Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 85 ~ Tidak Perawan Lagi ~


__ADS_3

Mikho datang jauh-jauh untuk menemui Celine. Meski sempat berniat mundur tetapi akhirnya laki-laki itu bertekad mempertahankan cintanya. Hampir putus asa saat Celine menuduhnya ingin kembali bersama karena ternyata dirinya masih suci. Mikho tak ingin gagal lagi memiliki Celine.


Setelah berpisah sekian tahun gadis itu tetap dicintainya. Bertemu lagi dan akhirnya menikah tetapi belum juga bisa bersatu. Mikho tak mau lagi segala ucapan, pikiran atau apa pun menjadi penghalangnya hidup bersama Celine.


Jika kemarin laki-laki itu frustasi melihat seseorang hadir dalam hidup Celine, sekarang dia tak peduli lagi. Jika perlu dia merebut Celine dari tangan siapa pun. Mikho berhak terhadap diri Celine karena gadis itu adalah istrinya.


Terlebih lagi Celine sepertinya mau menerimanya. Menerima ciuman dan pelukannya bahkan membalasnya. Namun, tiba-tiba Celine mendorong tubuh Mikho. Tentu saja laki-laki itu menjadi kaget karena Celine menolaknya di detik-detik Mikho hendak melancarkan aksi bercintanya. Mikho menatap heran gadis yang telah berbaring di bawahnya tanpa mengenakan apa pun itu. Merasa heran dengan penolakan Celine yang mendorongnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ada apa sayang?" tanya Mikho heran.


"Bukannya masa pernikahan kita sudah berlalu? Bukankah artinya kita telah bercerai?" tanya Celine dengan mata yang sendu.


"Aku tidak pernah menceraikanmu," jawab Mikho.


"Tapi–"


"Ada dua hal yang membuktikan kalau aku belum menceraikanmu. Yang pertama adalah kata cerai yang dinyatakan dalam keadaan marah atau emosi. Yang kedua aku tidak pernah sungguh-sungguh bermaksud menceraikanmu," jawab Mikho sambil memeluk Celine.


Laki-laki itu tak ingin istrinya memiliki keraguan atas status pernikahan mereka. Menjelaskan bahwa kata cerai yang diucapkan oleh seseorang yang sedang marah dianggap tidak terjadi perceraian, karena orang itu dianggap dalam keadaan tidak sadar.


"Aku dalam kondisi yang begitu marah, tapi tetap ingin menikahimu hingga tanpa sengaja keluar kata-kata atau sesuatu yang aku sendiri tidak menginginkannya. Aku berada pada kondisi marah yang menghilangkan kesadaran hingga aku tidak mengerti apa yang aku ucapkan. Dalam kondisi ini tidak terjadi perceraian sayang," jelas Mikho sambil menatap gadis dalam pelukannya itu.


"Lalu kondisi yang bagaimana yang benar-benar bercerai?" tanya Celine penasaran.


"Ditetapkan beberapa syarat untuk terjadinya cerai. Adanya pernyataan cerai tanpa ada paksaan dari siapapun, mengerti makna pernyataan itu, dan ada kehendak atau niat untuk menceraikan. Bila tidak ada niat untuk menceraikan, maka pernyataan cerai dianggap hanya main-main. Jadi, dalam kasus kita ini, tidak terjadi perceraian. Cerai yang sebenarnya itu memerlukan niat atau kesengajaan yang mantap untuk menceraikan. Adapun orang yang main-main atau dalam keadaan tidak sadar, tentu tidak ada niat dan tidak ada kehendak yang sungguh-sungguh untuk bercerai," jelas Mikho yang panjang lebar.


"Jadi Kakak tidak benar-benar ingin bercerai denganku?" tanya Celine begitu polos.

__ADS_1


"Ya ampun sayang. Aku cinta sama kamu sejak kelas enam SD. Kembali jatuh cinta sama kamu saat SMA. Tetap cinta, cinta, cinta sama kamu saat kita sudah dewasa bahkan akhirnya kita berhasil menikah. Masa setelah menikah aku langsung ingin bercerai darimu? Rugi. Dicicipin aja belom," bantah Mikho sambil menahan senyum.


Mendengar ucapan itu, Celine langsung mencubit pinggang suaminya. Wajahnya langsung merona. Melihat begitu cantiknya Celine dengan wajah memerah itu, Mikho tak tahan dan langsung membenamkan bibirnya ke bibir wanita cantik itu.


Kembali ingin menyalurkan hasratnya yang telah tertahan sejak tadi. Tak ada halangan lagi yang bisa merintangi mereka melakukan itu. Celine pun menyambut hangat. Setiap pelukan, belain dan ciuman dari suaminya.


Namun, tiba-tiba Celine membuka matanya yang terpejam. Lalu kembali mendorong tubuh suaminya. Mikho kembali kaget dengan tingkah Celine.


"Ada apa lagi sayang?" tanya Mikho dengan nada yang panjang dan setengah memohon.


"Berarti kita sekarang ini mau melakukan malam pertama?" tanya Celine polos.


"Ya ampun, iya sayang," jawab Mikho kembali dengan nada panjang dan nada yang semakin memohon agar Celine tidak menghentikannya lagi.


"Tapi sekarang masih sore. Berarti namanya bukan malam pertama," ucap Celine.


"Tapi ada Devan dan Erica di luar sana," ucap Celine mencari alasan.


"Mereka nggak ada hubungannya dengan kita. Biarkan saja, mereka nggak akan berani ganggu kita, percayalah!" seru Mikho sambil kembali menciumi leher Celine.


"Sebenarnya aku masih takut, bagaimana kalau ternyata aku memang tidak perawan lagi–"


"Biar aku periksa," ucap Mikho sambil menahan senyum.


"Periksa bagaimana?" tanya Celine menahan lengan Mikho yang ingin duduk.


"Aku ini dokter, aku tahu bagaimana cara periksa keperawanan–"

__ADS_1


"Oh tidak!" seru Celine sambil bangun dan kembali memeluk Mikho.


Gadis itu malu jika Mikho memeriksanya. Gadis itu memeluk suaminya bahkan sampai memejamkan mata sambil menggelengkan kepalanya. Tak sanggup membayangkan laki-laki itu memeriksanya meski telah menjadi suaminya.


"Baiklah, kalau begitu tak perlu diperiksa. Langsung aku buktikan aja ya sayang," bisik Mikho pada Celine yang masih memejamkan mata sambil memeluknya.


Mikho kembali membaringkan tubuh istrinya. Kali ini menciumi istrinya dengan penuh kelembutan. Mikho mengerti ada banyak hal yang ditakutkan seorang gadis saat melakukan malam pertama. Rasa tak percaya diri tetap timbul meski selalu menjaga diri dan kehormatannya dengan hati-hati.


Mikho membuat suasana hati Celine senyaman mungkin. Mencumbu gadis itu dengan mengucapkan kata-kata yang mengingat cinta mereka yang kuat, tulus dan suci. Membuat hati Celine berbunga-bunga dengan menyanjungnya. Membuat hati Celine bahagia dengan harapan-harapannya terhadap gadis itu di masa depan. Terlebih lagi yang ingin diingatkan Mikho, bahwa Celine adalah segala-segalanya bagi Mikho.


"Aku ingin buktikan cintaku sama kamu, maukah kamu menerima aku?" tanya Mikho berbisik.


Celine mengangguk, akhirnya pasrah membiarkan suaminya membuktikan cintanya. Celine yakin apa yang dilakukan Mikho kali ini adalah bukti cintanya. Karena selama ini, Mikho telah berhasil menahan nafsunya. Celine memejamkan matanya dan memeluk Mikho kuat, saat merasakan perih. Mikho pun mengalihkan perhatian gadis itu dari rasa sakit dengan ciuman-ciumannya.


Melakukannya dengan penuh kelembutan dan penuh perasaan hingga mencapai puncaknya dan aksi bercinta itu pun selesai. Mikho berterima kasih sambil memeluk istri yang sangat dicintainya itu. Menghirup aroma tubuh Celine dalam-dalam sambil memejamkan mata. Setelah puas memeluk istrinya Mikho menatap wajah Celine.


"Aku sudah buktikan. Kamu ingin tahu hasilnya?" tanya Mikho sambil mengangkat wajah istrinya.


"A … pa?" tanya Celine ragu-ragu.


"Hasilnya … kamu sudah tidak perawan lagi," ucap Mikho.


"Apa?" tanya Celine kaget hingga terbelalak.


Gadis itu langsung bergerak turun dari ranjangnya. Matanya terasa panas dan ingin segera menangis. Meski Yosi menyatakan belum sempat terjadi apa-apa padanya saat penculikan, Celine masih berpikir anak itu mengucapkannya hanya untuk membuat hatinya tenang.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2