Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 31 ~ Menjemput ~


__ADS_3

Celine baru mendengar kalau Mikho ternyata telah bertunangan dengan Tiara. Gadis itu terpaku, tubuhnya membeku. Ada banyak hal yang membuatnya terguncang.


Tak menyangka akhirnya cinta Mikho yang terlihat begitu besar padanya, bisa berpindah begitu saja pada gadis lain. Sementara seseorang yang mengalihkan cinta Mikho ternyata adalah sahabatnya sendiri. Celine merasa hanya dia yang tetap menjaga cintanya pada Mikho sedangkan laki-laki itu begitu mudah berpindah ke lain hati.


Celine akan mematung sekian lama jika Lola tak menyadarkannya. Perawat itu tadinya ingin segera pulang tapi tiba-tiba mendapat pesan kalau Mikho akan kembali untuk mengambil sesuatu di ruang kerjanya. Wanita itu terpaksa menunggu di lobby klinik. Celine hanya bisa tertunduk diam sambil menunggu calon tunangannya menemukan sebuah rumah yang menyediakan kamar untuk menginap.


Tak lama kemudian Mikho benar-benar datang. Terlihat laki-laki itu tergesa-gesa masuk ke dalam klinik dan terlihat lega saat mendapati Celine masih berada di ruangan istirahat pasien itu. Mikho menyapa Lola dan berpura-pura mencari sesuatu di ruang kerjanya, Lola menemani laki-laki itu hingga ke ruang kerjanya. dr. Mikho berpura-pura menawarkan kalau pasien itu bisa numpang bersamanya kembali ke kota.


"Jangan pura-pura dokter, aku tahu dokter memang sengaja datang ke sini untuk menjemputnya," bisik Lola. Mikho tercengang mencoba menjawab tetapi kehabisan kata-kata. Laki-laki itu berdalih mengambil barang penting yang ketinggalan.


"Barang penting apa?" tanya Lola. Mikho kelimpungan lalu menunjuk stetoskopnya.


"Memangnya rumah sakit besar nggak punya stetoskop?" tanya Lola menyelidik.


"Aku nggak suka pakai barang pinjaman," jawab Mikho.


"Dokter banyak alasan, biasanya juga ditinggal. Dokter pasti punya lebih dari satu stetoskop di rumah," ucap Lola dengan mulut monyong.


"Harusnya kamu jadi paranormal dari pada jadi tenaga medis," jawab Mikho akhirnya kewalahan.


"Dokter! Apa dia gadis yang sangat berarti itu?" tanya Lola. Mikho tertegun, lupa kalau dia pernah bercerita memiliki seseorang yang spesial dihatinya.


"Kamu ini mau tahu aja," jawab Mikho mengelak.


"Tentu saja mau tahu, kalau aku belum bersuami, aku pasti ingin tahu segalanya tentang dokter," jawab Lola.


Mikho tertawa, tentu saja begitu. Siapa yang tak kepincut dengan dokter tampan yang praktek di desa mereka. Asistennya itu juga seorang wanita, setiap hari ada saja yang bertanya tentang dokter tampan itu. Apakah sudah punya pendamping, pacar ataupun istri. Setiap hari harus menyampaikan salam dari gadis-gadis dan ibu-ibu di kampung itu dan Lola sendiri punya mata yang bisa melihat ketampanan dokter itu.

__ADS_1


Jika tak sejak awal, Mikho menyatakan telah memiliki seseorang di hatinya. Lola dan gadis-gadis lainya pasti masih berharap bisa mendapatkan hati laki-laki tampan itu. Begitu akrabnya Lola dan Mikho hingga akhirnya mengenalkan Mikho pada suami dan keluarganya agar tak terjadi salah paham.


"Dokter belum jawab pertanyaanku?" Desak Lola.


"Ya, iya."


"Benar kan perkiraanku? Aku sudah mencium sesuatu yang mencurigakan tadi, dokter seperti sudah mengenalnya tapi … dia sudah punya calon suami dan dokter sudah punya tunangan. Lalu bagaimana?" tanya Lola.


Lola bertanya, karena melihat tingkah dokter itu yang tak seperti biasanya. Mikho tak pernah masuk ke ruangan periksa hanya berdua saja dengan pasien, Lola selalu mendampinginya. Namun, setelah menyuruh tunangan pasiennya menebus resep di apotek, Mikho masuk ke ruangan itu tanpa didampingi Lola. Perawat itu tak diizinkan ikut masuk. Tentu saja hal itu membuat Lola merasa heran dan langsung berpikir kalau pasien dokter itu adalah seseorang yang spesial.


"Bagaimana apa?" tanya Mikho tak mengerti.


"Dia … sepertinya kaget saat aku bilang dr. Mikho telah bertunangan dengan dr. Tiara–"


"Apa? Kamu … kamu bilang sama dia kalau aku sudah bertunangan?" tanya Mikho langsung dengan raut wajah panik.


"Ya ampun Lola! Kenapa pakai cerita segala sih! Dia … dia itu, ah … kacau!" bentak Mikho pada Lola kesal.


Perawat itu menyesal. Karena rasa bangganya dekat dengan dokter itu. Lola jadi keceplosan menceritakan masalah pribadi dokter itu pada pasiennya tanpa tahu seberapa dekat hubungan keduanya.


"Dia tak boleh tahu kalau dokter telah bertunangan? Kenapa? Bukannya menutupi kenyataan itu sama dengan berbohong. Setulus apa perasaan dokter padanya hingga dokter tega membohonginya?" tanya Lola. Mikho tercenung.


"Ini tak sesederhana yang kamu kira," ucap Mikho akhirnya melunak.


Setelah sempat membentak perawat itu. Mikho merasa Lola bisa berpikiran seperti itu karena tak mengenal situasinya. Laki-laki itu tak lagi emosi seperti tadi.


"Dokter ... justru itu akan membuat sesuatu semakin rumit jika segala hal selalu ditutup-tutupi. Jika dokter terbuka maka semua menjadi lebih simpel. Gadis itu memiliki calon tunangan dan dokter tahu, giliran dokter yang bertunangan dia nggak boleh tahu. Jika kalian telah sama-sama tahu memiliki tunangan tapi kalian tetap cinta. Itu membuktikan kalau cinta kalian memang sangat kuat dan yang lain silahkan menyingkir saja," tutur Lola.

__ADS_1


Mikho tertawa, Lola gadis desa yang berpikiran sederhana. Selalu ingin terbuka untuk hal apa saja, bahkan kekagumannya pada dokter tampan itu pun diceritakannya pada sang suami sehingga suaminya ingin berkenalan dengan Mikho. Tak ada yang ditutup-tutupi. Setelah memperkenalkan, sang suami silahkan memutuskan, Lola di perbolehkan bekerja dengan Mikho atau tidak, karena kejujuran wanita itu, Lola diizinkan oleh suaminya tetap bekerja pada Mikho.


"Baiklah! Baiklah! Kalau begitu aku mau pulang sekarang," ucap Mikho.


"Nggak jadi ngajak pasien istimewa itu?" tanya Lola.


"Tentu saja bersama dia, aku harus membawanya pulang ke kota. Tak akan aku biarkan dia menginap di sini bersama tunangannya … eh calon tunangannya, yang nggak bakalan jadi," ucap Mikho lalu tertawa.


"Dokter Mikho jadi lebih ceria sekarang, sejak ketemu dengan pasien itu–"


"Oh ya?" tanya Mikho.


Tak perlu ditanyakan lagi, semua orang pasti bisa melihat perubahan sikap pada diri dokter tampan itu. Hatinya ditumbuhi bunga-bunga hingga suasana hatinya jadi lebih indah. Di mata Lola, dr. Mikho sangat baik tapi muram. Hatinya tak seceria saat ini, saat dirinya telah bertemu dengan kekasih hatinya.


Mikho mengajak pasiennya pulang ke kota. Calon tunangan Celine akhirnya membatalkan menyewa kamar dan memberikan kompensasi pembatalan pemesanan kamar itu. Mikho sangat bersyukur Celine bersedia diajak pulang bersamanya.


Setelah mengantar Lola, mereka bertiga melakukan perjalanan menuju kediaman mereka di kota. Mikho bahagia, sebentar-bentar menoleh ke sampingnya. Celine balas menoleh, mereka pun tersenyum. Mikho melirik ke bangku belakang melalui kaca spion tengah.


Terlihat calon tunangan Celine itu telah tertidur. Mikho tersenyum lalu meraih tangan Celine dan menggenggamnya. Celine kaget dan reflek menoleh ke bangku belakang. Langsung lega saat melihat calon suaminya itu telah tertidur. Sekilas merasa kasihan pada laki-laki itu yang telah repot mengurusinya.


Mikho mendorong wajah Celine agar tak menatap calon tunangannya itu lagi. Mikho cemburu, gadis itu tersenyum lalu membiarkan Mikho kembali menggenggam tangannya. Tak cukup sampai di situ, Mikho juga mengecup punggung tangan gadis itu.


"Aku mencintaimu," ucap Mikho.


"Apa?" tanya Yodi.


Keduanya langsung kaget, mendengar ucapan Mikho yang tak dibalas oleh Celine tapi justru dibalas oleh calon tunangannya. Reflek Celine menoleh ke belakang dan Mikho pun langsung menjadi kelimpungan karena pernyataan cintanya telah didengar oleh calon tunangan Celine.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2