Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 43 ~ Pertahankan ~


__ADS_3

Wanita bernama Wanda, telah menjelaskan siapa Celine yang sebenarnya. Mikho mendapati kenyataan gadis yang dicintainya selama ini adalah cinta masa lalunya. Dari penjelasan Wanda, Mikho baru menyadari Celine yang dicintainya, menyimpan sakit hati atas ucapannya di masa lalu. 


~ Celine sangat sedih dan benci dengan perjodohan itu karena mengira kamu pasti sangat membencinya ~


Ucapan Wanda membuat Mikho sadar, Celine tak mengungkapkan siapa dirinya karena mengira Mikho membencinya. Setelah mengucapkan terima kasih pada teman sekelas itu Mikho langsung berlari meninggalkan ruang IGD itu.


Mikho tak peduli, apa pun yang akan terjadi. Laki-laki itu ingin mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Perasaannya pada Evita, penyesalannya mengucapkan kata-kata itu. Mikho ingin Celine tahu, dia menyesal mengucapkan kata-kata itu. Meminta maaf dan mencoba meraih cinta Celine kembali.


Laki-laki itu menyesal karena tak membaca kartu undangan yang diberikan Tiara waktu itu sehingga laki-laki itu tak mengetahui nama lengkap Celine yang tertera di kartu undangan itu. Jika tahu, Mikho mungkin akan menanyakan secara langsung pada Celine, siapa gadis yang bernama Evita Celine itu.


Kini, dengan kecepatan tinggi Mikho berusaha mengejar waktu. Berharap semua belum terlambat. Berharap pertunangan itu belum terjadi. Detik demi detik sangat berharga bagi Mikho. Laki-laki itu berharap waktu akan berhenti berjalan, sehingga dia masih memiliki kesempatan untuk membatalkan pertunangan Celine dan Yodi.


Begitu sampai di teras hotel, Mikho meninggalkan mobilnya begitu saja dan berlari menuju lift. Dengan berlari Mikho masuk ke dalam ballroom hotel yang telah didekorasi indah itu. Menatap Celine yang tertunduk menatap tangan Yodi yang ingin menyelipkan cincin pertunangan di jari manisnya. Tak terlihat raut gembira terpancar dari wajah gadis itu.


"Evita!" teriak Mikho menggema di seluruh ruangan yang luas itu.


Suasana hening terpecah oleh teriakan laki-laki itu. Sontak semua menoleh ke arahnya. Mikho segera berlari menuju gadis yang dicintainya. Semua mata tertuju pada laki-laki tampan itu. Dengan nafas yang tersengal-sengal Mikho menghampiri Celine yang terperangah menatapnya.


"Katakan! Kalau kamu adalah Evita, jodohku di masa kecil?" tanya Mikho menatap lurus ke wajah Celine.


Tak pedulikan orang -orang yang menatap heran padanya. Celine tak menjawab, hanya matanya yang langsung berkaca-kaca. Sedikit pun tak tahu apa yang akan Mikho ungkapkan. Celine pasrah menerima kemarahan Mikho karena menutupi kenyataan itu darinya.


"Maafkan aku," ucap Celine dengan bibir yang gemetar.


"Tidak! Maafkan aku! Aku yang harusnya mengucapkan itu. Permintaan maaf itu tertahan di mulutku selama belasan tahun. Sejak aku mengetahui arti kata yang aku lontarkan padamu. Aku, sangat menyesal mengucapkan itu padamu. Bagiku, kamu sama sekali tak pantas mendapat panggilan seperti itu. Kamu bukan wanita rendah, kamu sangat berharga. Sedikit pun kamu tak pantas dipanggil seperti itu, aku yang salah. Tak tahu artinya tetapi mengucapkan itu padamu. Maafkan aku Evita," jelas Mikho sambil menahan perasaannya.


Semua yang melihat kejadian itu saling memandang tak mengerti. Hanya Tiara yang tertunduk sambil menangis dan Teon yang berdiri di sisi belakang yang bisa memahami. Mikho melangkah lebih dekat, sambil mengangkat tangannya yang menggenggam jepit rambut kesayangannya.


"Ini milikmu, benda ini menjadi temanku selama masa penyesalanku," sambung Mikho.


"Itu … jepit rambut hadiah dari Oma sayang! Kamu menangis seharian karena kehilangan itu," sahut Dessery mengingatkan.


Celine menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar. Masih teringat saat teman-temen mereka mendorong tubuh mereka agar saling mendekat. Di saat mata pelajaran olah raga, kedua anak yang merasa malu karena dijodohkan itu didorong hingga saling bertumburan. Celine kehilangan jepit rambut kesayangannya karena kejadian itu.


Tanpa sadar Celine mendekat. Meraih jepit rambut itu dengan tangannya yang gemetar. Menatap benda kesayangannya itu dengan mata yang berlinang.


"Aku mencintaimu Evita, sejak saat itu aku mencintaimu. Penyesalanku atas ucapanku, membuat aku tak bisa melupakanmu. Aku akui … aku hanya samar mengingat wajahmu tapi … aku ingat semua kejadian itu. Buku gambar hasil koreksimu, caramu memasang jepit rambutmu. Aku ingat semua. Aku tidak membencimu, tidak membenci perjodohan kita. Aku hanya malu mengakui kalau aku suka dijodohkan denganmu," ucap Mikho sambil mengusap pipi Celine.

__ADS_1


Gadis itu tertawa tertahan dengan air mata yang semakin deras mengalir. Tiba-tiba Yodi menarik tangan Celine. Meminta gadis itu meneruskan prosesi pertunangan mereka. Celine jelas ragu dan terpaksa.


"Jangan paksa dia!" ucap Mikho menahan tangan Celine.


"Pergi kamu dari sini, pengacau!" umpat Yodi dengan tatapan mata yang tajam.


Mikho menarik tangan Celine hingga membuat genggaman tangan Yodi terlepas. Gadis itu terhuyung hingga menubruk tubuh Mikho. Laki-laki itu langsung memeluknya.


"Aku tak akan melepaskan Celine!" seru Mikho.


"Dasar tak tahu diri! Celine! Kamu tahu dia telah bertunangan. Apa kamu memilih laki-laki seperti itu?" tanya Yodi dengan suara keras hingga membuat para tamu undangan terperangah.


"Tidak lagi! Mikho laki-laki bebas! Dia single yang berhak memilih cintanya!" seru Tiara dari arah meja undangan.


Teon langsung menoleh ke arah Tiara. Bahkan tamu undangan lain ikut menatap Tiara. Yodi kaget mendengar pengakuan gadis itu termasuk Celine. Gadis itu langsung teringat status Mikho yang bertunangan dengan Tiara.


"Mik?" tanya Celine lirih.


Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap laki-laki yang masih erat memeluknya. Celine tak ingin membuat laki-laki itu disalahkan. Meminta agar Mikho melepaskannya.


"Aku tak akan melepaskanmu lagi. Tiara sudah memutuskan pertunangan kami. Aku bebas memilih siapa pun yang aku cintai. Aku tak akan pernah melepaskanmu lagi sayang!" ucap Mikho semakin memeluk Celine.


Beberapa orang laki-laki langsung mendekati Mikho. Menampilkan wajah beringas mereka untuk mengusir laki-laki itu. Namun, Mikho tak kenal takut. Laki-laki itu tak peduli, jika harus pergi pun Mikho harus membawa Celine. Melihat situasi itu, tubuh Celine langsung gemetar ketakutan.


"Jangan takut sayang! Ayo kita keluar!" ucap Mikho sambil mengajak Celine.


"Mikho, ini tidak baik. Aku tak boleh membatalkan pertunangan secara sepihak," ucap Celine.


"Kamu belum resmi bertunangan. Bahkan setelah bertunangan pun orang masih bisa membatalkannya. Aku akan bayar biaya yang dikeluarkan laki-laki itu untuk acara ini. Kamu jangan khawatir. Ayo kita pergi!" ucap Mikho.


Baru saja melangkah, para pengawal Yodi sudah menghadang. Mikho menyembunyikan Celine di belakangnya. Para tamu langsung berteriak panik.


"Kamu! Lepaskan perempuan itu dan pergilah!" bentak laki-laki seperti preman berdasi itu.


Mikho tak peduli, tetap mengajak gadis itu pergi. Para tamu sudah berhamburan keluar ruangan. Hanya orang tua Celine dan orang tua Yodi yang masih tetap di tempatnya. Yodi melangkah mendekati mereka.


"Celine! Ke mari! Dasar tak tahu diri! Apa kamu seorang putri bisa berlaku seenak hatimu? Kamu harus tetap bertunangan denganku, kalau perlu menikah hari ini juga. Dasar perempuan murahan! Pindah dari satu laki-laki ke laki-laki yang lain. Begitu murahnya hingga mau dipeluk orang seenaknya. Pantas saja kamu dipanggil lontee!" bentak Yodi.

__ADS_1


"Yodi! Kurang ajar kamu! Kamu pikir anakku ini apa? Aku tak izinkan kamu menikahi anakku!" jerit Dessery geram.


"Baiklah batalkan saja! Aku akan tuntut kalian atas perbuatan semena-mena, membatalkan pertunangan secara sepihak!" bentak Yodi.


"Kamu pikir bisa seperti itu? Aku sebagai orang tua Celine, tak akan menyerahkan putri kami pada orang sepertimu. Belum menikah saja kamu sudah berani merendahkan putriku. Bagaimana jika sudah menikah nanti? Bisa-bisa kamu membuatnya menderita karena kekurang ajaranmu," teriak Yudhi.


"Terserah! Yang penting aku akan menuntut kalian semua. Ganti rugi materiil dan immateriil atau kalian semua akan aku jebloskan dalam penjara!" bentak Yodi.


Celine langsung menoleh pada Mikho, laki-laki itu hanya tersenyum penuh makna pada gadis cantik itu. Seolah-olah untuk mengungkapkan kalau gadis itu tak perlu mengkhawatirkan apa pun. Sementara Tiara dan yang lainya terperangah. Mendengar tuntutan Yodi yang tak main-main.


"Celine juga punya tuntutan balik!" sahut Teon tiba-tiba.


Semua menoleh ke arah laki-laki tampan berwibawa itu. Berjalan dengan santai ke tengah ruangan sambil menatap layar ponselnya. Begitu sampai di tengah ruangan, laki-laki itu menunjukkan ponsel yang sedang menampilkan rekaman video. Tak lupa laki-laki itu memilih mode speaker untuk mengeraskan suaranya.


"Apa ini?" terdengar suara Yodi.


"Ini rekaman penghinaan terhadap Celine tadi," ucap seorang wanita.


"Untuk apa kamu tunjukkan padaku?" tanya Yodi.


"Jika kamu setuju, aku akan sebarkan rekaman ini. Celine akan tertekan dan kamu tampil sebagai penolong. Saat situasi seperti itu kamu bisa mendesaknya untuk menikah. Aku tahu sudah lama kamu mengincar Celine 'kan? Agar kamu menjadi pewaris perusahaan ayahnya. Celine tak memiliki bakat berbisnis, ayahnya akan mencari menantu yang bisa menjalankan bisnisnya nanti. Jika orang tuanya percaya padamu maka dengan mudah kamu bisa menguasai perusahaan mereka. Mikho juga tak bisa lagi mendekati Celine karena terbukti telah bertunangan," ucap gadis di dalam rekaman video itu.


Terdengar hening, tak lama kemudian terdengar suara Tiara yang memaki Celine. Peristiwa jamuan makan malam itu seperti terulang lagi. Tiara bahkan mengalirkan air mata saat mendengar suaranya sendiri memaki dan menghina sahabatnya. Gadis itu sadar betapa kejamnya ucapan dan perbuatannya pada Celine.


Rekaman video dimatikan. Teon menatap ke arah Yodi. Laki-laki yang saat itu ikut menjaga Celine yang terguncang karena ucapan Tiara. Mengikuti langkah Yodi menemui seorang wanita


Teon ingat gadis itu adalah seorang yang ikut dalam wisata liburan mereka ke gunung saat masih SMA. Merasa aneh karena gadis itu bukanlah anak IPS dan jelas juga bukan teman Celine. Teon akhirnya mengerti, Yodi dan gadis itu memiliki kesepakatan untuk menjatuh Celine dan keluarganya. Target Yodi adalah perusahaan ayah Celine, target gadis itu adalah Mikho.


"Siapa gadis itu?" tanya Mikho.


"Erica! Aku hafal suara Erica," jawab Tiara.


Mikho terkejut, begitu juga dengan Celine. Melihat situasi yang tak menguntungkannya, Yodi memberi kode pada anak buahnya. Mereka berusaha merebut Celine. Mikho tak membiarkan, perkelahian pun terjadi. Laki-laki itu dikeroyok oleh empat orang preman berdasi.


Melihat itu Teon tak tinggal diam, segera membantu Mikho. Mereka bertarung mengalahkan preman yang dibayar Yodi untuk memuluskan segala kepentingannya. Mikho mendapat beberapa pukulan tetapi dia pun menghadiahkan beberapa pukulan dan tendangan pada para preman itu.


Merasa tak bisa mengalahkan kedua laki-laki itu, para preman segera melarikan diri. Semua yang tinggal di ruangan itu kaget, mereka tak melihat Yodi dan orang tuanya lagi. Ketiganya pergi saat semua fokus melihat perlawanan Mikho dan Teon terhadap para preman itu.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2