Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 68 ~ Cinta yang Kembali Terhalang ~


__ADS_3

Mikho memberitahu pada Celine kalau dirinya akan tetap menikahinya. Namun, baru saja merasa bahagia, Celine disuguhkan dengan janji pernikahan yang hanya dilakukan selama  tiga bulan. Celine sadar, Mikho sudah tak ingin lagi menikah dengannya tetapi karena semua persiapan pernikahan telah matang dan undangan yang telah disebar, bisa menimbulkan tanda tanya terhadap keluarga mereka.


Untuk itu Mikho hanya ingin menyelamatkan nama baik keluarga Celine dan keluarganya. Mikho hanya menetapkan pernikahan mereka selama tiga bulan saja. Selama masa pernikahan mereka itu Mikho tak akan menyentuh Celine sama sekali.


Aku mempertahankan cintaku. Jika itu adalah bukti cinta, aku juga telah mencoba mempertahankannya. Aku berharap, aku mati saat itu karena tak bisa mempertahankannya untukmu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu padamu Kak Mikho. Kamu telah lebih dulu menganggap aku wanita murahan. Apa yang aku ucapkan apa akan Kak Mikho dengar atau hanya kakak anggap sebagai alasan? jerit hati Celine yang tertunduk.


Duduk di lantai yang dingin. Menangisi pernikahan yang akan dijalaninya hanya sebatas menyelamatkan nama baik orang tuanya. Pernikahan tanpa cinta dari seseorang yang dicintainya.


Hari pernikahan itu pun datang, semuanya telah dipersiapkan dengan matang. Namun, raut bahagia hanya terpancar dari wajah Bu Dessery dan Pak Yudhi yang menyambut tamu dengan gembira. Sementara kedua pengantin dan orang tua Mikho tak terlihat bahagia sedikit pun dengan pesta pernikahan itu.


Hanya tersenyum sebagai basa-basi bagi para tamu yang mengucapkan selamat pada mereka. Setelah itu kembali dalam lamunan masing-masing. Celine melihat betapa beratnya Mikho menjalani pesta pernikahan yang terpaksa ini.


"Apa yang terjadi ya Pa? Kenapa wajah anak-anak itu terlihat sedih. Padahal Mikho sendiri yang memutuskan untuk melanjutkan pernikahannya. Celine juga tak terlihat bahagia sedikit pun. Apalagi orang tua Mikho, mereka terlihat cemberut bahkan saat menghadapi tamu-tamu," ucap Dessery.


"Entahlah apa yang terjadi, mungkin karena keputusan Mikho belum matang Ma, dia sebenarnya masih ragu-ragu untuk melanjutkan pernikahan ini. Tapi sepertinya yang sangat tidak setuju pernikahan ini dilanjutkan adalah kedua orang tuanya. Mungkin karena itu Mikho jadi sedih Ma," jawab Yudhi.


"Kasihan Celine ya Pa, dia jadi menantu yang tak diinginkan," ucap Dessery lalu mengusap matanya.

__ADS_1


"Jangan menangis sekarang Ma, masih banyak tamu," ucap Yudhi agar istrinya lebih tegar. Bu Dessery mengangguk.


Acara pernikahan selesai, tak ada rencana pergi berbulan madu atau perjalanan apa pun. Celine segera pindah ke rumah Mikho, dan langsung tinggal dengan keluarga itu. Sejak mulai prosesi pernikahan hingga selesai resepsi, Bu Anisa dan Pak Gunawan tak sekali pun menyapa Celine.


Gadis itu diabaikan begitu saja. Saat Mikho baru datang setelah menjemputnya, Celine dibiarkan sendiri tanpa disambut sama sekali. Gadis itu berusaha tegar, masuk ke kamar Mikho dan meletakkan koper berisi pakaiannya. Bahkan para pelayan pun tak berani membantu Celine, mengangkat koper itu naik tangga ke lantai atas.


"Kita tak bisa tidur seranjang, aku akan tidur di sofa," ucap Mikho lalu mengambil bantal dan selimut.


Celine menahan bantal yang dipegang Mikho. Laki-laki itu mengerutkan keningnya menatap Celine yang tertunduk meneteskan air mata. Entah apa yang diinginkan Celine tapi dia tak ingin luluh karena air mata itu hingga bersedia tidur satu ranjang dengannya.


Gadis itu hanya diam menunduk, Mikho tak peduli, tetap saja hendak tidur di sofa. Namun, Celine tetap menahan bantal yang di pegang Mikho. Mereka memang telah menikah tetapi Mikho tak ingin Celine merasa pernikahan mereka adalah sesungguhnya. Dia tak ingin luluh pada permintaan gadis itu yang ingin tidur bersamanya.


Gadis itu lalu mengambil bantal di sampingnya lalu melangkah ke sofa. Mengatur bantal itu dengan sesekali menghapus air matanya lalu langsung merebahkan diri. Pikiran Mikho salah. Dia berpikir Celine akan mencoba mengajaknya tidur bersama di atas ranjang. Laki-laki itu terpaku menatap punggung Celine yang berguncang karena menangis.


Laki-laki itu terduduk di sisi ranjang. Untuk menunjukkan kemarahannya pada Celine dia ingin meninggalkan gadis itu sendiri di atas ranjang. Namun, sebaliknya Celine justru memilih meninggalkannya sendiri tidur di ranjang.


Baguslah! Rupanya kamu sadar diri, batin Mikho menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun, hatinya terasa sakit mendapatkan kenyataan justru Celine yang tak memohon padanya. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, inginkan Celine memohon padanya, berharap padanya kalau perlu mengemis cintanya tetapi apa yang diharapkannya tak terjadi. Celine menerima semua keputusannya. Bercerai dalam waktu tiga bulan. Menerima untuk tidak menyentuhnya sama sekali juga pilihannya untuk tak tidur seranjang, semua dipatuhi oleh Celine.


Kamu tak inginkan aku Celine? Sebenarnya kamu tak inginkan aku. Tak ada sedikit pun keinginanmu untuk mempertahankan aku. Benarkah? Sebenarnya kamu tak inginkan aku lagi? batin Mikho bertanya-tanya.


Laki-laki itu berbaring menatap langit-langit kamar, lalu mencoba memejamkan matanya. Rasa lelah dengan kesibukan seharian tetap tak bisa membuatnya terlelap. Mikho menoleh ke arah sofa di mana, Celine tertidur.


Ya Tuhan, aku mencintainya, aku ingin bersamanya. Tapi kenapa justru saat kami telah sah hidup bersama justru kami malah terpisah, batin Mikho.


Laki-laki itu melangkah mendekati sofa di mana Celine tertidur. Gadis itu telah tertidur dengan tubuhnya berguncang karena sisa isak tangisnya. Mikho menatapnya dengan hati yang terasa perih. Gadis yang dicintainya ada di depan mata. Bahkan telah sah menjadi istrinya tetapi tak bisa memeluknya karena terhalang oleh ucapan dan keputusannya sendiri.


Celine, aku menderita, lakukan sesuatu. Katakan sesuatu, memohon maaflah padaku, aku akan memaafkanmu. Aku tak sanggup hidup seperti ini Celine, berjanjilah akan setia padaku. Lupakan Yodi. Aku tak peduli apa yang telah kamu berikan padanya, aku tak peduli, batin Mikho menangis hingga terduduk di lantai di samping sofa Celine.


Mikho bahkan tertidur di samping sofa itu. Hingga tengah malam dia terbangun dan melihat Celine yang tidur meringkuk kedinginan. Segera laki-laki itu mengambil selimut dan menyelimutinya. Mikho sangat ingin tidur memeluk gadis yang kedinginan itu. Namun, tak bisa dilakukannya karena itu akan membuat Celine bingung dengan sikapnya. Mikho harus tegas menjaga jarak agar mudah bagi mereka untuk berpisah.


Menjelang pagi, Celine terbangun dan mendapati dirinya telah berselimut. Gadis itu menatap selimut itu dengan heran. Lalu menoleh ke arah Mikho yang masih tertidur di ranjang. Tubuhnya kedinginan. Celine segera menyelimuti laki-laki yang dicintainya itu. Celine ingin membelai wajah yang sangat dirindukannya itu tetapi terhalang oleh keputusan mereka yang harus berpisah dalam waktu tiga bulan ini. Celine tak ingin perpisahan itu terasa berat hingga mencoba membatasi dirinya untuk mendekati Mikho.


Semalam Kak Mikho menyelimutiku, berarti dia masih sayang padaku? Ah mungkin hanya kasihan, jika masih sayang dia pasti akan berusaha memaafkan aku, batin Celine.

__ADS_1


Gadis itu duduk di sofa sambil terus menatap wajah tampan itu. Celine tak menyangka justru tak ada lagi penghalang hubungan mereka, justru tak ada lagi masa lalu yang menghalangi cinta mereka, sekarang mereka justru kembali terpisah. Cinta mereka terhalang oleh hal yang lain.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2