Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 60 ~ Ingin Bicara ~


__ADS_3

Celine ingin bertanya perkembangan kesehatan Erica tetapi tak berani. Gadis itu tak ingin Mikho memiliki prasangka padanya. Celine yang merasa kasihan melihat Erica terluka di wajahnya, hanya bisa mengintip ke ruang rawat inap itu untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.


Celine mengerti, Erica tak inginkan kehadirannya. Erica sangat membencinya, karena itu menemui Erica hanya akan membuat gadis itu marah dan semakin membencinya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Mikho yang sedang berkeliling mengontrol pasien.


"Ah enggak Kak, aku tadi …." Teringat pada ucapan Mikho yang percaya padanya, Celine akhirnya jujur ingin melihat perkembangan kesehatan Erica.


Mendengar itu Mikho mengajak gadis tercintanya itu masuk ke ruangan Erica. Gadis itu sedang termenung menatap ke luar jendela. Mikho datang dengan menggandeng Celine yang melangkah dengan ragu-ragu.


Erica lurus menatap Celine. Celine langsung tertunduk. Gadis itu tahu Erica masih membenci dan marah padanya.


"Ayo tanyakanlah! Katanya kamu ingin tahu kondisi kesehatannya?" tanya Mikho pada Celine.


Celine menatap mata Mikho. Menurutnya Mikho tak tahu, kalau Erica menganggap dia hanya ingin tahu seberapa parah kondisinya hanya untuk menertawakannya. Erica pasti tak akan mau menerima kedatangannya apalagi menjawab pertanyaannya.


"Maafkan aku Celine," ucap Erica tiba-tiba.


Membuat Celine terperanjat. Gadis itu tak percaya Erica justru meminta maaf padanya. Dalam pikirannya, Erica akan kembali mengeluarkan kata-kata ketus padanya.


"Apa?" tanya Celine seperti meragukan pendengarannya.

__ADS_1


"Aku telah mendengar semuanya dari Mikho. Kamu telah memaafkan kami. Kamu sudah sangat baik pada keluarga kami. Meskipun kami telah berbuat jahat padamu. Tapi kamu masih peduli pada aku dan adikku. Duduklah! Aku ingin bicara denganmu," ucap Erica pada Celine.


Dengan ragu-ragu Celine menatap ke arah Mikho. Laki-laki itu mengangguk, meminta gadis itu duduk seperti yang diinginkan Erica. Celine terlihat masih tak percaya kalau Erica bersikap menerimanya seperti itu.


Setelah membuat hati Celine tenang di dalam mobilnya waktu itu, Mikho mengajak Celine makan siang di ruang istirahat para dokter itu. Namun, Celine menggelengkan kepalanya. Gadis itu tak berminat lagi untuk makan siang bersama Mikho.


Mikho berdalih tak akan nafsu makan jika hanya makan sendiri. Gadis itu akhirnya bersedia kembali makan siang bersamanya. Sambil makan siang Mikho bertanya secara terbuka pada Celine, mengenai hubungan Erica dan Yosi.


"Aku baru mengetahui hubungan mereka saat kita dalam perjalanan pulang dari mengantar Yosi ke bandara. Dia mengirimkan pesan padaku, meminta agar aku memaafkan kakaknya. Aku sangat terkejut, baru menyadari hubungan mereka. Berpikir-pikir kenapa Kak Yodi bisa bekerjasama dengan Erica menyebarkan rekaman itu. Berpikir-pikir kenapa Kak Mikho seperti melihatnya di ruang sidang. Juga menemukannya saat mengintip di bandara. Aku merasa kasihan Kak, kehidupannya seperti itu. Merasakan kesedihan melihat satu persatu ayah, ibu dan kakaknya di vonis penjara tanpa bisa terang-terangan menemui dan mendukung mereka. Hanya bisa menghadiri sidang secara diam-diam. Bahkan hanya menatap dari jauh adiknya yang akan pergi jauh. Aku merasa sangat kasihan padanya. Karena itu aku membiarkan dia mengikuti sidang tanpa Kakak ketahui kehadirannya. Hingga dia bisa melihat sidang keluarganya meski secara diam-diam. Aku tak tahu bagaimana kehidupannya setelah semua hartanya di sita untuk membayar kerugian perusahaan. Entah di mana dia tinggal? Entah bagaimana dia mendapatkan makanan? Entah seperti apa hidupnya sendirian? Aku … dulu mengira kakak perempuan Yosi telah menikah karena tak pernah melihatnya. Aku hanya melihat foto mereka saat mereka masih kecil. Aku juga tak menyangka perubahannya begitu drastis. Tak sedikit pun terpikir kalau dia adalah putri dari keluarga itu. Membayangkan kehidupan Erica, aku jadi kasihan padanya. Aku ingin merelakan masa lalu. Merelakan perbuatannya yang menyakitiku. Melihat kehidupan kita yang telah baik-baik saja, aku ingin memaafkannya. Hanya itu saja Kak, alasan aku tak memberitahu hubungan Erica dengan keluarga itu tapi … percayalah, suatu saat aku pasti akan menjelaskannya pada Kakak. Aku tak punya niat lain. Bukan ingin melindunginya karena dia adik dari calon tunanganku, bukan … bukan itu," ucap Celine kembali terisak mengingat tuduhan Mikho padanya.


"Maafkan aku sayang. Itu adalah ekspresi yang salah dari rasa cemburuku. Kamu tidak tahu, kalau aku sangat takut kehilanganmu. Apa pun yang membuat kamu, bersimpati pada laki-laki lain, itu membuat aku sangat cemburu. Sama sekali tak ingin lagi melepaskan gadis yang sudah susah payah aku dapatkan. Jadi kamu mengerti kan? Kenapa aku bersikap posesif padamu. Aku khawatir perhatianmu berubah jadi rasa sayang pada mereka dan membuatmu meninggalkan aku–"


Celine tersenyum, membuat Mikho bahagia melihat senyum manis gadis itu. Mikho membelai pipi gadis dicintainya itu. Ingin selalu membelai gadis berhati lembut itu. Tak hanya itu, Mikho ingin membantu meringankan masalah gadis itu dengan memberi pengertian pada Erica tentang sikap dan perbuatan Celine yang selalu disalah artikan oleh Erica.


Gadis yang sedang dirawat itu, mendengarkan semua perbuatan, perhatian Celine terhadap keluarganya. Awalnya Erica menganggap Mikho hanya ingin membelanya. Namun, dengan terus menjelaskan akhirnya Erica menyadari.


Celine berbuat baik pada keluarganya selama ini dan tetap bersikap baik meski telah dijahati, semua itu tanpa dia mengetahui kalau dirinya adalah bagian dari keluarga itu. Bahkan setelah mengetahui pun Celine masih ingin bersikap baik pada Erica yang sejak dulu telah jelas-jelas selalu mem-bully-nya.


"Aku ingin bicara dengannya," ucap Erica setelah mendengar penjelasan Mikho.


"Untuk apa?" tanya Mikho merasa heran.

__ADS_1


"Kamu telah menjelaskan bagaimana sikap Celine yang tulus padaku dan keluargaku. Aku … juga ingin menjelaskan kenapa aku sangat membencinya," ucap Erica.


Membuat kening Mikho berkerut karena heran. Mikho ingin menjelaskan kebaikan Celine agar gadis itu menyadari kesalahannya, menghilangkan prasangka buruknya terhadap Celine tetapi sekarang justru membuat Erica ingin memberikan alasan kenapa gadis itu sangat membenci Celine.


Karena itulah, saat melihat Celine berdiri di pintu ruang rawat inap Erica, Mikho akhirnya mengajak Celine untuk masuk menemui gadis yang sedang dirawat itu. Kini Celine duduk di samping ranjang rumah sakit, bertanya-tanya dalam hati, apa yang ingin dijelaskan Erica padanya.


Celine terkejut saat mendengar Erica meminta maaf padanya. Erica telah mendengar semua perhatian dan kebaikan Celine yang tulus pada keluarganya meski telah tahu kalau Erica adalah bagian dari keluarga itu.


"Kamu ingin tahu kenapa aku begitu membencimu? Mungkin tidak, tapi aku akan menjelaskan padamu hingga kamu tahu kenapa aku bersikap seperti ini padamu," ucap Erica.


Celine menoleh pada Mikho yang duduk kursi tamu. Gadis itu seperti memohon agar Mikho jangan pergi. Celine memiliki firasat bahwa Erica memiliki dendam padanya.


"Kamu pasti heran kenapa kamu tak mengenaliku? Padahal kamu mengenal keluargaku. Kamu pasti sudah melihat foto-fotoku di masa kecil, tapi kenapa bisa tak mengenaliku?" tanya Erica.


Kening Celine berkerut mengingat kembali foto-foto masa kecil putra putri yang pernah diperlihatkan Ny. Wina saat Celine berkunjung ke rumahnya. Meski sekuat tenaga memikirkan itu, Celine tetap tak bisa melihat kesamaan antara putri My. Wina dan Erica.


"Karena aku telah merubah semuanya. Aku merubah total tubuh dan wajahku karena kamu," ucap Erica.


Sontak membuat Celine dan Mikho tercengang. Mereka tak menyangka, Erica bisa berbuat sejauh itu demi membalas rasa sakit hatinya pada Celine. Sementara Celine merasa tak melakukan apa pun yang bisa menimbulkan dendam sebesar itu.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2