
Arga mengoleskan salep pada luka Nayna dengan perhatian.
"Nay,kakak ingin bertanya sesuatu...!" Ucap Arga membuka suara.
"Hhhhmmmm..tanya kan lah..!" Balas Nayna dengan anggukan kecil.
"Sejak kapan kau mengenal Daniel...?" Tanya Arga dengan menatap dingin Nayna di depan nya.
"Maksud kakak,kak Daniel yang tempo hari Nay tabrak..?" Ucap Nayna meyakinkan.
Arga hanya diam menunggu Nayna mengatakan sesuatu.
"Bukan kah Nay sudah bercerita tentang kak Daniel tempo hari yang bertabrakan dengan Nay di kampus dan membelikan ponsel itu .!" Jelas Nayna pada Arga yang diam saja.
Arga meletakkan salep itu ke meja,dia beralih menatap wajah Nayna yang terlihat bingung.
"Bisa kah kakak meminta sesuatu..?" Tanya Arga kembali dalam mode seriusnya.
Nayna mengangguk bingung
"Jangan berteman lagi dengan Daniel atau laki-laki lain,termasuk wanita yang bernama Adel,kakak tidak suka. .!" Jelas Arga dengan tatapan serius.
__ADS_1
Nayna mengerutkan kening mendengar permintaan Arga yang menurut nya aneh.
"Maksud kakak ..?" Tanya Nayna dengan penasaran.
"Kakak tidak bisa menjelaskan nya pada mu,tapi kau pasti paham dengan semua nya suatu saat,kau mau kan melakukan nya untuk kakak..!" Ucap Arga dengan menggenggam erat tangan Nayna penuh harap.
Nayna mengangguk dan itu membuat senyum Arga terbit seketika, kemudian dengan cepat dia memeluk Nayna dengan erat.
"Kakak mencintai mu..!" Tambah Arga
Pagi ini Nayna yang lebih dulu bangun dari tidur nya,dia mencoba melepaskan pelukan Arga dengan pelan agar tak membangun kan suami nya itu.
Setelah terlepas Nayna langsung berlalu ke kamar mandi dan langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Arga berjalan menuju kamar mandi sambil mengetuk pelan ."Sayang ,kau di dalam..?"
Namun tak ada jawaban,dia membuka pintu itu,tak terlihat Nayna di dalam,dia memutuskan untuk mandi dan bersiap untuk ke bawah,karena dia bisa menebak kalau Nayna sedang memasak sarapan.
Nayna yang sedang asyik mengaduk nasi goreng,di kejut kan dengan sebuah tangan yang melingkar di perut ramping nya.
"Kakak..?" Pekik Nayna yang kaget.
__ADS_1
"Kenapa ..?" Ucap Arga yang masih setia Menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Nayna.
"Kakak,geli..!" Ucap Nayna yang merasa tidak nyaman.
Nayna memaksa berbalik dan menatap tajam Arga,dia meneliti dari atas hingga bawah.
"Kakak sudah mandi..?" Tanya Nayna.
Arga tersenyum kemudian memeluk Nayna kembali "kau bisa mencium wangi ku bukan..?" Ucap Arga dengan kekehan nya.
Kemudian terdengar teriakan dari luar dapur yang mengagetkan suami isteri yang tengah asyik berpelukan itu.
"Ya ampun,kalian..apa tidak bisa melakukan nya di kamar saja, bagaimana jika para pelayan melihat nya,kalian tidak malu..?" Ucap Bu Marsya berlalu melewati ke dua nya.
Nayna yang begitu malu karena ketahuan terus menyembunyikan wajah nya di dada Arga.
"Mamah,kenapa harus malu,Nayna kan sudah jadi isteri aku,ga papa juga,lagian kami hanya berpelukan tidak melakukan hal lain..!" Kata Arga yang masih memeluk Nayna yang tengah malu karena kepergok sedang berpelukan oleh mertua nya.
Tanpa aba-aba Arga langsung menggendong Nayna tanpa memperdulikan Bu Marsya yang melihat nya.
"Kau..memang benar-benar,seperti papah mu..!" Teriak Bu Marsya yang melihat tingkah konyol Arga,namun Bu Marsya begitu senang melihat Arga dan Nayna yang baik-baik saja.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Maaf baru up,2 hari ini lagi review ulang kakak,jadi baru bisa up sekarang..