
Mikho memancing Tiara. Seperti apa tanggapan tunangannya itu seandainya Celine kembali dalam kehidupan mereka. Tiara kaget tetapi mencoba untuk tetap tenang. Gadis itu, langsung teringat pada Celine yang memang telah kembali. Gadis itu langsung khawatir bahkan menduga Mikho telah tahu akan kepulangan Celine.
"Mikho … apa kamu tak merasa kalau kamu itu begitu kejam? Kamu menyatakan tetap mencintai cinta lamamu di depan tunanganmu sendiri? Apa hatiku ini tak ada harga bagimu? Aku sudah cukup lama menahan perasaanku. Setiap kali mendengar kamu menyebut nama Celine membuat aku begitu cemburu. Apa kamu tidak tahu seperti apa sakitnya hati yang cemburu. Kamu kejam Mikho, pergilah! Carilah Celine, dia kembali atau tidak, tinggalkan aku dan carilah dia!" seru Tiara lalu berdiri dari meja besar di mana para dokter biasanya berdiskusi.
"Tiara!" panggil Mikho.
Namun, Tiara tak peduli, gadis itu terus melangkah meninggalkan ruang istirahat dokter-dokter itu. Demi menyenangkan hati Mikho, gadis itu berusaha bersikap wajar setiap kali laki-laki itu curhat dan mengungkit tentang gadis yang dicintainya.
Tega sekali dia mengatakan itu, sekali jatuh cinta, selamanya mencintai. Lalu bagaimana denganku? Jika tak bisa mencintaiku kenapa menerima bertunangan denganku. Kamu jahat Mikho, kamu jahat! Batin Tiara melangkah cepat sambil menangis.
Sementara itu, Mikho merasa menyesal dengan akhir pembicaraan mereka. Demi segera mengembalikan hubungannya dengan Celine, Mikho terlalu tergesa-gesa mengungkit perihal kembalinya gadis yang dicintainya. Tiara belum siap menerima kenyataan, tunangannya akan bertemu lagi dengan cinta lamanya.
Gadis itu mencari cara, agar laki-laki itu merasa menyesal dengan niatnya. Setelah ikut memancing isi hati Mikho hingga akhirnya laki-laki itu bercerita tentang perasaannya yang tak pernah pudar pada Celine. Tiara justru mendapati kenyataan baru, jika ternyata Celine juga adalah cinta pertama Mikho. Tiara tak sanggup lagi menahan perasaannya, sejujurnya pasrah pada keinginan Mikho, meski hatinya sangat terluka.
Sore itu Celine terkejut saat melihat Mikho yang berdiri di teras depan rumahnya. Begitu membalik badan Mikho langsung menyerahkan buket bunga untuk gadis yang dicintainya itu. Celine terharu tetapi juga merasa tak enak hati mengingat laki-laki itu telah terikat pertunangan.
"Terima kasih Mikho tapi tolong … jangan lakukan ini lagi. Aku merasa bersalah pada Tiara," ucap Celine sambil menerima buket bunga itu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganku? Apa kamu merasa bersalah padaku? Ini telah lewat beberapa tahun tapi aku masih ingat bagaimana caramu menipuku–"
"Menipu?" tanya Celine tak mengerti.
"Kamu tak ingat? Dua kali kamu menipuku dengan sikap manis mu sebelum memutuskan pergi. Pertama saat kita makan siang di kantin berdua. Berjalan bergandengan tangan lalu … esoknya kamu memutuskan untuk bunuh diri. Yang kedua saat di rumah sakit, memelukku, berinisiatif menciumku lalu kemudian memutuskan pergi ke luar negeri. Meninggalkan aku dengan rasa bersalah, merasa diri bodoh, karena sudah kedua kalinya aku tertipu. Bagaimana denganku? Apa kamu merasa bersalah padaku? Setelah menipuku seperti itu, kamu justru memikirkan Tiara. Perlu kamu ketahui, dia hadir dalam hidupku justru karena kepergianmu," jelas Mikho.
"Tapi Mikho … mungkin ini sudah takdir kita," ucap Celine dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bagiku ini belum takdir, sebelum melihat bagaimana akhirnya. Aku masih berusaha, untuk meraih kembali kebahagiaanku, jika aku berhasil, maka itulah takdir," ucap Mikho lalu melangkah meninggalkan Celine.
Mikho kesal, ingin berlaku kejam pada gadis itu. Ingin mengabaikannya, membuat gadis itu menyesal tetapi tak bisa. Mikho terlalu mencintainya. Terlalu ingin menjaga hatinya. Terlalu ingin bersamanya, karena itu, seperti apa pun kemarahan di hatinya, Mikho tak akan tega menyakiti hati gadis itu.
Laki-laki itu menunduk menatap ke arah tangan Celine yang melingkar di dadanya. Laki-laki segera memeluk tangan gadis itu. Sepenuh hati memeluk tangan Celine hingga memejamkan matanya.
"Maafkan aku Mikho, aku tak bermaksud menipumu," ungkap Celine.
Mendengar penyesalan Celine, Mikho tak tahan ingin merespon ucapan itu. Mikho membalik tubuhnya, menatap wajah yang sangat dirindukannya. Lalu segera membenamkan bibirnya ke bibir gadis cantik itu.
__ADS_1
Mikho menikmati ciuman yang sangat dalam. Ciuman yang ingin terus berlanjut. Terus dan terus berlanjut hingga membuat napas mereka tersengal-sengal. Hanya itu yang bisa menghentikannya. Sebelum laki-laki itu kehabisan napas, Mikho melepaskan ciumannya lalu memeluk dan mencium pangkal leher gadis itu. Menyesap dalam aroma tubuh gadis yang dicintainya itu.
Laki-laki itu memeluk Celine sambil tersenyum. Teringat ucapan Mama Celine yang mengundangnya berkumpul dalam acara makan malam keluarga. Ibu itu merasa bersyukur atas kembalinya mereka sekeluarga ke tanah air.
Saat laki-laki itu datang, Bu Dessery sangat bahagia. Menumpahkan kerinduannya pada laki-laki yang pernah begitu dekat dengan mereka sekeluarga. Ibu yang sangat menyayangi Mikho itu awalnya tak ingin mengundang tetapi begitu ingin membagi kebahagiaan itu bersama anak laki-laki yang dulu begitu perhatian pada putrinya.
"Kalau ada waktu, datanglah ke sini, kami ingin mengundangmu makan malam bersama atas kembalinya kami ke tanah air. Sebenarnya kami telah kembali tiga bulan yang lalu, Celine juga telah mengabarkannya Tiara, tapi mungkin karena kesibukannya, gadis itu tak kunjung datang. Mumpung ada kamu, kita adakan makan malam bersama. Sederhana saja, hanya mengundang sahabat-sahabat kami, juga teman-teman Celine. Tak banyak juga yang kami undang. Hanya sekedar memberi tahu kalau kami telah kembali ke tanah air. Tante juga sangat ingin Celine bersikap normal lagi, ceria seperti dulu. Tante berharap, dengan berkumpul bersama lagi dengan kalian, akan membuat Celine merasa terhibur," jelas Dessery.
Mikho terdiam mendengar penjelasan Bu Dessery. Namun, hanya sebentar laki-kaki itu bisa fokus mendengar ucapan ibunda Celine itu. Karena setelah itu Mikho tenggelam dalam lamunannya sendiri.
Tiara telah lama tahu kedatangan Celine, tapi dia tak memberitahu aku? Tega sekali kamu menutupinya Tiara. Kamu sebenarnya teman Celine atau bukan? Tega sekali menutupinya dariku. Sementara kamu tahu aku sangat ingin mengetahui kabar dari Celine, batin Mikho dengan napas yang terasa berat.
Setelah menerima undangan makan malam itu, Mikho meminta izin untuk menunggu Celine di teras rumah. Bu Dessery meminta Mikho menunggu di ruang tamu bahkan mempersilahkan menunggu di kamar Celine. Namun Mikho berdalih harus segera kembali ke rumah sakit.
Laki-laki itu ingin menunggu Celine. Menatap wajah yang dirindukan itu sekejap lalu kembali ke rumah sakit. Setelah Bu Dessery memberitahukan sebentar lagi putrinya akan pulang dari bekerja di sebuah perusahaan. Bu Dessery akhirnya membiarkan laki-laki tampan itu menunggu Celine di depan teras rumahnya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1