
Erica sengaja membiarkan Celine dan Mikho berbincang berdua. Gadis itu segera mengajak Devan untuk melihat-lihat kebun sayuran Celine. Meskipun merasa sedih karena mendengar pernyataan Devan yang mengaku menyukai Celine.
Gadis itu pasrah, Celine memang mudah disukai. Meski berpikir keras pun Erica tak akan bisa menemukan jawaban. Wajah Celine yang cantik, pemikirannya yang lugu, kebaikan hatinya, apa saja, bisa membuat laki-laki menyukainya. Erica pasrah tak ingin bersaing lagi dengan Celine.
Siapa pun yang disukai Celine ataupun yang ditolak Celine, tetap saja tak beralih menyukainya. Erica pernah membuat, hubungan Celine dan Mikho merenggang. Membuat mereka berpisah tetapi meskipun berpisah tetap tak membuat Mikho beralih menyukainya.
Begitu juga dengan Devan. Saat dekat dengan Celine, Devan menyukai Celine. Saat berpisah pun ternyata masih menyukai Celine bahkan sekarang saat mengetahui Celine telah menikah pun tetap saja membuat Devan tak mengalihkan cintanya dari Celine.
"Aku penasaran kenapa kamu bisa pindah ke desa ini? Bukannya dulu kita sama-sama tinggal di kota?" tanya Erica.
__ADS_1
"Sejak Papaku resign, kami balik ke kampung halaman. Aku juga meminta di tugaskan di desa ini agar bisa menjaga orang tuaku," jelas Devan.
"Resign? Kenapa?" tanya Erica.
Devan pun menjelaskan alasan ayahnya terpaksa mengundurkan diri dari perusahaan. Erica tercengang mendengar cerita Devan. Gadis itu akhirnya tahu juga penyebab ayah Devan terpaksa mengundurkan diri.
"Daddy ku yang menjebak papamu 'kan? Aku tahu itu. Aku tahu kapan Daddy menjabat sementara posisi direktur utama di perusahaan itu. Papamu resign tepat saat Daddy menjabat Direktur Utama 'kan? Jadi? Berarti Daddy ku juga yang membuat Papamu mengalami serangan jantung?" tanya Erica.
Dengan perasaan sedih Erica mendengar perjalanan hidup Devan yang hidup sangat sejak ayahnya keluar dari penjara. Erica pun tak sanggup menahan kesedihannya hingga menangis mendengar cerita Devan. Melihat Erica yang begitu sedih, Devan merangkul gadis itu. Erica pun sama seperti Celine, menangis sedih dalam pelukan Devan.
__ADS_1
"Aku ambilkan kamu air minum ya?" tanya Devan saat melihat Erica sudah merasa berkurang rasa sedihnya.
Dalam hati Erica ingin melakukan sesuatu untuk keluarga Devan. Membantu laki-laki itu untuk mengurus ayahnya yang terkena penyakit jantung. Erica mengangguk dan mereka pun kembali ke rumah Celine. Bisa diperkirakan kalau Devan telah sangat biasa keluar masuk dari rumah itu. Devan pun tahu di mana, dia bisa mengambil minum untuk Erica.
Saat melintasi kamar Celine, laki-laki itu tertegun. Terdengar ******* dari kamar itu. Mikho berkali-kali meminta maaf pada Celine karena membuatnya kesakitan. Selain ucapan rayuan dan sanjungan untuk menyenangkan hati Celine.
Devan tahu kalau Celine dan Mikho dengan bercinta. Meski begitu tetap saja laki-laki itu tertegun hingga tertunduk. Erica yang ikut masuk untuk menyusul Devan akhirnya sadar melihat laki-laki itu yang berdiri tertunduk di dekat sebuah kamar.
Dengan tersenyum Erica menghampirinya. Erica ingin Devan segera pergi dari tempat yang membuatnya merasa sedih kehilangan Celine itu. Erica pun mengajak Devan kembali ke teras samping dengan berbisik agar tak terdengar oleh Celine dan Mikho.
__ADS_1
Devan dan Erica pun menikmati minum air putih dingin itu dengan cemilan yang tersedia untuk anak-anak yang belajar tadi. Tak lama kemudian Mikho dan Celine keluar dari kamar dan menyapa mereka.
...~ Bersambung ~...