Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 91 ~ Perjalanan ke RS ~


__ADS_3

Mikho menyarankan agar Pak Rahman tetap mendapatkan perawatan di rumah sakit. Celine yang melihat Pak Rahman dan Bu Fitri merasa keberatan karena terkendala biaya, langsung memberikan solusi. Pak Rahman dan Bu Fitri yang tak mengenal Celine pun merasa heran. Erica yakin mereka tak mengenal Celine, Erica pun langsung mengenalkan Celine pada mereka.


Kedua orang tua itu terkejut karena tak menyangka akan bertemu lagi dengan putri dari mantan atasan mereka. Celine membesarkan hati keduanya dan membujuknya untuk bersedia mendapatkan perawatan di rumah sakit.


Devan yang merasa bingung, masih belum menentukan pilihan. Namun, demi ayahnya, laki-laki itu akhirnya mengangguk. Memutuskan agar ayahnya dirawat di rumah sakit. Di dalam hatinya, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari biaya perawatan rumah sakit nanti.


Tak lama kemudian ambulans datang. Mikho meminta petugas ambulans untuk membawa Pak Rahman ke rumah sakit besar di kota. Mikho dan Celine juga memutuskan untuk mengiringi mereka ke rumah sakit itu. Mereka berada di satu mobil milik Celine. Erica dan Bu Fitri menggunakan mobil milik Mikho. Sementara Devan menemani ayahnya di dalam mobil ambulans.


Mereka bersama menuju ke rumah sakit besar di kota. Mikho dalam perjalanan menghubungi staff rumah sakit agar segera bersiap menerima pasien. Melihat sikap Mikho yang cekatan membuat Celine tersenyum kagum pada suaminya.


"Kenapa senyum-senyum sayang," tanya Mikho yang merasa Celine sebentar-bentar melirik ke arahnya.


"Kagum sekali rasanya melihat laki-laki yang satu ini," ungkap Celine.

__ADS_1


"Oh ya? Kenapa?" tanya Mikho yang akhirnya merasa bangga mendengar sanjungan dari istrinya.


"Berusaha menolong pasien tadi itu sangat keren. Aku tak menyangka, menolong seseorang itu rasanya luar biasa. Semua tindakan yang Kakak lakukan itu terlihat benar-benar keren. Aku yakin, aku pasti sangat mudah jatuh cinta pada dokter yang berusaha sekuat tenaga menolong pasien–" 


"Apa maksudnya itu? Mau jatuh cinta sama dokter mana lagi?" tanya Mikho dengan nada cemburu.


"Kalau aku belum menikah, aku pasti jatuh cinta pada dokter yang menolong ayahnya Devan itu," ucap Celine dengan nada serius.


"Ya ampun, aku pikir apa? Aku izinkan kamu jatuh cinta pada dokter tadi itu … tapi cuma dengan dokter yang menolong ayah Devan itu. Jangan dengan dokter yang lain, awas kamu!" ucap Mikho seperti serius hingga mengepalkan tinjunya tetapi justru itu membuat Celine tertawa.


"Kita berikan pengobatan dan perawatan yang terbaik untuknya ya Kak. Aku kasihan melihat kehidupan mereka. Bapak itu menahan sakit hingga bertahun-tahun karena tak memiliki biaya. Sekuat tenaga menahan sakitnya. Kalau tadi tak ada Kak Mikho mungkin Pak Rahman tidak bisa tertolong lagi," jelas Celine.


"Ya, itu namanya ajal Pak Rahman belum sampai Celine. Aku mampir lagi di kampung ini, tepat di saat beliau mengalami serangan. Aku masih bisa menolongnya aku sangat bersyukur. Padahal aku hampir putus asa tadi. Entah sudah berapa lama Pak Rahman henti nafas. Kita beruntung ajalnya belum sampai hingga masih bisa tertolong. Pak Rahman tertolong, bukan karena aku Celine, tapi karena ajalnya yang belum sampai. Menolong seperti apa pun tak akan bisa jika memang ditakdirkan meninggal. Aku takut kamu jadi ilfeel kalau aku tak berhasil menolong pasien," ucap Mikho, kali ini benar-benar serius.

__ADS_1


"Aku kagum pada usahamu Kak, bukan karena hasilnya. Berhasil menolong seorang pasien itu benar-benar bergantung pada takdir. Tapi saat melihat usahamu itu yang membuat aku sangat kagum," ungkap Celine membesarkan hati suaminya.


Mikho menoleh ke arah Celine, lalu meraih tangan wanita yang dicintainya itu. Mencium tangan itu dengan begitu meresapi meski laki-laki itu sambil menyetir mobil. Kata-kata Celine telah membuat hatinya terasa hangat.


"Apa kamu tahu? Pengalaman menolong pasien mana yang paling enak?" tanya Mikho.


"Pasien apa?" tanya Celine penasaran.


"Seorang gadis yang mengalami hipotermia. Teknik menolongnya sangat enak, harus memeluk gadis itu dalam keadaan tanpa memakai apa pun–"


"Apa? Kakak juga melakukan itu?" tanya Celine dengan nada tinggi dan terlihat sangat cemburu.


"Ya tentu saja, tapi sebelum menjadi dokter, sayang. Saat aku masih di SMA," jawab Mikho segera untuk meredakan rasa cemburu Celine.

__ADS_1


Wajah Celine langsung bersemu merah. Entah kenapa saat membayangkan kejadian di gunung waktu itu sekarang menjadi kenangan manis baginya. Padahal sebelumnya, Celine sempat stress karena mengira Mikho sedang melecehkannya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2