Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 84 ~ Menerima ~


__ADS_3

Mikho dan Erica termangu saat melihat keakraban Celine dan Devan yang tertawa begitu bahagia bersama-sama. Erica saja yang begitu semangat menyatukan Mikho dan Celine langsung tertegun. Mereka berdua terpaku dengan pikiran masing-masing.


Mikho yang cemburu melihat istrinya tertawa bahagia di samping laki-laki lain. Sementara Erica yang tak menyangka bisa bertemu dengan cinta pertamanya dan justru kembali direbut oleh Celine. Jika dia adalah Erica yang dulu mungkin Erica akan kembali menjahili rambut Celine saking sakit hatinya.


Namun, Erica bukan lagi Erica yang dulu. Erica sekarang telah berubah, menjadi seorang gadis yang sabar. Meraih cinta tidak lagi dengan cara memaksa. Melakukan segala cara bahkan cara yang kejam demi memuluskan niatnya. Erica telah belajar menerima dan bersyukur atas apa yang dimilikinya. Kasih sayang orang tua Celine padanya telah mengajarkannya bahwa ikhlas menerima keadaan, membuat hati menjadi tentram walaupun tak semua urusan berjalan lancar.


Jika Erica yang dulu, pasti akan senang melihat kesalahpahaman terjadi antara Celine dan Mikho tetapi sekarang, Erica bukan lagi Erica yang dulu. Gadis itu menahan tangan Mikho yang ingin berlalu dari tempat itu. Mengangkat dagunya menunjuk pada Celine.


Erica ingin Mikho menemui Celine seperti apa pun kesedihannya, seperti apa pun kecamuknya perasaan Mikho. Erica tetap ingin Mikho menemui istrinya. Saat seorang anak murid Devan menunjuk ke arah mereka. Celine dan Devan sontak menoleh ke arah belakang. Saat itulah Mikho tak bisa lagi beranjak pergi.


Mendapat tatapan rindu dari istrinya dengan mata yang berkaca-kaca dan hidungnya yang mulai memerah. Mikho tak peduli lagi. Entah saat ini Devan telah menjadi kekasih Celine. Entah saat ini Celine telah mencintai laki-laki itu. Mikho tak peduli. Dia hanya ingin memeluk erat istrinya dan meminta maaf. Menjelaskan kesalahpahaman antara mereka dan memperbaiki pemikiran Celine.


"Yosi telah menceritakan detail kejadiannya. Yodi … dia belum melakukan apa-apa terhadapmu. Kamu masih suci sayang. Kehormatanmu masih terjaga," bisik Mikho masih memeluk Celine.


Celine bahagia mendengar kenyataan itu. Begitu bahagianya Celine dengan pertemuan itu hingga tak sadar Erica dan Devan telah berjalan-jalan di kebun miliknya sementara anak-anak didik Devan telah diizinkan pulang. Gadis itu menoleh ke arah Devan yang meninggalkannya bersama Mikho.


Tiba-tiba wajahnya berubah murung. Celine bahkan tertunduk. Mikho merasa heran dengan perubahan raut wajah gadis itu.

__ADS_1


"Jadi itu sebabnya Kak Mikho mencariku? Karena tahu kalau ternyata aku masih perawan? Kalau begitu carilah perawan lain yang tak pernah tersentuh laki-laki," ucap Celine lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya sambil menangis.


"Celine bukan begitu! Aku tak masalahkan kesucianmu lagi! Aku tak pedulikan semua itu lagi," seru Mikho sambil menyambar tangan Celine.


"Bohong! Kak Mikho percaya pada selembar surat dari Kak Yodi. Kak Mikho memutuskan menikahi tapi tak menyentuhku karena Kak Mikho jijik padaku. Kak Mikho menuntut keperawananku dan menghinaku. Memutuskan bercerai dalam waktu tiga bulan karena tak tahan hidup dengan istri yang tak suci lagi. Sekarang, setelah tahu aku masih suci Kakak datang padaku. Kak Mikho tidak mencintaiku! Kak Mikho hanya inginkan keperawanan!" teriak Celine dengan bersimbah air mata.


Gadis itu berlari ke kamarnya. Mikho tertegun, sesaat tak bisa berkata apa-apa. Sekilas apa yang dikatakan Celine seperti benar. Sikapnya memang seolah-olah tak bisa menerima Celine yang tidak suci lagi.


Namun, tiba-tiba teringat olehnya malam itu. Malam di mana Celine memutuskan untuk menghilang. Mikho sudah memutuskan menerima Celine bagaimanapun keadaannya. Malam itu Mikho telah berniat untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami dan menerima Celine apa adanya.


Teringat itu, Mikho langsung masuk ke kamar Celine. Gadis itu terkejut melihat Mikho masuk ke dalam kamarnya. Laki-laki itu langsung menangkup wajah Celine.


"Kamu salah Celine. Aku lebih mencintaimu dibandingkan sebuah keperawanan. Malam itu sebelum kita makan malam dengan orang tuaku. Aku sudah menerimamu, apa pun keadaanmu. Apa kamu lupa? Malam di saat kamu meminta izin untuk memelukku. Kamu menciumku? Saat itu juga aku tak pedulikan apa-apa lagi. Yang aku tahu, aku hanya mencintaimu. Malam itu juga aku ingin menyentuhmu. Melakukan kewajibanku sebagai seorang suami. Saat itu aku belum tahu kalau kamu masih suci. Malam itu juga aku tak peduli kamu masih suci atau sudah ternoda. Celine, aku mohon cabut kata-katamu yang mengatakan aku hanya menginginkan keperawanan. Aku mencintaimu, lebih dari keperawanan atau apa pun," bisik Mikho.


Ingatan Celine melayang ke masa saat menunggu Mikho yang pulang dari praktek di rumah sakit. Gadis itu telah memutuskan untuk pergi diam-diam, meminta izin memeluk laki-laki yang dicintainya itu untuk terakhir kalinya.


Mikho memenuhi permintaan Celine. Dalam hatinya juga sangat merindukan gadis itu. Namun, Mikho tak menyangka permintaan izin untuk memeluk itu dilanjutkan Celine dengan mencium bibirnya. Mikho tak kuasa menolak. Hatinya telah luluh menjelang berakhirnya masa tiga bulan pernikahan mereka. Membuat laki-laki itu membalas memeluk dan mencium bibir istrinya dengan perasaan yang menggebu.

__ADS_1


Merasakan ciuman yang menggebu itu Mikho mengejar Celine lalu memeluknya dari belakang. Membalik tubuh Celine dan kembali membenamkan bibirnya ke bibir yang telah lama tak diciumnya itu. Saat itu juga Mikho memutuskan untuk menerima Celine bagaimanapun keadaannya. Menghempaskan tubuh gadis itu ke atas ranjang. 


Mikho melanjutkan ciuman yang semakin lama semakin menggebu-gebu itu. Bergerak turun dari bibir hingga ke leher gadis cantik itu. Mikho melepas satu persatu kancing blouse Celine. Hasratnya yang telah memuncak membuat laki-laki itu bertekad akan melakukan malam pertama bersama istrinya. Namun, bunyi ketukan pintu menggagalkan niatnya. Orang tua Mikho ingin mengenalkan Mikho pada wanita lain dan Celine pun pergi.


Celine tak bisa menyangkal lagi, malam itu Mikho memang terlihat menerimanya. Setidaknya Mikho tak lagi menjauh darinya. Celine tak bisa lagi menyalahkan Mikho hanya menginginkan seorang gadis perawan.


Laki-laki itu merogoh sakunya dan mengeluarkan kotak berisi jepit rambut yang menjadi simbol pertunangan mereka. Tanpa sadar Celine meraih kotak bening itu dan membukanya. Terlihat jepit rambut yang telah utuh seperti semula.


"Aku tak inginkan itu lagi. Aku hanya inginkan kamu," bisik Mikho, menujukkan bahwa dia kembali menyerahkan jepit rambut itu untuk Celine.


Celine terharu, jepitan rambut hadiah neneknya yang telah hancur kini utuh kembali. Celine langsung membalikkan badan dan memeluk Mikho. Mata gadis itu tak lagi hanya berkaca-kaca, tetapi telah menangis haru. Mikho bahagia mendapatkan pelukan itu. Dalam hatinya berterima kasih atas ide Erica untuk memperbaiki simbol cinta mereka itu hingga membuat Celine terharu.


Celine tersenyum bahagia saat Mikho membenamkan bibirnya ke bibir manis gadis cantik itu. Semakin lama ciuman itu semakin menggebu. Rasa cinta mereka yang terhalang oleh berbagai macam masalah ingin di tepis menjauh.


Mikho tak butuh apa-apa lagi. Niatnya datang dari jauh hanya untuk mengembalikan Celine ke sisinya. Saat itu juga ingin memilikinya dan itu ingin dibuktikan saat gadis itu telah berbaring di bawahnya tanpa mengenakan apa pun.


Tiba-tiba Celine mendorong tubuh Mikho. Laki-laki itu kaget. Menolak di detik-detik Mikho hendak melancarkan aksi bercintanya. Mikho menatapnya heran sementara Celine hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2