Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 96 ~ Lupakan Masa Lalu ~


__ADS_3

Paginya mereka sarapan bersama, Celine menceritakan kondisi Pak Rahman yang mana adalah mantan bawahan ayahnya sendiri. Selama bercerita Erica hanya tertunduk sambil menikmati sarapan paginya. Dengan bangga Celine menceritakan upaya penyelamatan yang dilakukan suaminya pada orang tuanya. Pak Yudhi dan Bu Dessery mendengarkan begitu serius.


"Rahman? Ini Pak Rahman yang sahabat Papa saat merintis usaha dulu?" tanya Yudhi akhirnya setelah sibuk mengagumi tindakan heroik yang dilakukan menantunya.


"Iya Papa, kan tadi Celine udah bilang. Mantan orang kepercayaan Papa dulu, yang putranya bernama Devan," ucap Celine lebih menyakinkan.


Mikho langsung melirik istrinya. Meski cara Celine bercerita tentang Devan terdengar datar saja tanpa perasaan apa-apa tapi tetap saja, ada sesuatu di antara mereka. Celine yang mengetahui Mikho cemburu tersenyum tak peduli. Hari ini harus beritahu kondisi Pak Rahman pada Papanya agar Pak Yudhi bersedia membantu biaya pengobatan Pak Rahman.

__ADS_1


"Tentu Nak, jangankan perusahaan yang telah bersalah terhadapnya. Atas nama pribadi pun Papa bersedia menanggung biaya pengobatan penyakit Pak Rahman. Papa tak menyangka, kehidupannya seperti ini sejak dikeluarkan secara tak adil oleh Pak Cipto," ungkap Yudhi.


Mendengar itu Erica menitikkan air mata. Gadis itu yang sejak tadi hanya diam mendengarkan akhirnya tak bisa menahan tangisnya. Setiap kali membahas kejahatan orang tuanya, gadis itu yang merasakan penyesalannya. Erica sudah menunduk sangat dalam. Sudah berusaha menahan isak tangisnya.  Namun, Celine tetap menyadari itu.


"Erica, maaf. Kami bukannya ingin menyinggung Daddy-mu tapi kami hanya ingin mengingat kisah masa lalu," ucap Celine merasa menyesal melihat kesedihan Erica.


"Aku tahu, itu memang kenyataannya. Daddy memang tega, bahkan sahabat dari pemilik perusahaan pun didepak begitu saja. Jika takdir tidak menghentikan ini, Om Yudhi pun mungkin akan disingkirkan oleh Daddy dan Kak Yodi. Kami sekeluarga benar-benar kejam," ucap Erica semakin menunduk tak ingin semua yang berada di situ melihat air matanya yang menitik.

__ADS_1


"Erica, jika masih memikirkan dendam masa lalu Om dan Tante tidak akan menerima kamu di rumah ini. Jika kamu tidak di sini, kamu dan Mikho mungkin tidak akan pergi bersama-sama mencari Celine. Hingga kini mungkin kami masih belum bertemu dengan putri kami. Kamu lihat kan? Setiap orang punya peran masing-masing, tak ada yang tak berarti. Hanya kita yang harus memilih berperan sebagai orang yang memberikan keburukan atau memberi kebaikan. Kamu telah memberikan kebaikan bagi kami. Om dan Tante sangat berterima kasih padamu," tutur Dessery untuk membesarkan hati Erica.


Gadis itu mengangkat wajahnya yang telah bersimbah air mata. Tersenyum pada ibu yang berhati lembut itu. Bu Dessery menghapus air mata gadis itu dengan jari-jari tangannya dengan lembut lalu membelai rambut gadis itu. Erica menghambur ke dalam pelukan Bu Dessery yang memang duduk di sampingnya. Tiba-tiba merasa rindu pada ibunya.


"Papa akan mengunjungi Pak Rahman pagi ini, apa ada yang mau ikut?" tanya Yudhi. 


Semua ingin menjenguk Pak Rahman kecuali Erica yang ingin mengunjungi keluarganya di penjara. Celine memutuskan untuk meminjamkan mobilnya sementara dirinya ikut dengan orang tuanya mengunjungi Pak Rahman. Pak Yudhi tak ingin membiarkan Pak Rahman berlama-lama merasakan sakit. Segera ingin sahabatnya mendapatkan pengobatan.

__ADS_1


Pagi itu semua datang ke rumah sakit menjenguk Pak Rahman. Pak Yudhi langsung memeluk sahabat lamanya itu. Begitu juga dengan Bu Fitri dan Bu Dessery, saling berpelukan karena telah lama tak bertemu. Celine memandang mereka yang begitu bahagia bisa saling bertemu setelah sekian lama. Merasa terharu sambil tersenyum dirangkul oleh seorang dokter tampan yang telah menjadi suaminya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2