
Nayna berdiri di balkon untuk menghirup angin malam,ia lelah berada di dalam,pikiran nya makin kacau,antara marah dan khawatir pada Arga yang sejak 2 jam lalu berada di kamar mandi.
Pikiran Nayna melayang pada kalimat Jesika beberapa waktu lalu,bagaimana seandainya jika Jesika sekarang tengah mengandung anak Arga ,ia tak bisa membayangkan jika harus di tinggal oleh Arga,namun ia juga tak mau berbagi suami pada orang lain.
Ah..sungguh hati nya sedang kacau ,ia ingin mundur dari hubungan rumit ini,namun hati nya menolak keras,sekeras ia berfikir menjauh dari Arga,semakin sakit hati nya,namun jika pun harus bertahan,rasa sakit tetap ada karena harus menerima hati suami nya yang terbagi.
Nayna mendongak kan kepala saat air hujan turun membasahi bumi yang haus akan percikan air,ia menutup mata meresapi tiap tetes hujan yang mengenai hati dan pikiran nya yang lelah karena pertarungan ini.
Arga membuka pintu dengan kasar saat melihat Nayna tetap setia di bawah guyuran hujan,tanpa permisi dari empu nya,ia menggendong Nayna masuk dengan tubuh yang sudah setengah basah.
Nayna terkesiap mendapati Arga yang menggendong nya seperti bayi,tanpa suara dan tatapan yang sulit di artikan.
Nayna meneliti setiap inci wajah yang selalu membuat nya jatuh cinta setiap saat,ia begitu mencintai lelaki yang mendekap nya saat ini,namun rasa sakit itu pun tak kalah hebat bersemayam dalam benak nya .
Bagaimana ia bisa menerima itu dengan suka rela, sementara ia ingin memiliki Arga seutuh nya tanpa harus berbagi,sungguh rasa egois itu menggebu menjadi amarah yang terasa sakit saat di tahan.
Arga menurun kan Nayna di bawah guyuran shower dengan masih diam tanpa suara, Nayna pun masih menatap Arga dengan beribu pikiran yang tak bisa terucap.
"Mandi lah..!" Ucap Arga dengan singkat,ia melangkah pergi,namun tangan nya di tahan Nayna yang sejak tadi menatap nya.
"Kakak lelah jika terus berdebat !" Ucap Arga tanpa menoleh dan melepas pelan tangan Nayna yang menahan nya.
Nayna memeluk erat Arga dari belakang, menyalurkan kerinduan yang tertahan sejak seharian penuh,ia tak mampu lagi menahan nya.
Nayna menangis di punggung Arga meluapkan kemarahan di hati nya,ia marah namun rasa kerinduan nya pun menggebu hebat hingga membuat pikiran nya kacau.
"Mandi lah,kau bisa sakit jika tidak segera membilas tubuh mu dengan air hangat..!" Ucap Arga sambil berbalik dan menatap mata Nayna yang begitu sembab.
Nayna mendongak mendapati wajah Arga yang menatap nya dengan sendu .
"Apa kakak mencintai Nay..?" Tanya Nayna
__ADS_1
"Kenapa bertanya hal bodoh seperti itu .?" Ucap Arga dengan tajam
Nayna menunduk menguat kan hati nya untuk mengungkapkan semua yang ada di hati nya.
"Apa kakak akan meninggalkan Nay jika benar Jesika tengah mengandung anak kakak..?" Tanya Nayna kembali dengan tubuh yang gemetar.
Arga tersenyum getir sambil menatap ke arah lain.
"Ternyata kau belum percaya pada kakak sepenuh nya..!" Jawab Arga kemudian berlalu meninggalkan Nayna yang menangis .
Arga mengambil minuman dingin dari dapur,ia meneguk dengan cepat.
"Apa yang harus kau lakukan agar Nay bisa percaya..!" Gumam Arga sambil meremas botol kaleng di tangan nya.
Mata Arga tertuju pada sekantong jeruk yang sudah di belikan Fadlan,ia tersenyum seperti melupakan sejenak masalah yang cukup rumit antara diri nya dan Nayna .
Dengan senyum sumringah,ia mengupas satu persatu jeruk yang begitu menggoda untuk nya.
"Hhhhmmm...rasa nya segar sekali..!" Gumam Arga,ia memakan beberapa jeruk itu sampai hampir habis.
Arga masuk dan melepas kan pakaian Nayna kemudian membantu nya untuk mandi (ga usah di jelaskan detail ya kakak π,semua pada tau gimana orang mandiπ€)
Setelah selesai Arga membantu Nayna memasang baju yang pasti bukan milik Nayna,ia belum sempat mengisi apartemen pribadi nya dengan barang milik Nayna.
Arga memakai kan kemeja milik nya yang cukup kebesaran di badan Nayna.
"Pakai ini dulu,setidak nya kau tidak kedinginan..!" Ucap Arga
"Nanti akan ada yang mengantarkan barang mu ke sini, sementara kita tinggal di sini dulu,kakak tak ingin mamah dan papah melihat kita berdebat...!" Jelas Arga,kemudian berlalu dari tepi ranjang.
Arga duduk di depan televisi sambil mengunyah jeruk yang tinggal sedikit,namun kunyahan nya terhenti saat handphone di depan nya berdering.
__ADS_1
Mamah calling...
"iya mah...?" jawab Arga dengan masih santai.
"kalian di mana,kenapa belum pulang,ini sudah malam..?" tanya Bu Marsya dengan lembut di balik telepon.
Arga terkekeh geli mendengar pertanyaan Bu Marsya,iya merasa seperti anak kecil yang sangat di khawatir kan oleh orang tua nya.
"aku ada di apartemen ku,malam ini kami akan bermalam di sini dulu,bukan kah Mamah sudah tak sabar menginginkan cucu,jadi aku buat kan dulu malam ini .!" canda Arga sambil mengulum senyum nya.
Bu Marsya tak mengatakan apapun lagi,ia kemudian mematikan telepon secara sepihak,karena ia tau Arga selalu menggoda nya seperti itu. Se dewasa apa pun seorang anak namun di mata setiap ibu,dia tetap sosok yang harus selalu di perhatikan dan di jaga.
Arga menggeleng pelan mendapati Bu Marsya yang mematikan telepon nya,ia tertawa senang karena sudah mengerjai mamah nya di balik telepon.
Hampir jam 10 malam,Arga berjalan menuju kamar untuk mengecek Nayna,ia melihat Nayna yang tengah berbaring sambil meringkuk tanpa selimut menutup tubuh nya.
Arga menghampiri Nayna ,dengan pelan ia membenarkan posisi tidur Nayna dan menaikkan selimut,ia menatap teduh pada wajah Nayna yang tengah tertidur.
"kakak begitu mencintai mu,apa pun akan kakak lakukan untuk membahagiakan mu,tak pernah terlintas di benak kakak untuk bersama wanita lain,meski nyawa kakak taruhan nya,kakak tak akan pernah meninggal kan mu..!" ucap Arga sambil mengelus pipi Nayna kemudian mengecup lama kening Nayna.
Arga bangkit dari duduk nya ,menuju kamar mandi untuk bersiap tidur juga,setelah kepergian Arga,Nayna membuka mata nya ,ia hanya pura-pura tidur dan mendengar dengan jelas apa yang Arga ucap kan itu.
Nayna begitu bahagia mendengar ucapan itu,namun rasa sakit nya masih ada,ia masih terbayang akan foto-foto itu dan ucapan Jesika beberapa waktu lalu seakan menjadi tombak yang membuat hati nya sangat perih.
πΉπΉπΉ
Selamat beristirahat semua
berikan like dan vote kalian
mampir juga ke cerita aku yang lain
__ADS_1
Wasiat Terakhir
terimakasih ππ