Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 82 ~ Kenyataan Sebenarnya ~


__ADS_3

Erica memberi semangat pada Mikho. Gadis itu merasa tak memiliki harapan untuk mendapatkan cinta Mikho. Terlihat jelas walau pun Mikho dan Celine terpisah, tapi hati mereka tetap saling mencintai. Walaupun banyak yang menghalangi cinta mereka, Mikho dan Celine tetap tak bisa berpaling satu sama lain.


Sekian lama Erica tinggal dan beraktivitas di rumah keluarga Pak Yudhi. Erica bisa merasakan bagaimana Celine dibesarkan dengan penuh cinta. Semenjak Celine tak berada di rumah itu lagi, kasih sayang kedua orang tua itu tercurah pada Erica. Pak Yudhi dan Bu Dessery sama sekali tak menyimpan dendam masa lalu. Melihat begitu kasihannya hidup Erica pasca kedua orang tua dan Kakaknya di penjara.


Melihat itu Erica merasa bersalah. Apa yang terjadi pada keluarga itu. Kesedihan yang dirasakan keluarga itu semua berasal dari keluarganya.  Untuk itu Erica bertekad untuk membantu mengembalikan semuanya satu persatu ke posisi semula.


"Om, Tante, aku tahu di mana posisi Celine saat ini–"


"Sungguh? Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Dessery begitu kaget mendengar pernyataan Erica saat mereka makan malam bersama.


"Sebenarnya yang tahu posisi Celine pertama kali adalah Mikho. Kemarin Mikho sudah menemui tapi ternyata ada kendala. Mikho batal menemui Celine, ungkap Erica.


"Kendala apa? Apa lagi yang menghalangi mereka untuk bersama. Mikho sudah rela mencari Celine meski awalnya dia sangat membenci Celine. Tante benar-benar tak mengerti, kenapa selalu saja ada hal yang menghalangi mereka bersatu," ucap Dessery dengan wajah risau.


"Tenang Tante, mulai sekarang, aku akan bantu mereka agar bisa bersama lagi. Bagaimanapun juga yang menyebabkan mereka berpisah adalah Kakakku. Mikho dan Celine adalah orang-orang yang tak siap menerima rintangan. Mereka sama-sama orang yang tak sanggup menerima ujian cinta, justru karena mereka begitu saling mencintai. Mikho tak sanggup melihat Celine menderita bersamanya hingga merelakan Celine bersama laki-laki lain. Begitu juga dengan Celine, rela melepaskan Mikho agar bisa mendapatkan yang lebih baik darinya. Pengorbanan mereka satu sama lain justru membuat mereka semakin menjauh," tutur Erica.


"Kalau begitu kita bantu mereka untuk bersama lagi," ucap Yudhi.


"Aku juga berpikir seperti Om, aku menunggu saat yang tepat untuk mempertemukan mereka. Saat ini Mikho sedang istirahat karena sakit. Setelah dia siap, aku berencana pergi bersamanya ke rumah Celine," jelas Erica.


"Ya baiklah. Apa pun rencanamu, akan kami dukung. Jika butuh apa-apa, jangan ragu-ragu ceritakan pada kami. Akan kami bantu semampu kami," ucap Yudhi.


"Baik Om," jawab Erica sambil tersenyum ceria.


Gadis itu semakin bersemangat ingin membantu kedua orang yang saling mencintai itu agar bisa segera bersatu. Menghilangkan kesalahpahaman di antara mereka dan membuat mereka terbuka dengan perasaan mereka masing-masing. Erica pun tak sabar menunggu jepit rambut itu selesai diperbaiki.

__ADS_1


"Bagaimana Mikho? Apa bisa diperbaiki?" tanya Erica melalui sambungan telepon.


Setelah menunggu kabar dari Mikho tetapi laki-laki itu tak kunjung menghubunginya. Saat ditanya, Mikho tak menjawab. Yang terdengar justru hembusan nafas panjang. Erica kembali menanyakan masalah jepit rambut penuh kesan bagi Mikho dan Celine itu.


"Sebenarnya jepit rambut itu sudah lama selesai di perbaiki tapi–"


"Lho, kenapa tak segera beritahu aku? Kita bisa segera berangkat temui Celine, Mikho," ucap Erica sedikit kesal.


"Sebenarnya aku ragu. Apa yang kita lakukan ini apa ada gunanya? Dia sudah bahagia dengan laki-laki lain Erica," ucap Mikho pelan.


"Kamu tahu dari mana dia bahagia? Apa kamu bertanya sendiri seperti apa perasaannya. Aku tak habis pikir padamu Mikho, kenapa kamu begitu lemah memperjuangkan cintamu," ucap Erica.


"Aku tak sanggup lagi merasakan kecewa Erica. Harapanku sangat tinggi untuk kembali bersama Celine lagi. Tapi bagaimana dengan dia? Mungkin dia tidak ingin hidup bersamaku lagi," ucap Mikho terdengar frustasi.


"Apa kamu sudah tanyakan keinginannya? Kamu tahu betul seperti apa isi hatinya? Kalau tidak? Jangan menduga-duga lagi. Kalian harus saling terbuka. Jangan menyimpulkan sesuatu dari sudut pandangmu saja. Kita tanyakan langsung isi hatinya," ungkap Erica.


Erica kesal lalu memutuskan sambungan teleponnya. Gadis itu hendak menyusul ke rumah Mikho atau ke rumah sakit. Erica bertekad menyeret laki-laki itu untuk menemui istrinya. 


Tiba-tiba Erica merasakan ponselnya yang bergetar. Sangat terkejut saat melihat siapa yang menghubunginya. Gadis itu urung pergi lalu menerima sambungan langsung internasional itu.


"Yosi, apa kabarmu? Apa kamu baik-baik saja? Tak ada masalah kan? Kenapa menelpon Kakak?" tanya Erica bertubi-tubi dan terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja Kak? Paman yang menerimaku di sini, temannya Om Yudhi. Orangnya sangat baik. Aku juga diajarkan untuk mandiri hingga berhasil mendapatkan pekerjaan. Aku sudah bekerja Kak dan aku sudah punya penghasilan sendiri. Nanti kalau sudah terkumpul banyak akan aku kirimkan untuk Kak Yori," jelas Yosi.


"Jangan khawatirkan Kakak. Saat ini Kakak juga sudah punya pekerjaan," ucap Erica.

__ADS_1


"Oh ya? Syukurlah lalu … Kak Yori bagaimana? Apa tidak apa-apa tinggal sendirian?" tanya Yosi dengan raut wajah khawatir.


"Kakak tidak sendirian Yosi. Kakak sekarang tinggal di rumah Celine–"


"Oh ya? Benarkah? Aku senang mendengarnya Kak, aku cuma khawatir sama Kak Yori karena tinggal sendirian. Sekarang, jika keadaannya seperti ini, aku jadi tenang. Aku ingin bertemu dengan Kak Celine Kak, aku ingin berterima kasih padanya, apa Kak Celine ada di rumah?" tanya Yosi.


"Itulah masalahnya Yosi, Celine tak lagi tinggal di rumah ini. Dia telah menikah tapi rumah tangganya berantakan. Semua karena apa yang dilakukan Kak Yodi pada Celine," ucap Erica.


Gadis itu pun menceritakan masalah yang terjadi pada rumah tangga Celine. Yosi kaget mendengarnya, sekaligus kasihan pada nasib Celine. Tapi adik bungsu Erica itu protes dengan apa yang diceritakan oleh Erica.


"Apa maksudmu?" tanya Erica heran.


"Kejadian yang sebenarnya nggak seperti itu Kak. Kak Yodi benar berencana menggagahi Kak Celine tapi semua belum terjadi Kak. Aku saksinya, Kak Celine belum sempat dinodai Kak Yodi–"


"Tapi … dia … menceritakan seperti itu melalui suratnya pada Mikho," ucap Erica bingung.


"Nggak Kak Yori. Itu nggak benar, Kak Yodi bohong. Kak Yodi pasti melakukan itu untuk mengacaukan pernikahan Kak Celine. Sebenarnya yang terjadi tak seperti itu. Kak Yodi belum sempat melakukannya pada Kak Celine. Aku keburu datang untuk menggagalkannya. Aku yakin Kak. Aku melihat sendiri kejadiannya. Saat itu aku langsung bersyukur karena segera kembali menolong Kak Celine. Percayalah Kak! Tolong katakan pada Kak Mikho kalau yang dikatakan Kak Yodi itu adalah bohong!" jelas Yosi yang terdengar panik, begitu sedihnya mendengar nasib Celine, mata pemuda itu berkaca-kaca.


"Apa? Kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" tanya Erica.


"Iya Kak, aku berani sumpah! Aku berani jadi saksi kejadian itu. Aku bisa jamin kalau Kak Celine itu masih suci, Kak," ucap Yodi dengan perasaan yang bercampur aduk antara kesal, geram, sedih dan kasihan.


"Kalau begitu kamu bisa ceritakan sendiri pada Mikho kan? Kakak akan ke rumahnya. Mikho merasa tak yakin bisa bersatu lagi dengan Celine, tapi jika dia mendengar ceritamu ini, mungkin dia mau menemui Celine dan memperbaiki hubungan mereka," ucap Erica.


Yosi pun bersedia, Erica berterima kasih pada adiknya. Segera Erica pergi ke rumah sakit tempat Mikho praktek. Di sana, Erica kembali menghubungi Yosi. Anak itu yang memang telah mengenal Mikho langsung menceritakan kejadian saat itu. Antara percaya dan tidak tetapi air mata Mikho mengalir mendengar apa yang terjadi.

__ADS_1


Bahagia mendengar kenyataan yang sesungguhnya sekaligus bersedih dan menyesal atas sikapnya terhadap Celine. Erica berusaha menenangkan dan menguatkan hati Mikho. Segera mengajak laki-laki itu untuk menemui Celine untuk meminta maaf padanya.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2