
Keesokan harinya, Celine datang menjenguk Pak Rahman bersama ayah dan ibunya. Pak Yudhi langsung memeluk sahabat lamanya itu. Begitu juga dengan Bu Fitri dan Bu Dessery juga saling berpelukan karena telah lama tak bertemu. Celine memandang mereka yang begitu bahagia bisa saling bertemu setelah sekian lama.
Mikho merangkul istrinya tiba-tiba membuat Celine terkejut. Keduanya saling berpandangan mesra. Setelah selesai mengurus pendaftaran Pak Rahman, mereka pamit pulang. Awalnya Pak Rahman, keberatan karena dipilihkan ruang rawat inap yang sangat mewah.
Namun, setelah mendapat bujukan dan pengertian dari Celine, kedua orang tua itu pun pasrah. Mereka tak ingin lebih merepotkan Celine dan Mikho lagi. Namun, Celine tetap bersikeras akan menanggung biaya rumah sakit itu demi persahabatannya dengan Devan dan demi Pak Rahman yang juga adalah sahabat ayahnya.
"Papa pasti menginginkan hal yang sama untuk Pak Rahman. Papa pasti akan mendaftarkan ruang rawat inap yang juga terbaik buat Pak Rahman. Aku hanya berpikiran yang sama dengan Papa," ucap Celine.
"Terima kasih ya Nak, ayah dan anak sama baiknya," ucap Bu Fitri.
"Cuma ayah dan anak? Kalau menantunya nggak sama baiknya Bu?" tanya Mikho sambil tersenyum.
"Kalau menantunya sudah seperti pahlawan penyelamatan bagi ibu, tidak diragukan lagi," jawab Bu Fitri.
__ADS_1
Celine dan Mikho tertawa, mereka semua tersenyum bahagia. Hanya Devan yang terlihat murung. Wanita yang dicintainya, telah menemukan kebahagiaannya. Laki-laki itu merasa menyesal Mikho yang tiba-tiba datang dan berhasil meraih kembali cinta Celine.
Rasa cemburu dan kehilangannya itu membuat Devan membenci Mikho. Namun, Mikho justru yang menjadi penolong ayahnya. Devan merasa dilema. Berdiri di antara rasa benci dan rasa terima kasih terhadap Mikho. Dokter tampan itu yang memiliki firasat kalau Devan menyukai istrinya berusaha bersikap sewajar-wajarnya.
Setelah dirasa beres, Celine dan Mikho pamit pulang ke rumah. Saat mengantar istri tercintanya itu pulang ke rumahnya. Begitu melihat Celine pulang, Pak Yudhi dan Bu Dessery langsung menangis haru. Setelah putri mereka nekat pergi meninggalkan rumah tanpa pamit dan hanya menghubungi sesekali membuat mereka sangat khawatir.
Kini, Celine telah kembali dengan diantar oleh laki-laki yang telah resmi menjadi menantu mereka. Pak Yudhi dan Bu Dessery langsung memaksa Mikho untuk menginap di rumah mereka. Meskipun hubungan Mikho dan Celine terlihat bermasalah tetapi bagi mereka laki-laki tampan itu tetaplah menantu mereka.
"Kami tidak akan bercerai Pa, aku mencintai Celine. Aku ingin hidup bersamanya selamanya," ucap Mikho.
"Benarkah yang kami dengar ini? Kalian bersatu lagi?" tanya Dessery.
"Ya Ma, kami bersama lagi, kami akan bersama lagi sebagaimana suami dan istri yang seharusnya," jelas Celine.
__ADS_1
"Oh ya ampun Nak. Ini berita gembira," ucap Dessery dan langsung memeluk putrinya.
Pak Yudhi pun memeluk menantunya. Setelah menjelaskan hubungan mereka yang telah berbaikan. Mikho pun pamit pulang. Kedua orang tua itu, langsung menahan menantunya itu untuk menginap di rumah mereka.
"Ini rumahmu juga. Katanya kalian sudah bersatu sebagai suami istri lalu kenapa harus tinggal terpisah? Sudah! Mulai sekarang tinggal dan menetap di rumah ini," sambung Dessery.
Mengajak Mikho untuk tinggal di rumah itu mulai saat itu juga. Bu Dessery juga meminta Celine untuk mengajak Mikho istirahat di rumah itu. Dengan malu-malu Mikho akhirnya naik ke lantai atas menuju kamar istrinya.
Begitu sampai di dalam kamar, Mikho langsung memeluk istrinya. Menghempaskan wanita cantik itu ke atas ranjang. Mikho langsung membenamkan bibirnya ke bibir manis istrinya.
Celine pun membalas ciuman itu dengan penuh nafsu. Jantung mereka berdebar kencang. Kecupan demi kecupan-kecupan, belaian demi belaian. Diiringi dengan lenguhan yang bersahut-sahutan silih berganti. Membuat mereka tak sanggup lagi menahan hasrat. Mikho melepas hasratnya untuk kedua kalinya hari itu, hingga mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1