Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 36 ~ Berubah ~


__ADS_3

Celine pergi membawa Teon dan mengobatinya di ruang khusus. Sambil mengoleskan gel di luka lebam itu air mata Celine tak kunjung berhenti. Apa yang terjadi tadi benar-benar membuat hatinya terasa perih. Untuk kedua kalinya gadis itu dimaki oleh Tiara dengan kata-kata yang merendahkannya.


"Celine, maaf ya, aku merusak pestamu," ucap Teon menatap wajah Celine yang menangis.


Laki-laki itu merasa menyesal tak mampu menahan diri hingga membuat keributan. Merasa tak ingin lagi berdiam diri menerima perlakuan dan tuduhan dari Mikho. Teon kini merasa menyesal karena dirinya tahu, Mikho adalah orang yang dicintai Celine. Perkelahian mereka membuat Celine terpaksa memilih membelanya lagi.


"Bukan itu Bang, bukan karena perkelahian kalian," jawab Celine sambil menunduk terisak-isak.


"Lalu kenapa?" tanya Teon tak percaya dengan ucapan Celine.


"Sungguh! Bukan karena Abang. Ini … aku … Bang, apa menurut Abang aku ini seorang lontee? Apa tingkah laku dan sikapku memang pantas mendapat panggilan itu?" ucap Celine kesulitan bicara karena isak tangisnya.


"Apa? Ya nggak lah Cel, dari mana kamu dapat pikiran seperti itu?" tanya Teon begitu heran.


"Aku … aku … Tiara kembali memanggilku seperti itu. Nggak mungkin dia … bicara seperti itu tanpa alasan bukan? Dia memang menilai aku seperti itu 'kan?" tanya Celine dengan isak tangis yang membuat tubuhnya berguncang.


"Nggak Cel, itu pasti karena emosi. Dia nggak mungkin benar-benar menilai kamu seperti itu. Itu pasti karena–"


"Ini sudah kedua kalinya Bang, saat itu di perkemahan dan sekarang di pesta ku sendiri. Dia benar-benar membenciku Bang. Dia sangat membenciku. Dia tak mau membalas pesanku, dia ingin memutuskan hubungan pertemanan denganku. Aku tak berani mengundangnya tapi dia datang bersama Mikho dan memaki aku dengan sebutan itu. Apa aku seperti itu Bang, di matanya aku memang seorang lontee Bang?" tanya Tiara sambil sesenggukan.


Tega sekali Tiara berkata seperti itu. Kami jelas-jelas melihatnya bersedih dan menangis saat Celine kritis tapi sekarang ucapannya seperti itu lagi. Apa dia lupa, bagaimana dia dulu menyayangi Celine? Cinta membuat orang berubah, Tiara kehilangan rasa sayangnya pada Celine karena cintanya pada Mikho. Sekarang mereka telah bertunangan. Mungkin karena khawatir kehilangan tunangannya, Tiara tega berkata seperti itu pada Celine, batin Teon.


"Bang, aku letih, aku ingin pulang. Tolong sampaikan pada orang tuaku, jangan sampai mereka tahu kejadian di depan restoran tadi ya Bang," pinta Celine.


Beruntung acara terpisah bagi orang tua dan anak-anak muda. Para sahabat keluarga Celine menempati ruangan di lantai atas dengan suasana yang lebih tenang. Pesta yang di dominasi pasar bapak-bapak dan ibu-ibu yang hanya diisi dengan berbincang-bincang sambil menikmati hidangan.

__ADS_1


Berbeda dengan pesta untuk teman-teman sebaya Celine. Mereka di suguhkan musik yang membuat suasana riuh. Tawa dan canda anak-anak muda yang kebanyakan dari jurusan IPS serta teman-teman sekantor dengan Celine. Tak hanya berbincang dan menikmati hidangan, mereka bahkan berdansa di tempat yang telah disediakan.


"Celine, jangan pulang! Istirahatlah di sini, aku akan menjagamu," ucap Teon merasa khawatir jika gadis itu seorang diri di rumah.


"Sebaiknya aku pulang Bang–"


"Nggak! Kalau kamu nekat aku akan ceritakan pada orang tuamu, apa yang terjadi di depan restoran. Kalau … kamu nggak mau aku temani, aku panggil temanmu atau siapa pun, terserah asal kamu jangan pulang dan sendirian di rumah," ucap Teon yang khawatir akan jiwa Celine yang kembali terguncang karena ucapan Tiara.


Celine harus selalu dikawal, dia tak boleh sendiri. Aku takut dia berpikiran pendek seperti dulu. Kata-kata dari sahabat pasti lebih menyakitkan daripada ucapan siapa pun. Mungkin yang membuat Celine tak mampu lagi menahan  kesedihannya karena Tiara. Mungkin yang menyebabkan Celine bunuh diri adalah Tiara. Tega sekali Tiara, tak ada kapok-kapoknya dia mengucapkan kata-kata jahat seperti itu, batin Teon.


Teringat lagi olehnya curhatan Celine di atas puncak gunung. Teon berhasil memancing isi hati Celine terhadap Mikho. Menurutnya, Celine telah menyukai Mikho tapi ada yang menghalangi mereka untuk bersama.


Namun, setelah dipancing akhirnya Celine menceritakan kejadian masa lalu itu. Teon terkejut, tak percaya, kejadian seperti itu membekas di hati gadis itu sekian lama. Menjadi penghalang cintanya pada Mikho. Teon merasa kasihan, berusaha membantu untuk menyatukan mereka dengan memberikan editan foto mereka di hamparan bunga edelweis.


Ekspresi haru Mikho melihat foto itu membuktikan cinta laki-laki itu tulus pada Celine. Bagaimana khawatirnya laki-laki itu dan perhatiannya yang luar biasa pada Celine telah membuktikan cintanya. Teon percaya Mikho benar-benar mencintai Celine.


Mereka semakin akrab setelah kepergian Celine. Berbagi kesedihan sesama orang yang menyayangi gadis itu. Justru membuat mereka membuat mereka bergantung satu sama lain hingga akhirnya sekarang bertunangan, batin Teon sambil menatap Celine yang berbaring di ruangan khusus untuk istirahat itu.


Laki-laki itu itu tak tahu apa yang terjadi tetapi begitulah menurutnya. Setelah kepergian Celine tak lama kemudian mereka di sibukkan dengan persiapan Ujian Nasional, sibuk mengikuti persyaratan-persyaratan kelulusan. Teon tak lagi bisa terpaku memikirkan Celine dan sahabat-sahabatnya hingga akhirnya mereka lulus sekolah.


Teon keluar dari ruangan itu dan langsung di hampiri oleh Yodi. Calon suami Celine itu bertanya pada Teon tentang kondisi Celine. Gadis itu yang telah menghubungi Teon beberapa bulan yang lalu, memperkenalkan Yodi sebagai calon suaminya. Teon terkejut, karena yakin Celine tak akan mudah melupakan Mikho tetapi kini justru bertunangan dengan laki-laki lain. Teon hanya pasrah saat Celine mengenalkan laki-laki itu sebagai calon suaminya.


Teon menjelaskan pada Yodi kalau Celine butuh istirahat dan jangan sampai orang tua Celine tahu tentang kejadian di depan pintu restoran tadi. Yodi mengangguk setuju, kedua laki-laki itu akhirnya menunggu Celine di depan ruang istirahat itu.


Sementara itu Mikho mengantar Tiara pulang. Selama perjalanan mereka hanya diam membisu, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tiara yang tak menyangka Mikho dengan tegas mengakui pertunangan mereka, membuat hati gadis itu berbunga-bunga.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan perasaan Mikho. Laki-laki itu yang tak ingin harga dirinya diinjak-injak sebagai seorang yang harus menjaga Tiara. Kini menyesali ucapannya yang jelas telah melukai hati gadis yang dicintainya.


Maafkan aku Celine, maafkan aku sayang. Kamu harus tahu, pertunangan kami hanyalah simbol agar orang tua kami tak merasa heran dengan kedekatan kami. Kamu tahu Celine, Tiara juga tahu, kalau aku hanya mencintai kamu, batin Mikho dalam diam.


Sampai di rumah Tiara, laki-laki itu mengantar Tiara tanpa berkata-kata. Tiara merasakan perubahan suasana hati Mikho sejak memutuskan segera pulang. Laki-laki itu hanya diam dan Tiara pun enggan berkata-kata.


"Kamu menyesal 'kan dengan pertunangan ini?" tanya Tiara di depan teras rumahnya.


Membuat langkah Mikho langsung terhenti. Setelah pamit pada orang tua Tiara, laki-laki itu langsung membalik badan untuk pulang. Tanpa basa basi pada Tiara. Gadis itu merasa Mikho murka padanya.


"Aku tak menyangka kamu tega berkata seperti itu pada Celine. Sahabatnya sendiri tega melontarkan kata-kata keji seperti itu padanya. Aku tak menyangka kamu sekejam itu. Aku hampir tak percaya dengan pendengaranku," ucap Mikho tanpa membalik badan.


"Bagaimana denganmu sendiri? Kamu yang pertama kali melontarkan padanya, aku hanya mengikutimu–"


"Apa? Kamu sudah gila atau bagaimana? Mana mungkin aku mengucapkan kata-kata seperti itu pada Celine. Bahkan saat dia meremehkan aku sebagai Ketua OSIS pun, aku tak pernah sekejam itu membalas ucapannya," jawab Mikho langsung membalik badan menatap Tiara.


"Aku … tak bohong! Sudahlah … sekarang bagaimana? Kamu mau apa? Ingin membatalkan pertunangan ini? Apa kamu lupa dengan ucapan Celine tadi? Dia tak ingin kamu muncul lagi di hadapannya," ungkap Tiara sambil tersenyum miring.


"Kamu berubah Tiara, kamu jauh berubah. Lebih parah dan lebih kejam daripada Erica. Meskipun dia benci pada Celine, tapi dia tak tega menunjukkannya langsung di depan Celine. Setidaknya aku tak pernah melihatnya begitu. Aku tahu di belakang Celine, di belakangku, dia menjelek-jelekkan Celine tapi di hadapan Celine dia tak pernah merendahkan sesama  perempuan seperti itu. Sementara kamu, terlihat baik, terlihat manis dan menerima setiap kali kita bicara tentang Celine tapi ternyata bisa tega mengucapkan kata-kata menghina seperti itu," tutur Mikho lalu membalik badan untuk pergi.


"Kamu tahu apa sebabnya itu? Kamu! Kamu lah yang menyebabkan aku menjadi kejam seperti ini. Karena aku lelah! Aku muak dengan cintamu padanya. Kamu tak pernah memikirkan aku! Kamu tak pernah memikirkan perasaanku! Aku benci padanya yang masih muncul di antara kita!" jerit Tiara.


"Kamu lupa, hubungan kita ini … ada karena dia. Aku tak akan mengenalmu jika bukan karena ingin mengenalnya. Aku tak akan dekat denganmu jika bukan karena kamu dekat dengannya. Karena kamu sahabatnya, sama-sama orang yang menyayanginya. Hubungan kita, pertunangan kita karena kita sama-sama menyayanginya tetapi sekarang aku baru tahu, yang menyayangi Celine cuma aku. Kamu hanya gadis yang berpura-pura. Pura-pura sayang, pura-pura peduli pada Celine, padahal semuanya palsu," tutur Mikho kembali melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.


Aku tidak pura-pura, aku tulus menyayanginya. Hanya saja rasa sayangku tak bisa menutupi kebencianku padanya, batin Tiara.

__ADS_1


Gadis itu menangis sesenggukan seorang diri di teras rumahnya. Kini menyadari dirinya berubah di mata Mikho. Sebagai seorang yang kejam dan munafik. Jika dulu saat Celine belum muncul di antara mereka, Tiara merasa tak bisa meraih hati Mikho. Kini saat Celine kembali, harapannya semakin tipis. Kehadiran Celine di hadapan dan di hati Mikho membuatnya frustasi untuk bisa meraih cinta Mikho.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2