Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 83 ~ Berani Menemui ~


__ADS_3

Mikho mendengar secara langsung penjelasan Yosi sebagai saksi atas kejadian saat penculikan Celine. Begitu sedihnya Yosi hingga menangis menceritakan kejadian itu. Remaja itu menyesal karena tak ada yang memintanya menceritakan kejadian itu sebelumnya.


Mendengar kehidupan pernikahan Celine yang menyedihkan, remaja yang menyayangi Celine seperti kakaknya sendiri itu menyesal karena tak bisa menyelamatkan pernikahan Celine hingga akhirnya berpisah. Memohon pada Mikho untuk segera menemui Celine dan meminta maaf padanya. Yosi tak sanggup membayangkan gadis sebaik Celine mengalami kehidupan pernikahan yang menyedihkan.


"Pokoknya Kak Mikho harus segera menemui Kak Celine. Minta maaflah padanya. Buatlah Kak Celine bahagia Kak. Hanya Kak Mikho yang bisa bahagiakan Kak Celine," ucap Yosi memohon sambil menangis.


Anak remaja itu tak ingin Mikho menunda-nunda untuk bertemu dan menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Yosi sangat takut kalau usaha mereka ini akan terlambat. Hal itu juga yang menjadi pertimbangan Mikho.


"Dia sudah menemukan laki-laki lain Yosi. Aku ragu usaha kita ini akan berhasil," jawab Mikho melalui sambungan video call itu.


"Nggak Kak! Pokoknya Kak Mikho harus mencoba dulu. Jangan sampai terlambat. Jangan sampai menyesal nantinya. Apa pun hasilnya Kak Mikho harus berusaha dulu. Aku nggak percaya kalau Kak Celine sudah berpaling dari Kak Mikho–"


"Tapi Yosi–"


"Nggak! Aku nggak mau dengar alasan lagi. Nggak peduli Kak Mikho akan benci setengah mati padaku. Pokoknya Kak Mikho harus berani temui Kak Celine. Aku nggak mau melihat Kak Celine bersedih lagi … kalau aku tahu semua karena kejadian itu? Kalau saja Kak Celine bertanya padaku. Aku akan menjelaskan sedetail-detailnya. Sekarang aku baru tahu penyebab kesedihan di raut wajah Kak Celine saat sendiri. Di depan orang, Kak Celine akan tersenyum tapi saat sendiri Kak Celine akan termenung. Aku tak tahu apa yang dipikirkannya. Sekarang aku tahu, hatinya resah karena kejadian itu. Aku rasa Kak Celine mengira dirinya sudah ternoda. Nggak Kak! Kak Mikho harus menjelaskan padanya. Kak Mikho harus menghilangkan keresahan hatinya. Kak Mikho harus bisa membahagiakannya karena cuma Kak Mikho yang bisa membuatnya bahagia. Tolong Kak Mikho, aku mohon. Aku takut Kak Celine trauma dan memutuskan hidup sendiri selamanya," ungkap Yosi sambil menghapus air matanya.


Mendengar itu Mikho tak bisa berkata apa-apa lagi. Yosi pun tak rela, tapi juga tak bisa melakukan apa-apa untuk memaksa Mikho memenuhi permintaannya. Hati anak itu sangat risau. Raut wajah anak itulah yang membuat Mikho akhirnya melangkah ke area parkir mobil. Erica pun mengikuti.


"Kita ambil jepit rambut Celine dulu di rumah," ucap Mikho.


Erica terharu hingga menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Gadis itu segera mengabarkan pada Yosi kalau mereka akan segera menemui Celine. Yosi berteriak girang tetapi segera menutup mulutnya karena saat itu di tempatnya masih di malam hari.

__ADS_1


Mikho dan Erica melakukan perjalanan ke desa Pesanggrahan di mana Celine membeli sebuah rumah. Begitu sampai di sana, Erica langsung turun dari mobil dan berlari memasuki halaman rumah yang luas dan asri itu. Erica tercengang saat melihat laki-laki yang sangat dikenalnya bahkan menjadi cinta pertamanya itu sedang tertawa.


Langkahnya langsung terhenti, Mikho pun ikut terpaku. Kaki mereka terasa berat melangkah. Erica yang tadinya begitu semangat mengajak Mikho menemui istrinya kini tak mampu bergerak mendekat.


Mikho yang memang tak mampu menahan beban kesedihannya setiap kali melihat Celine bersama laki-laki lain, hanya bisa pasrah dengan keputusan Erica. Lanjut menemui Celine atau memutar balik tubuh mereka dan pergi.


"Kak Celine! Ada tamu itu!" seru seorang anak yang belajar di sana.


Celine dan Devan serentak menoleh. Keduanya langsung berdiri dari teras samping rumah itu. Dengan mata yang berkaca-kaca dan bermacam pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya.


Kenapa mereka datang bersamaan? Apa hubungan mereka? Apa Erica berhasil mendapatakan hati Kak Mikho? Apa mereka datang untuk menyampaikan sesuatu? Apa mereka akan menikah? tanya Celine dalam hati.


Mata Mikho yang lurus tertuju pada mata Celine yang berkaca-kaca itu. Tak mampu menahan diri lagi. Tak peduli apa hubungan Celine dan Devan saat ini. Mikho mendekat dan langsung memeluk Celine. Laki-laki itu menangis sambil memeluk istrinya itu.


"Kak Mikho, apa … ini sungguh-sungguh? Bukannya pernikahan kita sudah berakhir?" tanya Celine. Mikho melepaskan pelukannya dan langsung menangkup wajah istrinya.


"Nggak Celine, aku nggak pernah berniat menceraikanmu. Semua ucapanku waktu itu hanyalah ucapan yang dilandasi oleh kemarahan. Jauh di lubuk hatiku, tak pernah ingin bercerai darimu. Aku hanya ingin menunggu penjelasan darimu. Tapi kini aku sudah tahu semua, kamu tak perlu menjelaskan apa-apa lagi," ucap Mikho.


"A …apa maksud Kak Mikho? Ingin aku menjelaskan apa?" tanya Celine.


Air mata gadis itu langsung mengalir. Celine sepertinya sudah mengira apa yang dimaksudkan Mikho. Gadis itu langsung ketakutan. Harapannya Mikho tak lagi menyinggung status keperawanannya. Celine tak sanggup menjelaskan apa yang dia sendiri tak sanggup mengingatnya lagi. Mikho kembali memeluk Celine erat dan langsung berbisik.

__ADS_1


"Aku sudah tahu semuanya sayang! Yosi telah menceritakan detail kejadiannya. Yodi … dia belum melakukan apa-apa padamu. Kamu masih suci sayang. Kehormatanmu masih terjaga," bisik Mikho.


Celine tercengang hingga termangu. Gadis itu hingga tak bisa berkata apa-apa. Sementara itu, Devan hanya bisa tertunduk menyaksikan pertemuan suami istri itu. Erica langsung menyapanya.


"Aku tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu di sini," ucap Erica.


Devan langsung menoleh ke arah Erica. Ucapan gadis itu seolah-olah begitu mengenalnya. Melihat raut bingung di wajah Devan, Erica langsung mengingatkan laki-laki itu siapa dirinya.


"Kamu lupa padaku? Aku Yori, teman bermain setiap kali mengikuti family gathering," ucap Erica sambil tersenyum.


"Apa? Yori? Kamu … benar-benar Yori? Iya benar. Pantas saja aku seperti mengenalmu," ucap Devan langsung menyalami Erica.


Gadis itu tersipu, setelah semua yang dilakukan pada tubuhnya. Ternyata Devan masih mengenalinya. Bagi Devan, wajah Erica sekarang tak merubah ciri khasnya. Hanya merubah wajah Erica yang gemuk menjadi Erica versi kurus.


Erica tersipu malu, karena laki-laki yang menjadi idolanya dulu ternyata belum melupakannya. Devan mengajak Erica berjalan-jalan di halaman kebun rumah Celine setelah mengizinkan anak-anak didiknya pulang.


"Apa hubungan kalian saat ini? Mikho ragu menemui Celine karena kamu. Dia mengira kamu adalah laki-laki yang ingin mendekati Celine," ucap Erica.


"Ya! Dia benar. Aku memang ingin mendekati Celine," jawab Devan.


"Apa?"

__ADS_1


Erica tak menyangka kalau Devan begitu jujur mengakui niatnya yang ingin mendekati Celine. Erica langsung menunduk, situasi sama seperti dulu. Celine tetap menjadi gadis yang menarik perhatian Devan.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2