Cinta Nayna

Cinta Nayna
Penjebakan


__ADS_3

Setelah acara makan siang berakhir,Arga meninggalkan Daniel dan Aldi berdua untuk saling bercerita mengingat masa lalu di desa.


"Apa kah kakak akan ke kantor lagi..?" Tanya Nayna yang berada di samping Arga.


"Iya,jam 3 kakak akan ada meeting penting,kau ikut kakak saja, istirahat di ruangan kakak,nanti sore kita pulang bersama..!" Jelas Arga.


Nayna mengangguk paham,ini bukan pertama kali dia berkunjung ke kantor,karena Arga selalu membawa nya.


Tiba di lobi,Arga dan Nayna turun bersama,Arga menggenggam tangan Nayna begitu erat, sungguh mereka pasangan yang sempurna bagi yang melihat nya.


Ceklek


Arga membuka pintu ruangan nya,sebelum melanjutkan pekerjaannya ,ia mengantarkan Nayna terlebih dulu ke ruang pribadi nya di balik rak buku besar di ruangan itu.


"Istirahat lah dulu,nanti kakak akan menyuruh OB untuk membelikan mu coklat dingin dan cemilan..!" Ucap Arga.


Nayna melepaskan tas nya dan berbaring sambil menyalakan televisi,sungguh begitu nyaman seperti berada di kamar nya sendiri,Arga mengatur begitu apik ruangan itu agar saat ia membawa Nayna atau anak nya kelak,mereka bisa istirahat dengan nyaman di sana.


"Tuan,rapat kali ini akan di adakan di hotel dekat rumah sakit xx..!" Ucap asisten Arga .


"Baik lah,kau atur semua nya dan satu lagi,tolong suruh seseorang membelikan coklat dingin dan beberapa cemilan untuk Nayna ..!" Kata Arga sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru pada Fadlan sang asisten.


Fadlan mengangguk paham dan keluar dari ruangan itu.


"Ini coklat dingin nya .!" Kata Arga memberikan beberapa tentengan di tangan nya.


"Hhhmmmm..makasih..!" Ucap Nayna yang masih berbaring menonton televisi.


Arga tersenyum dan mendekat pada Nayna "kenapa,kau mengantuk hhhmmm...?" Tanya Arga dengan lembut sambil mengusap pucuk kepala Nayna.


"Sedikit...!" Jawab Nayna sambil memegang tangan Arga di kepala nya.


"Kau tidur saja dulu,kakak ada meeting 10 menit lagi di hotel dekat rumah sakit xx..!" Ucap Arga memberitahu Nayna.


Nayna hanya mengangguk kemudian memejamkan mata nya yang begitu berat,Arga mengecup kening Nayna sebelum akhir nya ia keluar dari ruangan itu.


Di perjalanan menuju tempat meeting,Arga selalu melihat handphone nya,ia terus memantau Nayna melalui CCTV yang terpasang di ruangan nya.


"Tuan,saya dengar rekan bisnis kita kali ini sedikit sombong..!" Kata Fadlan memberikan sedikit informasi mengenai rekan bisnis baru nya itu.


"Benar kah..?" Tanya Arga dengan santai.


Bagi nya,tak ada yang tak bisa dilakukan,selagi itu melalui proses yang baik,Arga orang yang optimis dalam hidup,segala sesuatu telah di rancang nya dengan matang.


Tiba di hotel,ia telah di tunggu seorang staf yang akan mengantarkan mereka ke tempat meeting berlangsung.


Dalam lift Arga mengerutkan kening menatap angka 9,dimana yang di ketahui Arga jika di lantai itu hanya terdapat beberapa kamar mewah yang hanya mampu di sewa oleh kalangan atas,ia berpikir siapa orang yang akan di temui nya kali ini.

__ADS_1


Ting...pintu lift terbuka,mereka berjalan melewati beberapa pintu yang besar dan berhenti pada pintu ke 7 dari lift itu.


"Silahkan tuan...!" Ucap staf hotel itu memberikan arahan pada pintu yang telah di buka nya.


Arga masuk di iringi Fadlan,mereka saling melirik menatap bingung,karena baru pertama kali ini mereka mengadakan meeting di dalam kamar hotel mewah.


Seorang berjas hitam menghampiri Fadlan dan Arga di depan pintu,membawa mereka ke ruang utama yang tak kalah besar,di sana sudah ada seorang lelaki berumur sekitar 30 tahunan duduk di temani 2 wanita yang berpakaian minim mengapit nya.


"Selamat datang tuan muda Hendrawan...!" Sambut lelaki itu sambil berdiri dan membenarkan jas nya.


Arga menerima uluran tangan lelaki itu,namun ia masih bingung ,seperti nya orang itu sudah mengenal nya.


"Senang bertemu anda ..!" Balas Arga dengan senyuman nya.


"Bisa kita mulai meeting nya sekarang..?" Tambah Arga sambil melirik Fadlan di samping nya.


Fadlan paham apa yang di maksud Arga.


"Tuan,bisa kah kita meeting di restoran bawah saja..?" Tanya Fadlan mencoba bernegosiasi,Fadlan paham jika Arga tak nyaman dengan ruangan yang begitu menyengat bau alkohol dan juga ada 2 wanita yang berpakaian minim duduk di kursi panjang.


"maaf tidak bisa,tuan Dicky tidak biasa berkumpul dengan banyak orang,dia lebih suka ruang private ..!" Jelas sang asisten di samping Dicky yang menyambut Arga di depan pintu tadi


Dicky menggerakkan jari pada ke 2 wanita di sana,mereka paham dan berdiri untuk berlalu dari sana,melewati Arga sambil tersenyum manis,namun Arga tidak mempedulikan nya.


Arga dan Fadlan duduk berseberangan dengan Dicky dan asisten nya,mereka memulai meeting sore itu,cukup lancar bagi ke 2 belah pihak,karena dari visi dan misi yang sama,serta pemikiran ke 2 nya yang sejalan,membuat kerja sama itu sampai pada akhir yang memuaskan.


"Maaf tuan,lain kali saja,karena saya rasa isteri saya sudah menunggu saya..!" Tolak Arga.


Namun bukan Dicky nama nya jika tak bisa memaksa Arga hingga mengiyakan ajakan nya.


Mereka berlalu menuju balkon untuk minum bersama,Arga tak dapat mengelak lagi oleh kata-kata Dicky yang begitu pintar membujuk.


Sambil minum mereka masih bertukar tentang cerita pekerjaan,di sana hanya ada Arga dan Dicky,sedang Fadlan dan asisten Dicky hanya menunggu di dalam.


Setelah 10 menit berbincang dan minum,Arga merasa ada hal yang berbeda dari dalam diri nya,ia mulai gelisah dan mengeluarkan keringat,tepat saat itu seorang perempuan keluar dari pintu lain di balkon .


"Lama tidak bertemu..!" Ucap wanita yang berjalan mendekati Arga yang mulai gelisah.


"Kau....!" Kata Arga dengan terkejut.


"Kalian saling kenal..?" Tanya Dicky


"Dia teman ku di kampus dulu..!" Sahut wanita itu.


"Oh ya..benarkah itu Jes...?" Tanya Dicky meyakinkan kembali.


Iya,wanita itu adalah Jesika,dan Dicky adalah saudara jauh Jesika yang begitu menyayangi Jesika,ia seperti saudara kandung uang saling menyayangi.

__ADS_1


"Aku akan pulang...!" Ucap Arga yang sedikit merasa kesusahan berdiri.


Baru beberapa langkah ,namun Arga tak bisa,ia kembali duduk.


Dicky tersenyum dan berbisik pada Jesika.


"Nikmati waktu mu..!" Bisik nya.


Jesika tersenyum senang,karena sudah lama ia menunggu waktu ini.


Dicky masuk ke ruangan lain ,ia meninggalkan Arga dan Jesika di balkon.


Arga memegangi kepala nya yang sedikit terasa sakit, penglihatan nya pun sudah mulai buram,namun ia merasakan panas dari dalam tubuh nya.


Jesika terlihat mendekat kemudian duduk di pangkuan Arga yang terlihat gelisah.


"Tenang lah..aku bersama mu..!" Ucap Jesika membelai lembut pada wajah Arga.


Dengan sekuat tenaga yang tersisa,Arga mencoba mendorong Jesika yang berada di pangkuan nya,namun mereka jatuh bersama ke lantai.


Jesika memeluk tubuh Arga dengan erat,sesekali ia mengambil kesempatan mengecup bibir Arga.


Arga masih menahan berusaha bangkit dan keluar dari balkon.


Jesika tak tinggal diam,ia tak membuang kesempatan begitu saja,ia membawa tubuh Arga yang sedikit lemah menuju sofa panjang di balkon itu,melepaskan jas dan kemeja yang terpasang rapi di tubuh Arga,menyisakan celana panjang saja.


Arga masih berusaha melawan,namun karena pengaruh obat yang di masukkan Dicky terlalu kuat,ia tak mampu melawan Jesika.


"Nayna.." gumam Arga dengan pelan.


Di kantor.


Nayna sedang mengupas apel ,namun tiba-tiba tangan nya tergores dan mengakibatkan luka pada jari nya.


"Kenapa perasaan ku tiba-tiba tak enak..kakak..!" Gumam Nayna,ia mengambil handphone mencoba menelpon Arga namun tak mendapat jawaban,ia beralih pada sang asisten.


"Apa kau bersama kakak..?" Tanya Nayna dengan khawatir.


🌹🌹🌹🌹


Selamat malam


Selamat beraktifitas


jangan lupa dukungan nya


mampir juga ke cerita aku yang lain

__ADS_1


Wasiat Terakhir


__ADS_2