"Makasih..!" Ucap Arga kemudian.
__ADS_1
"Nayna ada di kamar dekat tangga lantai dua,kau istirahat lah,aku juga akan tidur..!" Kata Aldi yang menaiki tangga lebih dulu.
Dengan pelan Arga membuka pintu kamar yang di maksud Aldi,terlihat Nayna yang tengah tidur sambil meringis.
Arga mendekat untuk melihat apa yang terjadi,dia memegangi dahi Nayna yang terasa panas.
"Kau demam...!" Gumam Arga dengan pelan,
Arga melepas jaket nya dan mengambil baskom serta anduk kecil untuk mengompres Nayna.
Arga juga membantu Nayna yang masih setengah sadar meminum obat nya.
Semalaman Arga mengompres kepala Nayna yang panas ,dia demam karena saat memasuki taxi Nayna tak menggunakan payung.
Hingga subuh,Arga tertidur bersandar pada ujung ranjang itu,sedang kan Nayna memeluk Arga dari samping melingkar kan tangan nya ke perut Arga.
Nayna terbangun saat cahaya mentari masuk melewati gorden di kamar itu,ia mengerjap kan mata,merasa kan sebuah tangan yang berada di kepala nya,ia mendongak dan menemukan Arga yang tertidur sambil duduk.
"Kakak,kenapa bisa di sini..?" Gumam Nayna dengan pelan.
Nayna bangun dengan pelan,mencuci wajah ke kamar mandi,kemudian akan menemui Aldi untuk menanyakan mengapa Arga juga berada di villa itu.
__ADS_1
Klik klik klik..
"Terkunci..!" Ucap Nayna pelan,tanpa Nayna sadar, Arga yang sudah bangun tengah memperhatikan nya dari kasur.
"Mau kemana ..?" Tanya Arga yang melihat Nayna kesulitan membuka pintu kamar yang sudah di kunci nya saat Nayna di kamar mandi tadi.
"Nay ingin bertemu Abang..!" Ucap Nayna tanpa menatap wajah Arga yang sedari tadi memandang nya.
Arga beranjak dari duduk nya,berjalan menuju Nayna yang terus membuang muka pada nya.
"Kau masih demam, sekarang istirahat saja..!" Pinta Arga sambil menarik tangan Nayna menuju kasur.
"Nay baik-baik saja,tak perlu khawatir...!" Tolak Nayna halus,ia tak mau berlama-lama di kamar itu bersama Arga,karena jelas dia masih sangat kesal.
Arga hanya diam mendapatkan penolakan Nayna,namun dia terus membawa Nayna untuk beristirahat.
🌹🌹🌹🌹
stay terus ya kakak
tolong beri dukungan nya untuk cerita ini..
__ADS_1