Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 71 ~ Menyendiri ~


__ADS_3

Mikho terbangun menjelang pagi. Biasanya hal pertama yang dilakukannya adalah menatap Celine yang tidur di sofa. Hampir tiga bulan gadis itu tidur di sofa itu. Terkadang Mikho sengaja pura-pura membaca buku dan tertidur di sana agar Celine tak selalu tidur di situ.


Setiap pagi membuka mata dan menatapnya sekian lama. Cukup memandangi wajahnya tanpa berpikir apa-apa. Memikirkan masalah yang timbul di antara mereka bisa membuatnya lelah. Terlalu banyak yang terjadi sejak mereka saling mengenal. Mereka telah berteman dengan masalah sejak mereka bertemu di kelas enam SD hingga dewasa.


Kini saat telah menikah pun mereka masih saja diterpa oleh masalah. Semua menguras perasaan dan emosi. Mikho terlalu letih memikirkan itu. Dia hanya ingin merasakan damainya menatap wajah Celine. Hanya Celine tanpa embel-embel masalah yang melekat pada dirinya.


Kini Mikho terbangun dengan tersentak. Tak hanya diam menatap Celine. Karena ternyata Celine tak ada lagi di sofa di hadapannya. Sontak laki-laki itu menoleh ke samping ranjangnya. Namun, Celine juga tak berada di situ.


Jika hatinya tak peduli terhadap Celine seperti tiga bulan yang lalu, mungkin dia tak akan terkejut seperti sekarang ini. Baru tadi malam, laki-laki itu memutuskan untuk menerima Celine kembali bahkan berniat menikmati malam pertama. Jika saja orang tuanya tak memanggil mereka, Mikho sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami terhadap istrinya.


Keputusan orang tuanya yang mengejutkan, membuat kepalanya mendadak pusing hingga akhirnya memutuskan untuk segera beristirahat. Kini Mikho mendapati istrinya tak ada di ruangan itu lagi. Mikho mencari ke sana kemari. Hatinya tak percaya jika Celine keluar dari kamar karena sehari-hari gadis itu hanya mengurung diri di dalam kamar.


Mikho terus mencari hingga ke kamar mandi, ke balkon hingga akhirnya menemukan secarik kertas. Dengan tangan tangan yang gemetar dan perasaan yang tak menentu, laki-laki itu membaca tulisan tangan yang sangat dikenalnya itu.


Kepada :


Suami Tercintaku


Maafkan aku,

__ADS_1


Maafkanlah aku yang selalu mengecewakanmu. Sejak pertama bertemu, sejak mengenalku, hanya kemarahan dan kesedihan yang mewarnai hidupmu. Aku sadar, aku bukanlah wanita yang pantas untuk laki-laki sebaik dirimu. Setiap kali membayangkan perjuanganmu untuk bersamaku, aku selalu mengutuki diriku. Atas rasa egoisku yang tak ingin melepasmu untuk bahagia bersama wanita lain.


Mikho menggelengkan kepalanya saat membaca surat yang ditulis istrinya. Apa yang ditulis istrinya tak sesuai dengan pemikirannya. Membaca itu Mikho seperti tak mampu untuk melanjutkannya. Namun, sekuat tenaga laki-laki itu mencoba untuk mengetahui isi hati istrinya.


Kak Mikho,


Maafkan aku. Maafkan aku yang tak sanggup lagi menunggu kata putusan darimu karena aku tahu itu tetap akan terjadi. Aku tak sanggup mendengarnya Kak. Biarlah aku pasrahkan semuanya pada Kakak. Aku sudah tahu aku akan diceraikan seperti yang sudah direncanakan. Kirimkan saja surat perceraian kita karena aku tak akan sanggup mendengarnya. Seperti yang kita tahu, aku tak bisa memilih. Aku hanya bisa menerima keputusanmu.


Kak Mikho,


Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku. Terima kasih telah menjagaku selama ini. Aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan Kak Mikho selama hidupku. Maafkan aku yang tak bisa membalasnya. Aku hanya bisa berdoa, semoga Kak Mikho bahagia bersama wanita terbaik pilihan orang tua.


^^^Mantan istrimu,^^^


Mikho menggenggam surat itu di dadanya hingga membuat secarik kertas itu remuk. Begitu sakit dadanya hingga membuat laki-laki itu bahkan terduduk di lantai. Mikho menangis sejadi-jadinya. Laki-laki itu sangat menyesal. 


Jika saja dia tahu Celine akan pergi diam-diam meninggalkannya. Dia akan mengunci rapat-rapat pintu kamarnya. Menyekap gadis itu dalam pelukannya. Tak akan membiarkan gadis itu menjauh sedikit pun darinya. Dengan tegas menyatakan tak akan menceraikannya.


Aku memaafkanmu Celine, apa pun yang kamu lakukan bersama Yodi, aku akan memaafkanmu. Aku tak bisa memutuskan untuk bercerai darimu, aku tak sanggup. Aku terlalu mencintaimu Celine. Tega sekali kamu meninggalkan aku, tega sekali kamu Celine, batin Mikho menangis.

__ADS_1


Laki-laki itu bahkan berteriak sejadi-jadinya. Begitu menyesal karena tak menyatakan keputusannya yang batal untuk bercerai. Begitu menyesal karena malam itu memenuhi permintaan orang tuanya untuk bicara.


Aku sudah memelukmu, kamu sudah pasrah padaku. Harusnya aku menidurimu tadi malam. Aku akan menjadikan kamu milikku. Aku tak akan membiarkan kamu pergi lagi. Celine … kenapa hidup kita seperti ini? Kenapa aku selalu salah mengambil keputusan? Kenapa aku selalu menunda? Kenapa selalu saja ada yang menghalangi kita? Sayang, aku akan mencarimu. Aku tak peduli, ini semua kesalahanku. Aku harus mencarimu sampai ketemu. Aku harus bisa menemukanmu, jerit hati Mikho.


Laki-laki itu segera bersiap-siap, kemudian keluar dari kamarnya. Saat melihat ibunya sedang berbincang melalui sambungan telepon, Mikho langsung menghampiri ibunya. Bu Anisa kaget karena melihat Mikho yang seperti mendengar pembicaraannya. Ibu itu langsung menoleh ke arah putra satu-satunya itu.


"Jangan rencanakan pernikahan apa pun lagi untukku. Aku tak mau menikah lagi. Aku sudah beristri. Aku mencintai istriku. Aku sangat mencintai istriku. Sekarang aku harus pergi Ma. Aku akan mencari istriku. Aku tak akan pernah berhenti mencari istriku–"


"Apa? Apa maksudmu?" tanya Anisa heran.


"Celine pergi dari rumah tanpa pamit. Dia tak sanggup mendengar aku akan menceraikannya. Dia memutuskan pergi sebelum itu terjadi. Dia pasrah jika aku memutuskan untuk menceraikannya dan menikah lagi. Tapi … aku tidak akan lakukan itu Ma. Aku tak akan menceraikan istriku dan aku tak akan menikah lagi. Suka atau tidak suka, pantas atau tidak pantas, dia adalah menantu Mama. Mama terima dia atau tolak dia, aku tak peduli, dia tetap adalah istriku. Bagiku Celine tetaplah istriku. Aku mencintainya dan selamanya aku akan mencintainya," ucap Mikho lalu pergi meninggalkan ibunya yang terperangah.


Bu Anisa bahkan tak sadar ponselnya masih tersambung hingga pembicaraannya dengan Mikho terdengar jelas oleh sahabatnya. Dengan kelimpungan ibu itu menjawab setiap pertanyaan sahabatnya. Bu Anisa tak menyangka sama sekali, pagi ini akan mendapatkan pernyataan yang sangat mengejutkannya setelah semalam Mikho seperti tak menolak perjodohannya.


Sementara itu, Celine telah tiba di kamar di rumah tempat dia menginap dulu bersama Mikho. Gadis itu seperti ingin menyusuri kenangannya bersama laki-laki itu. Celine pergi menyendiri setelah meminta izin pada ayah ibunya untuk hidup sendiri.


Tentu saja keputusan itu membuat orang tuanya terguncang. Mereka hanya bisa berharap suasana hati Celine menjadi tenang dan gadis itu memutuskan untuk segera pulang. Celine memohon maaf pada orang tuanya atas keputusannya ini. Memohon agar kedua orang tuanya senantiasa mendoakannya.


"Hubungi Mama jika terjadi apa-apa ya Nak? Jika sakit segera beritahu Mama, kami tak akan melarangmu menenangkan diri Nak. Tapi jika terjadi sesuatu, jika kamu bersedih, tolong hubungi kami. Biarkan kami mendengar suaramu, mendengarkan kesedihanmu ya? Ingat Celine, Mama tak ingin hidup lagi jika terjadi sesuatu padamu. Mama juga akan mengakhiri hidup jika Mama mendengar kamu memilih jalan itu lagi," ancam Dessery.

__ADS_1


Air mata Celine langsung mengalir. Menutup mulutnya dengan sebelah tangannya agar tangisnya tak terdengar. Melalui sambungan telepon itu Celine berjanji akan selalu menghubungi orang tuanya meski tak bisa mengatakan di mana posisinya berada.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2