Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 62 ~ Memaafkan ~


__ADS_3

Erica bahagia melihat Celine keluar dengan wajah kesal. Namun, setelah itu dia tertunduk. Meski terlihat bahagia tetapi hati kecilnya menderita. Setelah apa yang dilakukannya, apa pun yang diusahakannya bahkan melibatkan orang tuanya tetap tak menghasilkan apa-apa. Mereka justru harus menghadapi kehidupan yang lebih sulit akibat dari perbuatan mereka itu.


Sementara, tak ada yang berubah dari Celine, dia tetap cantik, dia tetap dicintai. Meski dengan cara apa pun mencoba menghancurkannya. Celine tetap disayangi Mikho. Laki-laki itu tetap mengejarnya. Erica pasrah, menatap lurus dan mata yang tergenang. Teringat nasib keluarganya yang terpisah-pisah karena keegoisannya, kekanak-kanakannya melebihi kecerdasannya.


Maafkan aku Celine, batin Erica sambil mengusap sebelah wajahnya yang di balut kain kasa.


Meminta maaf di dalam hatinya, dari dalam hatinya. Entah akan diterima atau tidak, tetapi semua itu terucap begitu saja. Erica menyerah, ingin menyerah pada ambisinya sendiri. Erica tak ingin mengikutinya lagi karena sedikit pun tak membawa kebahagiaan untuknya. Justru hanya mendatangkan musibah baginya dan bagi keluarganya.


Sementara itu Mikho mendekati Celine yang sedang kesal mendengar cerita Erica. Setelah dibujuk akhirnya hati gadis itu luluh juga. Celine bersyukur, masalah rahasia hubungan Erica dan keluarga Pak Cipto telah berakhir.


"Yosi sudah berangkat, Erica juga sudah ketahuan siapa jati diri yang sebenarnya. Lalu apa masih ada hal lain yang akan menghambat rencana pernikahan kita?" tanya Mikho sambil menangkup wajah cantik itu.


Senyum Celine yang tadi merekah berangsur hilang. Mikho heran dengan reaksi tunangannya itu. Celine terlihat bingung, seperti ingin bicara sesuatu tetapi tak bisa.


"Sayang, ada apa?" tanya Mikho heran.


"Aku … aku kira … aku sudah tidak …."


"Kalian di sini?" tanya Tiara menyela ucapan Celine.


Celine memutuskan untuk jujur tentang kejadian yang menimpanya saat diculik Yodi. Gadis itu pasrah jika akhirnya Mikho meninggalkannya. Celine sendiri merasa tercekik setiap kali menatap mata laki-laki itu. Selalu ada rasa bersalah karena tak jujur dengan kejadian itu.


Namun, Tiara dan Teon justru datang di saat hatinya telah yakin untuk berterus terang. Kedua sahabatnya itu terlihat mesra bergandengan tangan. Menyapa mereka di depan pintu lift menuju basement rumah sakit.


"Kalian mau makan siang?" tanya Teon.


"Kami sudah makan siang, yayangku yang membawakan makan siang untukku," jawab Mikho mengingat mereka makan siang bersama sebelum Celine mengintip ruang rawat inap Erica tadi.


"Oh ya ampun jijai sekali," ucap Tiara langsung tertawa.


"Kalian mau makan siang?" tanya Mikho.


"Justru kami habis dari makan siang," jawab Tiara.


"Oh ya? Kalau begitu baiklah, kami ingin umumkan sesuatu," ucap Mikho.


Membuat mata Celine langsung terbelalak. Mengira Mikho akan segera mengumumkan rencana pernikahan mereka. Karena baru saja laki-laki itu membahas tentang itu.


"Yodi dan keluarganya telah mendapatkan vonis–"


"Oh ya? Berapa tahun?" tanya Teon.


"Ayah lima, ibu lima dan anak delapan," jawab Mikho cepat.


Celine lega sekaligus sedih, lega karena ternyata Mikho tidak membahas tentang pernikahan mereka. Sementara rasa sedih juga muncul karena yang sedang dibahas sekarang ini adalah orang yang hampir menjadi keluarganya. Terlihat bagi mereka yang membicarakan vonis itu terasa begitu enteng, berbeda dengan orang yang akan menjalaninya.


"Oh ya satu pengumuman lagi," ucap Mikho. Kembali membuat jantung Celine terasa mau copot.

__ADS_1


Apalagi ini? Batin Celine.


"Ternyata Erica itu adiknya Yodi," ucap Mikho.


Tiara kaget. Benar-benar tak menyangka kalau ternyata mereka beradik kakak. Tiara bahkan bertanya pada Celine yang merupakan calon kakak ipar dari Erica.


"Aku tidak tahu, aku belum pernah bertemu dengannya di rumah. Aku cuma melihat foto masa kecilnya. Aku tak mengenalinya, jadi aku kira dia sudah menikah dan tinggal dengan keluarganya sendiri," jelas Celine.


"Tapi Cel, tetaplah ada mirip-mirip nya," ucap Tiara.


"Itulah masalahnya, Celine tak mengenalinya karena dia melakukan face off," jawab Mikho.


"Benarkah? Jadi wajahnya yang sekarang ini, bukan wajah yang sebenarnya?" tanya Tiara heran karena jelas baginya face off adalah istilah untuk operasi total pada wajah.


"Ya dan sekarang dia sedang dirawat di sini karena mengalami kecelakaan," jelas Mikho.


"Oh ya ampun, benarkah? Kapan masuknya? Aku kok nggak dikasih tahu?" tanya Tiara.


"Kemarin, setelah menghadiri sidang kakaknya," jawab Mikho.


Tiara langsung mengajak semuanya kembali menjenguk Tiara. Celine enggan tetapi Tiara terus mengajaknya. Gadis itu akhirnya mengikuti langkah kedua sahabatnya itu dan kembali mengunjungi Erica yang telah sempat membuatnya kesal tadi.


"Masih kesal sama Erica?" bisik Mikho sambil mengikuti Tiara dan Teon yang berjalan di depan mereka.


Celine menggelengkan kepalanya lalu tersenyum pada Mikho. Laki-laki itu menggenggam tangan calon istrinya sambil tersenyum begitu manis. Mikho melangkah sambil menarik tangan Celine ke belakang punggungnya, seolah-olah Celine sedang melangkah sambil merangkul pinggangnya.


Celine salah tingkah karena Tiara yang pasti mengira Celine melangkah sambil merangkul pinggang Mikho. Gadis itu menarik tangannya. Namun, sambil tersenyum Mikho menahannya.


"Kenapa? Apa malu karena jalan mesra denganku?" bisik Mikho.


"Bukan begitu, aku …." 


"Baiklah," ucap Mikho lalu melepas tangan Celine.


Gadis itu langsung meraih kembali tangan laki-laki itu. Mikho kaget, Celine menatap mata Mikho tanpa berkata-kata. Laki-laki itu tersenyum lalu mengangkat tangan Celine dan mengecupnya.


Aku nggak akan lepaskan tangan Kakak. Sampai Kakak sendiri yang menepis tanganku, batin Celine dengan mata yang berkaca-kaca.


Namun, memalingkan wajahnya seolah menatap ke arah lain. Mikho tersenyum, hatinya berbunga-bunga mendapati Celine yang tak ingin melepaskan tangannya. Mereka pun sampai di ruang rawat inap Erica. Gadis itu kaget karena Tiara dan Teon yang berkunjung ke ruangannya. Lebih kaget lagi saat melihat Celine dan Mikho yang kembali datang ke ruang rawat inapnya.


"Lho bukannya dia yang merekam video Celine?" tanya Teon.


"Justru itu yang aku kagetkan Teon. Aku tak menyangka kalau ternyata Erica dan Yodi itu kakak adek," jelas Tiara.


"Oh begitu, makanya aku heran, kenapa anak IPA itu bisa diundang Celine, ternyata dia masih kekuarganya. Lalu bagaimana dengan penyebaran rekaman video tanpa izin itu. Apa akan kita usut?" tanya Teon.


Mikho menggelengkan kepalanya. Teon heran hingga bertanya. Karena hari itu mereka semua  sangat marah pada penyebar rekaman video itu. Erica hanya bisa menunduk menyesal, mendengar mereka membahas perbuatannya pada Celine.

__ADS_1


"Celine melupakan semua itu, dia tak ingin menuntutnya–"


"Apa?" tanya Tiara dan Teon kaget.


"Celine bahkan sudah memaafkannya. Aku sendiri tadinya ingin menuntutnya karena mengambil foto kita tanpa izin Ra," ucap Mikho pada Tiara.


"Apa? Foto kita yang mana? Untuk apa?" tanya Tiara.


"Kamu ingat saat aku ajak kamu mengunjungi Celine di rumah sakit? Kamu takut menemui Celine karena merasa bersalah. Kamu merasa menjadi orang yang menyebabkan Celine memilih jalan bunuh diri. Saat itu kamu menangis dan aku memelukmu untuk menghiburmu. Ternyata dia mengambil foto kita lalu mengirimkannya pada Celine. Itu juga yang menyebabkan Celine memilih pergi ke luar negeri," jelas Mikho.


"Oh ya? Lalu bagaimana kamu bisa tahu tentang pengambilan foto itu? Celine bertanya padamu?" tanya Tiara.


"Mana mungkin Celine bertanya. Paling dia pendam itu semua sampai mati," sahut Teon.


"Ya benar, aku yang sedang iseng otak atik melihat galeri fotonya. Akhirnya menemukan foto itu dan langsung bertanya padanya," sambung Mikho.


"Ya ampun Cel, kamu pasti berprasangka buruk pada kami. Percayalah, meskipun Mikho pernah memelukku tapi itu hanya pelukan untuk menghibur. Dia nggak pernah nafsu padaku, percayalah," ucap Tiara dengan ringannya.


Mikho tertawa begitu juga dengan Teon. Celine hanya tersenyum simpul. Gadis itu hanya mengangguk percaya pada ucapan Tiara.


"Maafkan aku Celine," ucap Erica.


Gadis itu kembali merasakan kebaikan hati Celine. Semua yang dilakukannya pada Celine di maafkan. Erica menangis terisak-isak dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Beberapa saat tadi masih sempat sombong bercerita hingga membuat hati Celine bersedih.


Menyadari dirinya yang begitu jahat bahkan sejak masih kecil. Namun, semua itu dibalas dengan kerelaan hati oleh gadis itu. Rela melepas rasa dendam dan sakit hati, menggantinya dengan ikhlas memberi maaf. Erica benar-benar kagum pada kebesaran hati Celine.


"Sudahlah Erica, itu semua masa lalu. Aku hanya berharap kamu mau menyesali dan tak mengulanginya lagi," ucap Celine.


"Iya Cel, harusnya aku menyadari dari dulu. Setiap kali berbuat jahat aku tak mendapatkan apa pun. Tapi kamu, karena hatimu bersih, apa yang datang padamu tetaplah baik meski kamu tak menginginkannya. Meski kamu menyesali tapi tetap saja itu bagus bagimu," ucap Erica.


"Apa maksudmu?" tanya Celine.


"Meski kamu menyesal rambutmu dipotong. Meskipun kamu tak menginginkan itu tapi kamu selalu mendapatkan yang terbaik. Kamu tidak tahu? Model rambut barumu itu bagus sekali, aku suka, aku bahkan ingin model rambut seperti itu. Aku kesal, meski telah berbuat jahat hingga kamu menangis tetap saja kamu mendapatkan yang aku suka. Rambut barumu dipuji oleh banyak orang–"


"Itu hanya untuk menghiburku agar aku tidak menangis lagi," sanggah Celine.


"Ya ampun, aku bahkan dengar sendiri Devan memujimu. Bukannya setelah itu dia mendekatimu?"


"Wah saingan Mik," celetuk Teon lalu tertawa.


"Aku tidak ingat sama sekali," ucap Celine.


"Aku rasa aku sudah muncul dalam kehidupan Celine saat itu. Jadi perhatian Celine hanya padaku–"


"Ge er kamu," ucap Tiara langsung tertawa.


Mereka pun tertawa bersama. Erica meminta maaf pada Celine dan Celine pun sudah memaafkannya. Celine bahkan mengirimkan foto mereka bersama ke alamat e-mail Yosi. Erica juga turut berpesan pada adiknya agar rajin belajar hingga bisa menjadi harapan bagi keluarga mereka kelak.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2