Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 39 ~ Keputusan yang Disesalkan ~


__ADS_3

Menatap mata Mikho yang berkaca-kaca membuat Celine merasa bersalah. Gadis itu merasa telah memberikan harapan sehingga Mikho hanyut dalam khayalan bisa bahagia bersama dengannya. Mikho bahkan mengabaikan perasaan Tiara. Terbukti dengan nekatnya Mikho melamar Celine. Sementara Celine sedikit pun tak ingin menyakiti sahabatnya, Tiara.


"dr. Mikho kembalilah ke dunia nyata. Dunia di mana Anda telah bertunangan dengan gadis yang bernama Tiara," ucap Yodi membuat semua yang ada di situ tersentak.


"Tiara? Kamu bertunangan dengan Tiara?" tanya Dessery tercengang.


Mikho semakin tersudut. Keluarga itu sekarang telah mengetahui kalau dia telah bertunangan bahkan mengenal siapa tunangannya. Tiara bukanlah orang baru bagi keluarga Celine. Begitu akrabnya Tiara dengan orang tua Celine, gadis itu juga memanggil keduanya dengan panggilan Mama dan Papa.


Tentu saja hal itu sangat mengejutkan bagi keduanya. Bagaimana mungkin, putri mereka akan menjadi perusak pertunangan Mikho dan Tiara. Bu Dessery bahkan menggelengkan kepala sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. Lalu menoleh pada putrinya yang tertunduk.


"Kami pikir … kamu," Dessery tak sanggup melanjutkan ucapannya.


Ibu itu sangat kecewa. Dalam hatinya Mikho akan setia pada Celine. Saat Celine mengenalkan Yodi, ibu itu bahagia karena ada yang tulus melindungi putrinya. Namun, hati kecilnya yang paling dalam lebih menyukai Mikho yang telah terbukti mencintai putrinya dengan tulus.


Teringat saat pertama kali Celine mengenalkan Yodi pada kedua orang tuanya. Mereka menyambut Yodi dengan tangan terbuka. Mereka bahagia melihat putri mereka telah bergaul dengan teman-teman sekampusnya Namun, ada sesuatu yang membuat mereka ragu akan hubungan Celine dan Yodi.


"Mama bersyukur Celine mau berteman lagi. Setelah sekian lama anak itu tak mau bergaul dan menyendiri," ucap Dessery pada suaminya.


"Ya, tapi entah kenapa, Papa kurang suka pada Yodi. Padahal tak ada yang salah dari anak itu. Dia baik dan sayang pada Celine, tapi entahlah," ujar Yudhi.


"Mungkin karena kita berharap pada Mikho Pa. Kita tahu sendiri bagaimana sayangnya Mikho sama Celine. Rasanya jika mereka bersama, Mikho pasti akan membahagiakan Celine. Mereka juga kelihatannya saling mencintai tapi entah kenapa Celine justru menghindar dari Mikho," jawab Dessery sambil merebahkan diri di lengan suaminya.


Pak Yudhi, terpaksa mengikuti kehendak putrinya yang ingin pindah ke luar negeri. Meninggalkan perusahaannya yang seharusnya mendapat perhatian lebih karena sedang berkembang pesat. Pak Yudhi terpaksa menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan pada salah satu dari dewan direksi.


Direktur perencanaan yang akhirnya bersedia mengambil alih pengambilan keputusan sementara selama Pak Yudhi menemani istri dan putrinya tinggal di luar negeri. Pak Yudhi hanya menerima laporan setiap hari. Jika diperlukan, sesekali Pak Yudhi terbang kembali ke Indonesia.


Suatu hari, Celine menatap ayahnya yang terlihat bingung mengambil keputusan untuk perusahaan. Pak Yudhi sangat ingin meninjau langsung keadaan perusahaan tetapi terkendala dirinya yang tak bisa meninggalkan anak dan istrinya. Celine minta ayahnya tak perlu mengkhawatirkan dirinya.


"Tidak apa-apa, Papa mengontrol perusahaan dari sini saja Nak," jawab Yudhi saat putrinya mengkhawatirkan urusan pekerjaan ayahnya yang terbengkalai.


"Sebaiknya Papa lihat langsung seperti apa keadaan perusahaan. Celine akan baik-baik saja di sini sama Mama. Kalau terjadi apa-apa pada perusahaan, akan jadi penyesalan bagi Celine, Pa" jelas Celine sambil menoleh pada ibunya yang juga terlihat khawatir.


"Papa lebih takut terjadi apa-apa pada putri Papa, sudah jangan khawatirkan perusahaan!" ucap Yudhi tersenyum sambil menangkup wajah putrinya.

__ADS_1


Celine tetap diam mematung tanpa mau membalas senyum ayahnya sedikit pun. Melihat itu, Pak Yudhi menoleh pada istrinya. Bu Dessery mengangguk, meminta agar suaminya mau mengikuti keinginan putri mereka.


Pak Yudhi akhirnya kembali ke Indonesia. Sementara Bu Dessery menemani putri mereka yang melanjutkan pendidikan di sana. Sesekali Pak Yudhi berkunjung untuk melihat keadaan anak dan istrinya. Celine merasa kasihan melihat ayahnya yang harus hidup terpisah dengan ibunya. Celine sangat ingin kembali pulang ke tanah air.


Namun, Celine tak sanggup menjalani kehidupan dengan kenangan buruk di tanah kelahirannya, sehingga suatu hari bertemu dengan Yodi. Seseorang yang mau menemaninya, mengobati luka hatinya, menghibur dan menyemangatinya sehingga akhirnya Celine punya keberanian untuk kembali ke tanah air.


"Lihat akibat dari perbuatan tunanganmu," ucap Yodi sambil menunjukkan rekaman video kejadian saat jamuan makan malam itu.


Terlihat Tiara yang memaki dan menghina Celine. Kedua orang tua Celine yang melihat kejadian melalui rekaman video itu tak sanggup melihat perlakuan Tiara pada putri mereka. Bu Dessery langsung memeluk putrinya. Ibu itu menangis, merasa menyesal putri tercintanya mengalami kejadian seperti itu. Pak Yudhi menatap Mikho yang tertunduk.


"Jangan khawatir Pa, video ini sudah di take down. Begitu tersebar aku langsung mengambil langkah tegas dalam menangani persebarannya dengan melakukan pemutusan akses video penghinaan ini. Aku rasa ini juga yang menyebabkan Celine stress beberapa hari belakangan ini–"


"Aku tak menyebarkan rekaman video itu–"


"Tak ada yang menuduhmu mengambil atau menyebarkan rekaman video ini, tapi … rekaman ini tak akan ada jika kamu bisa menjaga perilaku tunanganmu itu–"


"Kak Yodi, sudah Kak," ucap Celine tak sanggup melihat Mikho yang disudutkan.


"Penyesalanmu tak ada gunanya. Sebaiknya mulai sekarang kamu urus tunanganmu. Jangan dekati Celine lagi, dia sudah menerima lamaranku. Sebentar lagi kami akan resmi bertunangan," ucap Yodi dengan tatapan mata yang tajam.


Mikho dan yang lainnya terkejut. Bahkan Celine meminta Yodi untuk menyudahi ucapannya. Gadis itu tak sanggup melihat raut wajah Mikho yang terlihat terguncang. Celine tahu, Mikho sama sekali tak ingin semua itu terjadi.


Mendengar gadis yang dicintainya akan segera bertunangan pasti sangat sulit baginya. Celine tak sanggup menceritakan kalau dirinya telah menerima lamaran Yodi. Hal yang terberat baginya menyatakan hal itu pada Mikho. Kini Yodi justru mengumumkannya di depan Mikho juga orang tuanya.


Semua tercenung, Mikho terpukul, melihat itu Celine tak sanggup menatap raut sedih laki-laki itu. Segera Celine berlari meninggalkan ruang tamu itu dan masuk ke dalam kamarnya. Celine tak tega Mikho mendengar keputusannya itu, sebuah keputusan yang menghapus harapan mereka untuk bersama.


Kak Yodi salah, bukan penghinaan Tiara, bukan tersebarnya video penghinaan itu yang membuat aku tertekan, tapi lamaranmu. Aku menyesal menerima lamaranmu. Aku tak sanggup kehilangan Mikho. Aku tak sanggup kehilangan dia, jerit hati Celine.


Gadis itu menangis sesenggukan di atas ranjang. Pikirannya melayang mengingat raut wajah sedih laki-laki yang dicintainya. Celine tak sanggup membayangkan mereka akan terpisah selamanya. Karena keputusannya menerima lamaran Yodi yang telah diputuskannya beberapa hari yang lalu.


Setelah kejadian di restoran, Celine terlihat murung. Kedua orang tuanya mencoba untuk menghibur sama sekali tak berhasil. Yodi datang dan mengajak Celine makan malam bersama. Pak Yudhi dan Bu Dessery mengizinkan laki-laki itu mengajaknya pergi, berharap bisa sedikit menghibur kesedihan Celine.


Namun, saat menikmati makan malam itu, Celine justru menghadapi kenyataan baru. Video penghinaan Tiara padanya telah tersebar. Beberapa remaja laki-laki dan perempuan menatapnya sambil berbisik-bisik.

__ADS_1


Melihat itu Yodi langsung bertanya pada mereka. Dengan bangga mereka menunjukkan rekaman video yang masih tersimpan di ponsel mereka. Yodi menatap rekaman video dan mendownload di ponselnya. Menunjukkan pada Celine apa yang menjadi pembicaraan mereka.


"Harusnya kita nggak ke restoran ini. Pantas para pelayan sebentar-bentar melirik padamu, rupanya mereka mengenalimu," jelas Yodi.


Celine menatap tayangan di ponsel Yodi dengan mata yang berkaca-kaca. Entah kenapa laki-laki itu membawanya kembali ke tempat kejadian yang memberi kenangan buruk baginya. Gadis yang tak bisa berpikir itu hanya bisa mengikuti ke mana Yodi mengajaknya.


Celine memejamkan matanya tak sanggup lagi menatap kejadian yang telah berlalu itu. Rasa sedih melebihi rasa sakit hati, marah dan rasa benci. Semua karena Tiara, Celine tak akan sesedih itu jika penghinaan itu terlontar dari mulut orang lain.


"Kita keluar ya sayang! Untuk apa kita lama-lama di sini," ajak Yodi.


Belum setengahnya menikmati makan malam mereka. Yodi telah mengajaknya pergi. Celine pasrah. Sejak kemarin pun tak berselera makan lagi.


"Jangan khawatir tentang video rekaman itu. Aku akan mengurusnya, kalau perlu kita tuntut siapa yang menyebarkannya," ucap Yodi menghibur Celine.


Gadis itu diam membeku, sedikit pun tak merespon. Celine begitu letih. Bully-an terhadap dirinya telah kembali dimulai. Padahal baru beberapa bulan memutuskan kembali ke tanah air. Yodi kembali tampil menghibur Celine. Menghibur gadis itu dengan cara apapun sehingga akhirnya memutuskan melamar Celine.


"Kamu tahu aku sayang sama kamu. Sejak kita sama-sama di luar negeri hingga kembali ke tanah air. Aku berharap bisa melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Celine, lupakan laki-laki yang hanya mempermainkanmu itu. Menikahlah denganku, kita adakan pesta pertunangan dalam waktu dekat ini, ya?" tanya Yodi dengan berbisik.


Celine memejamkan matanya, air mata gadis itu langsung mengalir deras. Hal yang ditakutkannya muncul sudah. Yodi menuntut keseriusan hubungan mereka. 


Tak pernah menanyakan seperti apa perasaan Celine padanya. Cinta, sayang atau sekedar rasa terima kasih. Yodi tak peduli, satu-satunya keinginan laki-laki itu hanya ingin segera memiliki Celine.


Dengan percaya diri, Yodi memastikan akan menggelar pesta pertunangan mereka dalam waktu dekat. Celine panik, bahkan bercerita pada orang tuanya pun tak berani. Sekian tahun bersama Yodi di luar negeri membuat Celine mengira orang tuanya berharap pada Yodi.


Takut mengecewakan ibu dan ayahnya yang terlanjur mengetahui kedekatan mereka. Celine akhirnya memutuskan menerima lamaran Yodi. Kini gadis itu menyesal, menangis ketakutan.


Membayangkan hari-hari yang harus dilewatinya bersama seseorang yang tak dicintai. Teringat cutter yang tersimpan di laci nakas samping ranjangnya. Benda itu menjadi harapannya untuk mengakhiri derita hidupnya.


Pisau itu justru membawa Mikho ke hadapannya. Karena Bu Dessery panik melihat pisau yang terpental dari tangannya. Karena pisau itu juga akhirnya Mikho mendengar keputusan pertunangan mereka.


Celine merasa dunia semakin menjauh darinya. Seperti jarak antara dirinya dan Mikho setelah bertunangan nanti. Celine kembali mencari-cari, di mana letak pisau itu lagi.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2