Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 33 ~ Siapa Evita? ~


__ADS_3

Mikho duduk di meja kerjanya, sambil menatap jepit rambut yang biasa dipanggilnya dengan sebutan Evita. Begitu bahagianya laki-laki itu hingga tak merasa sedikit pun letih setelah menjalani hari-harinya yang begitu sibuk. Demi Celine, laki-laki itu rela kembali ke klinik kecil di luar kota itu.


Rasa bahagianya itu ditumpahkannya pada Evita, si jepit rambut yang selalu menemaninya sejak kecil. Di waktu yang lalu Mikho pernah menyimpan jepitan rambut itu untuk menunjukkan bahwa dia akan menutup masa lalunya demi Celine. Namun, tak lama kemudian Celine pergi dari kehidupannya.


Saat itu Mikho merasa yakin Celine akan menemaninya menjalani hari-harinya. Merasa tak membutuhkan jepit rambut itu lagi untuk menjadi teman curhatnya. Mikho merasa hari-harinya akan disibukkan bersama Celine dan kehadiran gadis yang dicintainya itu dalam hidupnya, Mikho merasa tak memerlukan Evita lagi.


Tapi hanya sesaat merasakan kebahagiaan bersama Celine. Tanpa sepengetahuannya Celine memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Begitu bersedih atas kehilangan gadis yang dicintainya, Mikho kembali menjadikan Evita sebagai curahan hatinya.


Kini Celine telah kembali. Mikho berjanji tak akan menyingkirkan salah satu di antara mereka. Mikho akan menyimpan keduanya. Evita, cinta masa lalunya dan Celine, cinta masa depannya.


"Evita, Celine telah kembali. Aku tidak akan menyimpanmu lagi. Maaf ya, karena menemukan Celine, aku jadi ingin menyingkirkan kamu. Kamu dan Celine adalah satu. Sama-sama terpenting dalam hidupku. Jangan marah lagi ya! Jangan bikin Celine pergi lagi," curhat  Mikho pada jepit rambut kesayangannya itu.


Di waktu yang sama di tempat lain, Tiara menatap pesan yang telah diterimanya tiga bulan yang lalu. Pesan dari Celine yang mengabarkan dirinya telah kembali ke tanah air. Begitu melihat notifikasi pesan masuk, Tiara tercenung. Sama sekali tak berani untuk membukanya. Antara takut dan bingung, karena keadaan yang sekarang telah berbeda dengan sebelumnya.


Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan? Celine telah kembali, jika aku buka pesan ini. Apa yang akan terjadi? Celine mungkin akan menanyakan Mikho. Oh ya ampun, apa yang harus aku lakukan? batin Tiara setiap kali melihat pesan yang tak pernah dibukanya.


Jika saat ini Tiara belum bertunangan dengan Mikho, tentu dengan senang hati dan penuh semangat membalas pesan dari sahabatnya itu. Namun, Tiara tak siap jika Celine menanyakan kabar tentang laki-laki yang dicintainya. Tiara tak menyangka kalau suatu saat Celine akan kembali.


Sejujurnya tak pernah terpikirkan oleh gadis itu, kalau Celine akan kembali. Tiara mengira Celine akan menghindar selamanya dari Mikho. Begitu bahagianya hati gadis itu saat Mikho bersedia bertunangan dengannya hingga tak berpikir bahwa laki-laki di hadapannya itu adalah laki-laki yang dicintai sahabatnya.


Di sisi lain, di waktu yang sama. Celine tertunduk menatap pesan ponselnya yang ditunggu-tunggu tetapi belum terbuka. Sahabatnya masih belum mau membalas pesannya. Celine merasa Tiara pasti sangat membencinya.


Dia benci padaku hingga tak mau lagi berhubungan denganku. Mungkin karena sekarang mereka telah bertunangan. Tiara takut aku akan mengganggu hubungan mereka. Tiara, apa yang harus aku lakukan? Kami telah bertemu, diam-diam kami bertemu. Mikho … dia, maafkan aku Tiara karena membuatnya tak setia padamu, batin Celine.

__ADS_1


Kadang terpikir untuk langsung menelpon Tiara tetapi akhirnya urung. Jelas-jelas Tiara tak mau lagi berhubungan dengannya, bagaimana dirinya akan memaksa gadis itu menerima panggilan teleponnya? Yang ada Celine akan semakin kecewa karena di abaikan Tiara.


Tiara tak mau lagi berteman denganku. Bagaimana lagi, mungkin dia kesal karena aku tinggalkan begitu saja. Jika dia tahu aku berhubungan lagi dengan Mikho, dia pasti semakin membenciku, batin Celine.


Kenyataannya justru sekarang Mikho ingin terus terang pada Tiara kalau mereka telah bertemu. Pada suatu kesempatan, saat mereka bertemu di ruang istirahat dokter di rumah sakit besar. Mikho mulai memancing pemikiran Tiara. Seperti apa tanggapan gadis itu seandainya Celine kembali.


"Kenapa tiba-tiba tanyakan tentang dia?" tanya Tiara dengan wajah tegang.


"Nggak apa-apa, cuma berandai-andai. Dulu … kita sering berdoa agar dia memutuskan untuk kembali pulang. Hampir tiap hari kamu bertanya kira-kira apa yang dilakukan Celine saat itu? Bagaimana kesehatan fisik dan mentalnya? Apa dia bahagia atau tidak? Kita jadi saling curhat setiap hari karena Celine. Begitu rindu padanya hingga kita tak ingin menyimpan perasaan itu didalam hati. Waktu itu kamu bertanya, apakah rasa cintaku sudah berkurang padanya atau belum? Aku jawab, cintaku pada Celine tidak akan berkurang sedikit pun karena aku memang seperti itu. Sekali jatuh cinta, selamanya mencintai," tutur Mikho.


Tiara ingat kejadian itu. Saat Celine tiba-tiba menghilang dari kehidupan mereka. Mikho duduk di samping gedung sekolah, sesekali menoleh ke sebuah dinding. Saat Tiara bertanya apa yang dilihatnya di dinding gedung sekolah itu, Mikho menjawab.


"Aku rasa, di situ pertama kali jatuh cinta sama Celine," jawab Mikho.


Tiara pun menoleh ke dinding itu. Dinding sekolah biasa, tapi ternyata memiliki kenangan indah bagi Mikho. Tiara tak tahu kenangan apa yang mereka miliki di situ. Juga tak ingin tahu bagaimana Mikho bisa jatuh cinta pada Celine saat itu.


"Bagaimana dengan cinta pertamamu? Apa kamu putus asa dengan cinta pertamamu?" tanya Tiara agar laki-laki itu tak memikirkan Celine lagi.


"Awalnya aku tetap mencintainya, tapi setelah jatuh cinta pada Celine, aku putus asa padanya. Tak berharap lagi bersamanya," ucap Mikho lalu tersenyum pahit.


"Kamu bisa melupakan cinta pertamamu?" tanya Tiara heran.


"Semua karena Celine, aku bisa bebas dari cinta pertamaku karena Celine. Cuma dia yang bisa mengalihkan cintaku dari Evita–"

__ADS_1


"Evita? Itu … nama cinta pertamamu?" tanya Tiara penasaran.


Mirip nama Celine, batin Tiara.


"Kamu bilang saat di perkemahan, kamu punya seseorang di hatimu, cinta pertamamu yang tak pernah bergeser kedudukannya di hatimu, apakah Evita itu?" tanya Tiara dengan nada penasaran dan cemas. Mikho mengangguk.


"Kamu bilang, kalian tak pernah jadian tapi sadar menyukainya setelah kalian berpisah?" tanya Tiara lagi.


"Ya! Kamu masih ingat percakapan kita waktu itu," ucap Mikho sambil tersenyum.


"Kamu bilang perasaan cintamu, baru kamu sadari setelah berpisah dengannya. Karena kalian memiliki kenangan buruk namun berubah menjadi indah setelah berpisah. Kenangan seperti apa itu?" tanya Tiara.


"Kenangan saat kelas enam SD. Saat aku baru masuk di sekolah Evita," ucap Mikho.


Deg. Jantung Tiara seperti dihantam palu. Tiara yakin kalau Evita yang di maksud Mikho adalah Celine. Nama lengkap sahabatnya itu adalah Evita Celine. Gadis itu pernah bercerita kalau ibu dan ayahnya berebut memberikan nama pilihan sendiri.


Ayah Celine, kagum pada Evita Peron. Tokoh wanita Argentina yang cantik dan mengagumkan. Seorang ibu negara, perempuan paling berkuasa di negeri itu. Paling berpengaruh dalam sejarah bangsanya dan di seluruh Amerika Selatan. Di kenal dengan Legenda Kupu-kupu Baja dari Argentina, disayang oleh rakyat Argentina hingga akhirnya meninggal dunia.


Sementara Bu Dessery, menyukai penyanyi dunia berkebangsaan Kanada, Celine Dion. Akhirnya kedua orang tua Celine menggabungkan kedua nama idola mereka. Panggilan Celine awalnya adalah Evita.


Namun, ibu Dessery yang menyukai Celine Dion selalu memanggil putrinya sama seperti penyanyi idolanya itu, hingga akhirnya kedua orang tua itu memanggil putri mereka dengan sebutan Celine.


Sementara di sekolah, murid-murid dan guru-guru lebih suka memanggil seseorang dengan nama depannya. Tiara terkejut. Tiara yang menjadi sahabat Celine sejak SMP telah tahu nama panggilan itu karena memang sering datang ke rumahnya. Temannya yang bermain ke rumahnya, mengetahui panggilan Celine di rumah.

__ADS_1


Sejak saat itu, Celine lebih memilih memperkenalkan diri dengan nama belakangnya. Nama yang dipanggil orang tuanya, sehingga Mikho hanya tahu itu. Tanpa tahu gadis yang dicintainya itu adalah cinta pertamanya, Evita Celine.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2