Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 88 ~ Akhirnya Bersatu Kembali ~


__ADS_3

Devan dan Erica memutuskan menunggu pemilik rumah sambil menikmati air putih dingin itu dengan cemilan. Mikho dan Celine keluar dari kamar dan langsung melihat mereka yang telah duduk di teras samping rumah.


"Ya ampun Kak, mereka ada di sini," bisik Celine.


"Lalu?"


"Malu ah, mereka pasti curiga kalau kita–"


"Apa?" tanya Mikho dengan menahan senyum.


Celine mencubit pinggang laki-laki tampan itu. Yang dicubit hanya tersenyum-senyum. Mikho begitu bahagia, hatinya berbunga-bunga. Rasanya sepanjang hari laki-laki itu akan selalu tersenyum. Membayangkan apa yang barusan mereka lakukan.


"Kakak udah! Jangan bercanda! Nanti terlihat oleh mereka," bisik Celine yang takut kedua teman mereka yang sedang duduk-duduk di teras itu menoleh ke dalam rumah.


"Baiklah! Baiklah! Kita temui mereka. Mungkin Erica juga ingin pulang, nanti aku setelan antar Erica pulang, aku balik lagi ke sini," ucap Mikho.


"Nggak usah Kak, nanti Kakak capek bolak balik kemari. Apalagi Kak Mikho habis sakit," ucap Celine khawatir.


"Tapi–"


"Pulang aja, besok datang lagi ke sini, ya," usul Celine.

__ADS_1


"Apa? Tapi sayang, kita ini baru saja bersatu. Aku nggak mau langsung pisah sama kamu!" seru Mikho.


"Siapa yang mau pisah? Kak Mikho cuma pulang–"


"Kalau begitu kamu ikut denganku. Kita pulang ke rumahku," ucap Mikho sambil menangkup wajah istrinya.


"Tapi … Mama …  sangat benci padaku," ucap Celine pelan. Mikho tertegun.


"Itu karena Mama belum mengenalmu. Aku yakin Mama hanya terpengaruh oleh sikapku. Jika Mama melihat aku menyayangi kamu, Mama juga pasti akan berubah. Aku yakin sayang," jawab Mikho.


"Aku ragu Kak karena Mama berharap putri dari sahabat Mama yang menjadi–"


"Tidak perlu diantar pulang. Aku bisa pulang sendiri," ucap Erica yang hanya meminjam mobil Mikho.


Setelah Mikho menawarkan untuk mengantar Erica pulang. Celine melirik ke arah Devan yang dari tadi hanya menunduk tanpa mau menoleh ke arahnya sedikit pun. Gadis itu merasakan rasa aneh dengan sikap diam dan murung Devan.


"Tapi ini jauh Erica. Kasihan kamu masih gadis jalan sendiri sejauh itu," ucap Celine khawatir.


Erica tetap bersikeras untuk pulang sendiri. Gadis itu justru merasa tak enak hati mengganggu saat-saat bersama Celine dan Mikho. Erica bahkan menggoda pasangan suami istri itu untuk menganggap kesempatan ini ssbagai bulan madu mereka.


Celine, Mikho dan Erica tertawa, hanya Devan yang terlihat murung. Erica merasakan perubahan sikap Devan sejak mendengar kemesraan pasangan suami-isteri itu di dalam kamar. Erica mengambil kesempatan itu untuk mengantar Devan pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Erica tak menunggu waktu lebih lama. Segera mengajak laki-laki tampan itu untuk pulang. Masih dengan wajah murung, Devan pamit pulang pada Celine dan Mikho.


Celine dan Mikho mengantar kedua teman-temannya hingga ke halaman di mana mobil Mikho di parkir. Begitu Mikho dan Celine menunggu mobil itu menghilang di balik tikungan. Begitu tak terlihat lagi, Mikho langsung memeluk istrinya dari belakang.


"Aku rasa ada yang cemburu–"


"Oh, siapa? Erica? Cemburu padaku karena kembali merebut cowok idolanya," tebak Celine tersenyum-senyum.


"Salah! Maksudku laki-laki itu. Dia sepertinya tak suka kalau kamu kembali padaku. Wajahnya murung saat kita bersama. Berbeda saat kalian berdua saja, dia bisa tertawa begitu lepas," ucap Mikho.


"Ternyata Kak Mikho perhatian padanya. Tapi karena ada unsur kecemburuan," ledek Celine.


"Jangan pura-pura tak sadar kalau dia suka padamu. Aku yakin dia pasti pernah menyatakan cinta padamu. Aku tak suka padanya, aku benci padanya," ucap Mikho langsung masuk ke dalam rumah.


"Kakak nggak boleh seperti itu. Dia yang bantu aku membawa Kak Mikho saat pingsan. Kakak pikir aku sanggup membawa Kakak sendiri ke klinik? Dia memanggul Kakak di punggung agar Kakak bisa sampai ke klinik. Menemaniku menunggui Kakak hingga tengah malam," ucap Celine memberi tahu.


Mikho tercenung, lalu membalik badannya, menoleh ke arah istrinya. Tak menyangka laki-laki yang tak disukainya itu justru pernah berjasa padanya. Melihat Mikho yang tiba-tiba murung, gadis itu mengecup pipi Mikho dan langsung berlari ke dalam rumahnya. Mikho mengejar dan menghempaskan wanita cantik itu di sofa lalu, menatapnya..


Mikho menyatakan cinta berulang kali lalu membenamkan bibirnya ke bibir wanita cantik itu. Mereka mengikuti saran Erica, menjadikan kesempatan berduaan itu sebagai bulan madu meskipun telah tertunda. Pasangan suami istri itu begitu bahagia akhirnya bisa bersama setelah berhasil melewati satu persatu cinta mereka yang selama ini terhalang.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2