
Bu Dessery syok mendengar pengakuan putrinya. Wanita setengah baya itu tak menyangka Celine memberikan pengakuan yang mengejutkan. Pak Yudhi langsung pulang dari kantornya begitu mendengar istrinya jatuh pingsan.
Di kamarnya, Bu Dessery menceritakan Mikho yang datang. Saat Celine pulang ibu itu langsung memberitahu kalau Mikho sedang menunggu di kamarnya. Bu Dessery berpikir mungkin ada yang perlu mereka bicarakan mengenai kesiapan pesta pernikahan mereka.
Bu Dessery terkejut saat mendengar suara ribut di kamar Celine. Ibu itu mendengar suara bentakan Mikho tapi tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Tak lama kemudian Mikho keluar dari kamar Celine dan langsung pulang.
Rasa penasaran Bu Dessery tak bisa ditahan lagi. Segera Bu Dessery naik ke lantai atas untuk melihat keadaan putrinya. Ibu itu sangat terkejut melihat Celine yang duduk di lantai sambil menangis. Ibu itu pun jatuh pingsan mendengar pengakuan putrinya itu.
"Apa yang terjadi, dengan siapa dia melakukan itu? Apa itu yang membuat Mikho membatalkan pernikahannya? Kenapa Celine menyembunyikan itu selama ini sama Mikho. Harusnya sejak dulu, Celine menceritakannya pada Mikho kenapa di saat-saat akan menikah Celine justru mengakuinya?" ucap Yudhi bertanya-tanya.
"Apa dia melakukannya dengan Yodi. Bagaimana ini Pa, kita justru memasukan Yodi ke dalam penjara. Mana mau dia bertanggung jawab lagi terhadap Celine," ucap Dessery langsung menangis.
"Tenanglah Ma. Kalau pun yang melakukan itu adalah Yodi. Walaupun dia sudah bebas. Papa tak rela menyerahkan putri kita padanya. Mama tak lihat bagaimana keadaan putri kita setelah di culik. Dia melakukan kekerasan pada putri kita. Dia memukulinya. Apa mungkin saat itu Celine juga di perkosa?" tanya Yudhi.
"Oh ya ampun anakku. Kenapa di tak menceritakan kejadian itu? Kenapa kita hanya melaporkan tindakan penculikan dan kekerasan saja. Yodi pasti sangat kesal padanya karena membatalkan pertunangan mereka hingga membuatnya tega menyakiti putri kita. Itu yang membuatnya melampiaskan kekesalannya dengan memperkosa putri kita Pa," tutur Dessery sambil tersedu-sedu.
__ADS_1
"Kalau itu tidak pasti Ma. Kenapa dia tak melaporkan pelecehan yang dilakukan Yodi padanya. Bisa jadi mereka memang melakukannya atas dasar suka sama suka. Hingga Celine tak bisa menuntutnya saat itu. Sekarang jika dituntut pertanggungjawabannya pun tak mungkin lagi. Celine lah yang jelas-jelas membatalkan pertunangan. Terlepas dari masalah korupsi dan kerja sama Yodi dan ayahnya untuk menguasai perusahaan kita," tutur Yudhi.
"Lalu bagaimana ini Pa. Bagaimana dengan pernikahannya. Undangan telah disebar. Persiapannya pun telah matang. Hanya tinggal menghitung hari, bagaimana kita hadapi ini Pa. Mikho sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan," ujar Dessery risau.
"Kita tanyakan pada Mikho. Kita harus tanyakan langsung bagaimana selanjutnya tentang pernikahan ini. Kalau perlu kita bujuk dia agar tetap bersedia menikahi Celine," usul Yudhi.
Bu Dessery mengangguk. Keesokan harinya, Pak Yudhi dan Bu Dessery datang ke kediaman keluarga Mikho. Mereka ingin membicarakan tentang pernikahan yang tiba-tiba dibatalkan oleh laki-laki itu. Bu Anisa sangat kaget mendengar keputusan Mikho yang telah mengacaukan apa yang telah dipersiapkannya.
Mikho menceritakan tentang surat dari Yodi yang ditujukan padanya. Kedua orang tua Mikho terkejut mendengar cerita putranya. Mereka yang tadinya kesal karena Mikho tiba-tiba memutuskan membatalkan pernikahan kini tak bisa berkata apa-apa lagi.
Mereka pasrah pada keputusan Mikho. Sejujurnya Bu Anisa juga merasa kesal, merasa telah ditipu oleh Celine. Bu Dessery dan Pak Yudhi memohon agar Mikho membatalkan keputusannya.
"Ma!" ucap Mikho.
Laki-laki itu kesal, benci pada kenyataan yang baru diketahuinya tetapi tetap tak tega jika orang tuanya menghina gadis yang masih dicintainya itu. Akhirnya Mikho setuju untuk mempertimbangkan pembatalan pernikahan itu. Mikho berjanji akan menemui Celine jika hatinya sudah lebih tenang nanti.
__ADS_1
"Apa? Masih mau bertemu dengan dia lagi? Jika kamu benar-benar ingin menikah, ya sudah nikahi Tiara saja. Dia lebih baik daripada Celine. Tiara jauh lebih baik segala-galanya daripada Celine," ucap Anisa.
"Mama nggak tahu apa-apa tentang Celine. Jadi jangan bandingkan Celine dengan gadis mana pun," ucap Mikho lalu mengangguk hormat pada kedua orang tua Celine memohon diri untuk kembali ke kamarnya.
Melihat itu Bu Dessery dan Pak Yudhi pasrah kembali pulang ke rumahnya. Hari demi hari mereka lalui dengan harap-harap cemas. Setiap hari menunggu kedatangan Mikho. Berharap laki-laki itu merubah pikirannya.
"Sudah tinggal tiga hari lagi Pa, Mikho masih belum muncul. Tega sekali dia membuat kita menunggu," ucap Dessery.
"Papa bisa mengerti perasaan Mikho, Ma. Dia juga pasti sangat bingung. Dialah yang paling menderita dalam hal ini. Dia sangat mencintai Celine tapi tiba-tiba harus menerima kenyataan ini, gadis yang dicintainya ternyata memiliki rahasia. Bagaimana dia bisa nekat melangkah ke jenjang pernikahan dengan gadis yang tiba-tiba tak dikenal seperti apa dia sebenarnya. Kita sendiri bahkan tak mengenali Celine lagi. Siapa, bagaimana putri kita itu sebenarnya," ucap Yudhi.
"Jadi kita pasrah Pa, jika pernikahan Celine dibatalkan?" tanya Dessery.
"Ya Ma, Mikho tidak salah. Jika dia memutuskan batal menikah pun tak ada yang akan menyalahkannya. Hanya kita yang akan menanggung malu karena pembatalan ini," ucap Yudhi dengan nada sedih.
"Aku akan lakukan pernikahan seperti yang telah direncanakan. Maaf sudah membuat Mama dan Papa khawatir," ucap Mikho yang tiba-tiba muncul di beranda belakang rumah itu.
__ADS_1
Bu Dessery dan Pak Yudhi kaget, karena kedatangan Mikho yang tiba-tiba tanpa memberi kabar lebih dulu. Juga kaget karena keputusan anak itu yang tetap akan meneruskan pernikahan. Bu Dessery dan Pak Yudhi menyambut baik keputusan anak itu dan mempersilahkan Mikho memberi tahu sendiri tentang keputusannya ini pada Celine.
...~ Bersambung ~...