Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 55 ~ Keraguan ~


__ADS_3

Celine memberikan nasehat pada Yosi agar lebih semangat mencapai kesuksesannya tanpa merasa rendah diri karena kondisi keluarganya. Yosi langsung memeluk Celine. Mikho berdiri diam di belakang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka. Laki-laki itu langsung memalingkan wajahnya sambil tertawa tertahan. Saat melihat Yosi memeluk Celine. Menurutnya, bagaimanapun juga Yosi adalah orang lain dan anak itu juga lumayan tampan.


"Baik Kak Celine, aku akan rajin belajar," janji anak itu pada Celine setelah melepaskan pelukannya.


Celine mengangguk, anak itu pamit masuk ke kamarnya. Perlahan Mikho mendekati calon istrinya yang termenung menatap taman belakang itu. Mengecup puncak rambut calon istrinya itu dari belakang. Membuat Celine sangat terkejut hingga mengurut dada. Gadis itu sempat berpikir kalau Yosi yang melakukannya.


"Kenapa? Kaget? Kamu pikir anak itu yang melakukannya? Awas saja kalau dia berani. Giliran wajahnya itu yang aku bikin babak belur," ucap Mikho.


"Eh rupanya Yayang Mikho?" tanya Celine langsung tersenyum merayu.


"Jangan senyum-senyum merayu, aku lagi cemburu!" ucap Mikho. Celine justru semakin senyum-senyum.


Mikho tertawa lalu duduk di samping Celine menggantikan Yosi yang tadi duduk di situ. Celine langsung memeluk dada bidang itu. Mendengar detak jantung Mikho seperti nada yang menenangkan baginya.


"Aku bilang aku cemburu langsung dipanggil Yayang Mikho, langsung dipeluk juga. Taktik yang jitu untuk meredam emosiku," ucap Mikho sambil balas memeluk calon istrinya itu.


Celine tertawa tetapi masih tetap memeluk laki-laki tampan itu. Mikho pun tersenyum sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah dirasa aman, laki-laki itu langsung mengangkat dagu Celine dan membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu.


Mikho sangat merindukan bermesraan dengan calon istrinya. Malam ini mendapat kesempatan setelah sabar menunggu Celine yang berbincang dengan Yosi. Mereka harus menepis rasa haus akan kemesraan karena beberapa hari ini sibuk mengikuti sidang atas kejahatan yang dilakukan Pak Cipto.


Penyimpangan kewenangan yang dilakukan Pak Cipto selama menjadi Direktur Perencanaan berlanjut saat ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas menggantikan posisi Pak Yudhi sebagai Direktur Utama. Penyelewengan itu mengarah pada tindak pidana penggelapan. Suatu tindakan yang berangkat dari kepentingan-kepentingan yang keluar dari tujuan yang telah digariskan, baik dalam perjanjian kerja maupun pencapaian tujuan perusahaan.


Tim fraud telah menemukan bukti-bukti penyelewengan dalam bentuk penggelapan dana kegiatan, mark-up nilai transaksi, pemalsuan tanda-tangan, pemalsuan surat keterangan dokter, penerimaan grativikasi dan banyak lagi.


Begitu banyaknya bukti penyelewengan, perusahaan yang dilakukan Pak Cipto. Akhirnya perusahaan memutuskan untuk menyerahkan kasus itu ke ranah hukum. Setelah beberapa kasus diproses lebih dulu secara internal dan setelah diklarifikasi bahwa Pak Cipto terbukti melakukan tindak pidana. Pengajuan laporan atas tindak pidana pun disampaikan ke kantor Kepolisian.


Sanksi atas pelanggaran yang dilakukan Pak Cipto atas penyalahgunaan wewenang yang telah dilakukannya, Pak Cipto, mendapatkan hukuman pidana penjara selama lima tahun. Sebuah hukuman yang terbilang kecil dibandingkan semua kejahatannya.


Setelah Pak Cipto mengembalikan kerugian yang ditanggung perusahaan dengan cara menyerahkan aset-aset yang dimilikinya. Pak Cipto hanya dituntut untuk beberapa kasus penyelewengan sehingga mantan direksi itu hanya dikenai hukuman sebanyak lima tahun.


Meskipun Mikho tak berkepentingan dalam sidang itu tetapi dia turut datang setiap ada waktu. Semua itu sebagai rasa pedulinya pada keluarga yang akan menjadi keluarganya itu. Juga sebagai bentuk dukungan terhadap calon istri yang sangat dicintainya. Hari ini putusan hukuman untuk Pak Cipto telah di ketok palu.


Keluarga Celine tenang untuk beberapa saat. Malam itu, Mikho datang mengunjungi Celine dan menunggu saat gadis itu memberikan nasehat pada anak bungsu dari musuh keluarganya itu. Mikho semakin kagum pada kebaikan hati Celine. Segera menghampirinya setelah Yosi kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Membenamkan bibirnya dan menikmati manisnya bibir gadis cantik itu. Setelah sekian lama, membuat laki-laki itu menahan rindu dan ingin melunasinya sekarang juga. Celine tertawa saat mereka berdua serentak melepaskan ciuman karena keduanya tak bisa bernafas lagi.


"Kamu dan keluargamu sangat baik. Kalau aku justru akan mendoakan mereka semakin terpuruk. Mampus sampai ke akar-akarnya. Menderita sampai ke ujung-ujungnya–"


"Ih … jahat sekali," ucap Celine.


Mikho tertawa, gadis itu pun ikut tertawa. Apa yang diucapkan Mikho itu mungkin akan dilakukan sebagian besar orang. Melihat kehancuran seorang musuh pasti sangat diharapkan. Menjadi sebuah kemenangan dan kebahagiaan bisa membuat lawan jatuh terpuruk.


Namun, berbeda dengan Celine dan keluarganya. Mereka justru melindungi anak yang menjadi musuh mereka bahkan membantu pendidikan anak itu agar bisa mandiri dan sukses. Keluarga itu akan merasa lega, mereka tak ingin berhutang apa pun pada anak yang harus dipisahkan dari keluarganya akibat dari permusuhan orang tuanya.


"Dia sudah menolongku Kak Mikho. Aku berhutang budi padanya. Selain itu aku ingin menghapus dendam keluarganya pada kami. Memasukkan mereka ke dalam penjara mungkin semakin memperbesar dendam mereka terhadap kami. Masuk penjara mungkin bisa tapi juga mungkin tak bisa membuat mereka sadar akan kesalahan mereka. Satu-satunya cara yang bisa aku pilih untuk mengakhiri itu, adalah membantu salah satu dari putra mereka sukses agar bisa menjamin kehidupan mereka saat mereka keluar dari penjara nanti," jelas Celine.


Mikho mengangguk-angguk. Suatu saat keluarga itu pasti akan bebas. Di saat itu, Celine dan keluarganya justru akan terpenjara oleh perasaan mereka sendiri. Mereka pasti akan merasa kalau keluarga itu akan kembali untuk membalas dendam pada mereka. Apalagi jika ekonomi mereka terpuruk, bisa-bisa mereka gelap mata dan itu bisa membahayakan Celine dan keluarganya.


Mikho mengerti jalan pikiran calon istrinya. Gadis itu selalu berusaha menuntaskan segala perselisihan tanpa menyimpan rasa dendam. Semua orang tak seperti dirinya yang begitu mudah memaafkan.


Seperti yang dilakukannya pada Tiara. Meski yang dilakukan Tiara membuatnya terpuruk hingga merasa tak sanggup lagi menjalani hidup. Saat Tiara meminta maaf, dengan mudah Celine memaafkannya. Meski hatinya tersakiti oleh ucapan Tiara justru dia sendiri yang meminta maaf pada Tiara. Menurutnya Tiara tak akan seperti itu padanya jika bukan karena dirinya sendiri.


Celine cenderung menilai dirinya sendiri sebagai orang yang bersalah. Apapun ucapan kebencian yang ditujukan padanya, dia sendirilah yang dianggap sebagai sumber kebencian orang itu. Celine memejamkan matanya dalam pelukan Mikho, mencari ketenangan dalam pelukan hangat dari laki-laki yang dicintainya itu.


"Aku cemburu lagi," ucap Mikho langsung masuk ke kamar Celine.


"Apa sih cemburu terus?" tanya Celine pada calon suaminya yang datang-datang langsung merajuk.


"Kamu perhatian sekali padanya. Aku dibiarkan begitu saja," ucap Mikho sambil mengerucutkan bibirnya.


Celine tertawa melihat ekspresi lucu Mikho. Saat mendapat istirahat, Mikho datang ke kantor Celine untuk mencari gadis itu. Namun, mendapati gadis itu keluar kantor bersama Yosi. Meskipun saat di telepon terdengar seperti memaklumi kesibukan gadis itu tetapi saat bertemu, laki-laki itu menunjukkan sikap merajuknya lagi.


Celine gemas melihat sikap tunangannya itu. Menangkup wajah tampan itu lalu menenggelamkan bibir ke bibir laki-laki itu. Mikho tersenyum lalu menggendong Celine dan membaringkannya di ranjang. Laki-laki melanjutkan ciuman dan kecupannya sambil memeluk gadis yang berbaring di bawahnya itu.


"Gerah ya? Boleh lepas pakaian nggak," ucap Mikho menggoda.


"Ya ampun tinggal turunkan suhunya aja," jawab Celine.

__ADS_1


"Ah itu cara biasa, aku ingin hilangkan gerah secara manual," ucap Mikho.


"Ada-ada aja, secara manual, apaan? Itu cara dengan niat terselubung," jawab Celine. Mikho tertawa.


"Aku sudah dua kali memeluk dan menciummu tanpa mengenakan pakaian," bisik Mikho.


"Hm mm," jawab Celine mengiyakan.


"Aku ingin yang ketiga tidak cuma sampai ciuman," lanjut Mikho.


"Maunya apa?" balas Celine bertanya sambil berbisik.


"Maunya sampai selesai," bisik laki-laki itu.


Celine terdiam, gadis itu tahu arah pembicaraan Mikho. Entah kenapa ada perasaan ragu dihatinya sejak mendapat perlakuan dari Yodi. Mikho terkadang ingin membicarakan pernikahan mereka. Celine mengelak dengan alasan sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya.


Setiap kali Mikho bertanya kapan pernikahan akan mereka laksanakan, Celine sering mengalihkan pembicaraan ke arah yang lain. Mikho maklum kalau gadis itu belum mau terikat pernikahan dengannya. Bersabar menunggu hingga gadis itu siap.


Celine ingin menghilangkan keraguan di hatinya tentang status keperawanannya. Gadis itu berprasangka bahwa dirinya telah dilecehkan karena tak ada yang menolongnya dari perbuatan jahat Yodi. Meski setengah sadar, Celine melihat Yosi pergi meninggalkannya berdua saja dengan laki-laki itu.


Saat sadar dari pingsannya, Celine mendapati pakaiannya telah berantakan. Reflek mencari tetesan darah, yang menjadi simbol keperawanan seorang wanita yang telah rusak. Gadis itu tak menemukannya. Namun, mengingat kemarahan Yodi, apa mungkin laki-laki itu mengurungkan niat melampiaskan nafsunya? Celine kembali meragukan itu. Namun, tak bisa berpikir lagi saat mendengar teriakan frustasi dari Yosi.


Gadis itu melupakan kejadian dan keraguannya itu dengan mencari kesibukan. Kesibukan apa saja, asalkan bisa mengalihkan pikirannya dari kejadian itu. Celine tak mungkin bertanya pada Yodi apakah laki-laki itu telah merenggut kesuciannya atau tidak. Celine hanya bisa lari dari masalah itu.


Menjalani hari-harinya dengan berbekal keyakinan bahwa tak menemukan darah berarti dirinya masih perawan. Namun, suatu saat mendengar obrolan mahasiswi yang menyatakan tidak semua wanita perawan mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan badan. Celine tercengang dan mulai membaca artikel-artikel tentang itu.


Tidak selamanya berhubungan dengan wanita perawan menyebabkan perdarahan. Oh Tuhan, berarti belum pasti. Aku tak menemukan tetesan darahku, bukan berarti aku masih perawan? Batin Celine menangis menatap laptopnya.


Himen atau lapisan tipis itu dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan. Himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan masih perawan. Namun, himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, tetapi himennya masih utuh, yang disebut dengan himen yang elastis. Kesimpulannya, belum tentu semua yang berhubungan pertama kali mengeluarkan darah.


Celine tersandar di kursi kerja di kamarnya. Semakin membaca artikel itu semakin membuatnya ragu akan status keperawanannya. Jalan lain untuk mengetahui apakah dirinya belum ternoda adalah dengan memeriksakan ke dokter. Namun, setiap kali membuat janji dengan dokter, setiap kali itu pula dia membatalkannya. Celine sendiri merasa tak sanggup mendengar kenyataan yang akan disampaikan dokter padanya.


Setiap malam membaca informasi-informasi yang bisa menenangkan hatinya. Celine bergegas menutup laptopnya saat mendengar ketukan pintu. Mikho masuk, mengatakan dia cemburu lagi, tetapi sambil tersenyum padanya. Celine segera menghapus kegalauan hatinya demi menyambut satu-satunya laki-laki yang dicintainya.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2