
Melihat perlakuan kasar Yodi terhadap Celine, Yosi tak tega. Segera remaja lima belas tahun itu, keluar dari mobil untuk menghentikannya. Bagaimanapun juga, Celine selama ini berlaku baik padanya. Dua kali, remaja itu bertemu dengan Celine, kedua-duanya memiliki kesan baik bagi gadis itu.
Pertemuan pertama Celine membelanya saat sang ibu memaksanya mengikuti kursus bahasa Inggris karena nilainya yang terlalu rendah. Pertemuan kedua, gadis itu menghadiahkan sepatu futsal dengan harga yang sangat mahal saat ulang tahunnya sehingga membuat Yosi sangat bangga mengenakannya.
Yosi terperangah saat melihat Yodi mendorong punggung gadis itu dengan kasar hingga terbanting di atas kap mobil. Lebih kaget lagi saat melihat kakaknya melepas celana jeans-nya. Anak itu dapat mengira apa yang akan dilakukan kakaknya terhadap Celine. Anak itu mencoba melarang tetapi justru mendapat bentakan.
Yodi memerintahkan adiknya kembali masuk ke dalam mobil. Tak ingin anak itu menyaksikan apa yang akan dilakukannya terhadap Celine. Tetapi masuk ke mobil pun Yosi akan tetap bisa menyaksikan perbuatan kakaknya. Yosi tak sanggup melihat perlakuan kakaknya terhadap Celine. Anak itu memilih berlari meninggalkan keduanya.
"Dasar perempuan sok suci! Benar juga apa yang dikatakan Yosi, culik, perkosa lalu bunuh," ucap Yodi sambil berusaha menyingkap rok selutut gadis itu.
Sementara itu, Yosi berlari sekencang-kencangnya ke arah yang berlawanan. Merasa letih sehingga remaja itu terduduk di jalanan aspal sepi sambil menjambak rambutnya. Merasa tak tega membayangkan Celine yang mendapat pelecehan dari kakaknya.
Sementara itu Yodi telah bersiap-siap membalaskan dendam dan sakit hatinya atas pembatalan pertunangan mereka sehingga mengacaukan segala rencananya. Yodi kabur, melarikan diri seperti pengecut dari ballroom hotel dengan rasa malu. Para pengawalnya kalah telak bertarung melawan Teon dan Mikho.
Yodi merasa waktunya terbuang sia-sia mendekati Celine. Berperilaku seperti seorang yang sopan dalam menjalin hubungan. Berperilaku seperti seorang gentleman yang sangat menghormati perempuan.
Tak pernah berciuman dengan gadis itu, bahkan tak pernah meminta gadis itu melayani nafsunya. Yodi terpaksa melampiaskan hasratnya pada teman kencannya. Menjalani hubungan yang sehat tanpa disertai pelampiasan nafsu. Sementara dia sangat ingin mencoba menikmati tubuh gadis cantik itu.
"Ambil olehmu Mikho, cewek bekas pakaiku ini," ucap laki-laki itu pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba Yosi datang mendorong kakaknya hingga Yodi terjengkang. Yodi naik pitam karena melihat adiknya yang menghalangi niatnya. Laki-laki itu berusaha berdiri tapi kembali didorong oleh Yosi. Antara geram, sedih dan takut. Yosi membabi buta memukuli kakaknya yang tak sempat berdiri karena tersangkut celananya sendiri yang telah turun hingga ke lutut.
Celine yang mulai sadar segera melihat ke sekelilingnya. Gadis itu perlahan mulai bisa menyadari situasi. Sangat terkejut saat mendapati pakaian dalamnya telah terlepas. Gadis itu sangat kaget melihat kondisi pakaiannya yang telah berantakan. Segera gadis itu membenahinya.
Celine menoleh ketika mendengar teriakan Yosi yang frustasi. Hatinya menolak menyakiti kakaknya sendiri tapi juga panik jika kakak laki-lakinya itu terbangun dan membalasnya. Yosi terus saja memukuli kakak tertuanya itu. Merasa sangat takut kakaknya akan bangun untuk membalas. Yosi akhirnya menghajar laki-laki itu bertubi-tubi meski Yodi terlihat telah pingsan.
"Sudah Yosi!" teriak Celine melihat Yodi yang sudah tak berkutik dengan wajah yang babak belur.
Yosi terduduk di jalan aspal. Merasa tak tega membayangkan mantan tunangan kakaknya yang baik itu disakiti. Yosi tak ingin merasa menyesal, hingga timbul keberaniannya untuk kembali. Yosi ingin menghentikan kakaknya yang bertindak tak berperikemanusiaan.
__ADS_1
Celine selalu baik pada Yodi dan keluarganya. Kini dibalas dengan perbuatan yang akan menyiksa batin gadis itu seumur hidup. Yosi merasa kakaknya seseorang yang biadab hingga tega menyakiti orang hanya karena rencana menguasai perusahaan ayah Celine menjadi gagal.
Merasa sangat takut tapi tak rela. Yosi merasa frustasi karena harus menyakiti kakaknya sendiri. Namun, tak tega pada Celine hingga akhirnya memutuskan untuk kembali menolong gadis itu.
"Sudah Yosi, kamu bisa membunuhnya," ucap Celine sambil menarik tangan remaja itu menjauh dari Yodi.
Kini, anak itu termenung menatap kakaknya yang telah tak sadarkan diri. Celine menyadarkannya dari rasa kalut yang membuatnya terus memukuli kakaknya. Celine mengusap punggung anak remaja itu untuk menenangkannya.
Gadis itu mulai mengingat kembali apa yang terjadi. Celine yang mendapat tamparan dari Yodi berkali-kali hingga tak sadarkan diri. Saat bangun, Celine mendapati pakaiannya yang telah berantakan. Celine akhirnya mengerti kalau Yodi bermaksud untuk melecehkannya tetapi Yosi kembali datang untuk menyelamatkannya.
"Terima kasih karena telah menolong Kakak, Yosi," ucap Celine pada remaja yang tertunduk menangis itu.
Sekarang Yosi sadar kalau saat bangun nanti dirinya akan mendapat balasan atas perbuatannya pada kakaknya sendiri. Remaja itu merasa sangat takut hingga menangis. Dia yakin, dirinya pasti akan dihajar habis-habisan oleh kakaknya.
"Sudah Yosi, jangan menangis lagi. Kakak akan melindungi kamu. Tapi ... kita ini ada di mana?" tanya Celine.
Gadis itu sempat melihat Yosi yang menghalangi perbuatan kakaknya. Namun, Yodi justru menghardik Yosi hingga anak itu memilih pergi. Celine bersyukur karena remaja laki-laki itu akhirnya kembali untuk menolongnya.
Sikapnya yang sok garang, hilang dalam sekejap. Rasa takut pada Yodi membuatnya menangis ketakutan. Celine memeluk remaja yang ketakutan itu. Celine sendiri merasa trauma dengan apa yang dialaminya. Gadis itu bahkan benar-benar mengira akan mati terbunuh hari ini.
"Gawat HP ku ketinggalan di mobil, bagaimana ini?" ucapnya setelah memeriksa sakunya.
Celine mulai panik tak mengenali daerah itu. Yosi menyerahkan ponselnya agar Celine bisa menghubungi seseorang untuk meminta pertolongan. Gadis itu segera menghubungi Mikho dan menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Tunggu aku sayang! Aku akan segera ke sana," ucap Mikho setelah Celine mengirimkan titik koordinat mereka saat ini.
"Mikho akan segera ke sini, kamu tenanglah ya?" ucap gadis itu pada Yosi.
Yosi tertunduk, merasa bersalah karena ikut terlibat dalam penculikan Celine. Laki-laki itu berencana akan pergi menghilang selamanya. Merasa yakin kalau seluruh keluarganya akan menyalahkannya. Mencelakai kakaknya sendiri demi membela musuh keluarga.
__ADS_1
"Nggak! Kamu tunggu di sini. Sebentar lagi Mikho akan datang. Kamu jangan lari, ikutlah dengan Kak Celine. Kakak akan melindungimu. Jika keluargamu menyalahkanmu Kakak yang akan membelamu," ucap Celine.
Yosi tertunduk, setelah berbuat jahat pada Celine tetapi justru mendapat perlindungan dari gadis itu. Yosi berkali-kali menghapus air matanya. Remaja itu menyesal mengikuti perintah kakaknya.
Tak lama kemudian Mikho beserta aparat kepolisian datang. Tak lupa laki-laki itu membawa ambulans ke tempat kejadian. Celine langsung memeluk laki-laki yang dicintainya itu.
Celine menangis menumpahkan rasa takutnya pada Mikho. Setelah berusaha tegar di hadapan Yosi, kini Celine tak mau menutupi rasa trauma yang dialami di hadapan kekasihnya. Tim medis memeriksa memar di wajahnya akibat kekerasan yang dilakukan Yodi terhadapnya. Ambulans membawa Yodi yang masih pingsan sementara polisi membawa Yosi.
"Pak, tolong jangan bawa dia. Anak ini yang sudah menolong saya, Pak," ucap Celine mencegah polisi membawanya
Melihat raut ketakutan di wajah Yosi, gadis itu tak tega. Apalagi Celine telah berjanji akan melindunginya. Tetapi polisi tetap harus membawa Yosi karena terlihat di CCTV kalau Yosi juga ikut terlibat dalam aksi penculikan Celine.
Celine meminta agar Yosi tidak ditahan. Polisi berjanji membawa Yosi hanya untuk dimintai keterangan. Berhubung Yosi masih tergolong anak dibawah umur.
Celine menangkup wajah anak itu. Mata Yosi masih mengerjap karena berkaca-kaca. Celine berjanji akan mengikuti ke kantor polisi untuk menemaninya. Anak itu mengangguk, merasa lega dengan janji Celine. Yosi sangat percaya pada gadis itu hingga hatinya sedikit merasa tenang.
"Siapa dia? Kamu perhatian sekali padanya," tanya Mikho. Setelah semua berangkat, Celine naik ke mobil tunangannya itu.
"Dia adik bungsunya Kak Yodi. Tadinya yang memaksaku ikut dalam mobil itu. Awalnya aku tak mengenali mereka, karena memakai masker dan Hoodie. Tapi di tengah jalan aku mengenali mereka. Kak Yodi marah lalu melakukan … pe … kekerasan padaku. Yosi … mungkin tak tega melihatku … di siksa ... karena itu dia menolongku," jelas Celine.
"Oh ya ampun, kasihan sekali sayang. Lihatlah wajahmu memar, dia pasti menamparmu berkali-kali iya'kan? Oh kasihan sekali," ucap Mikho lalu memeluk Celine.
Gadis itu kembali menangis dalam pelukan Mikho. Merasa sangat bersyukur karena terbebas dari tindakan penculikan itu. Meski mengalami kekerasan, Celine bersyukur telah terbebas dari niat buruk Yodi.
"Dia tidak melecehkanmu'kan?" tanya Mikho.
"Apa?"
Hanya itu jawaban dari pertanyaan Mikho. Setelah itu Celine meneruskan dengan menggelengkan kepalanya. Gadis itu sendiri tak yakin apa yang telah dilakukan Yodi padanya. Karena saat kejadian dia sendiri sudah tidak sadar.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...