
Bu Dessery meminta Mikho menetap di rumah mereka. Sebagai tanda terima kasih dan karena telah membawa Celine kembali sekaligus meminta Mikho untuk berlaku seperti menantu yang semestinya tak lagi seperti tamu.
Bu Dessery meminta Mikho untuk istirahat di kamar istrinya. Setiba di kamar Mikho tak kuasa lagi menahan hasratnya. Mereka pun melepas hasratnya untuk kedua kalinya di hari itu. Layaknya pengantin baru yang baru bersatu, Celine dan Mikho di setiap detik mereka berlalu dihabiskan dengan pelukan, belaian dan ciuman mesra.
"Kita berhutang budi pada Erica ya Kak," ucap Celine yang berada dalam pelukan Mikho.
"Ya sayang. Jika bukan karena paksaan darinya, aku tidak punya keberanian menemuimu," jawab Mikho.
"Tidak punya keberanian?" tanya Celine.
"Ya, tidak punya keberanian untuk merasa kecewa lagi. Begitu takut menghadapi kenyataan kamu memilih sahabatmu itu. Aku melihat sendiri kalian bersama, bahkan sampai dua kali, bagaimana aku bisa percaya diri bertemu denganmu? Bagaimana aku keberanian menghadapimu?" tanya Mikho.
"Tapi Kak Mikho sendiri tahu kalau kita belum resmi bercerai, kenapa tidak yakin aku masih milikmu?" tanya Celine.
"Aku yang tahu pasti kalau kita tidak bercerai, tapi saat itu kamu tidak tahu. Bagaimana jika kamu merasa yakin kita telah bercerai lalu akhirnya menerima laki-laki yang mendekati kamu itu, bagaimana nasibku?" tanya Mikho.
__ADS_1
"Kenapa tanya padaku? Kakak sendiri yang mencampakkan aku," ucap Celine.
"Mencampakkan?" tanya Mikho.
"Ya, bukannya Kakak ingin dijodohkan. Oh, Kakak nggak tahu bagaimana sedihnya aku waktu itu. Hatiku rasanya sangat hancur–"
"Sudah! Jangan diingat lagi. Kamu pikir cuma hatimu yang hancur? Hatiku juga hancur. Aku seperti dipaksa untuk berpisah darimu. Menjodohkan aku seperti itu serasa benar-benar berniat menjauhkan aku darimu. Sementara kamu tahu, sebenci-bencinya aku padamu. Semarah-marahnya aku padamu, aku tetap mencintaimu. Aku tetap sangat-sangat mencintaimu," ucap Mikho dengan lebih tegas lagi.
"Baiklah Suamiku sayang, aku percaya padamu. Aku akan selalu percaya dan akan selalu mencintaimu," ucap Celine lalu mengecup dada Mikho yang terbuka.
Laki-laki itu tersenyum bahagia. Benar-benar bahagia. Mereka akhirnya ditakdirkan untuk bersatu. Hal yang paling membuatnya bahagia adalah Celine yang masih tetap mencintainya.
Mereka memejamkan mata sambil tersenyum. Merasakan debaran bahagia karena akhirnya bisa menyatu. Namun, tiba-tiba Celine membuka matanya teringat pada Erica dan Devan.
"Kak, Erica itu sangat mencintai Devan, sejak kami masih kecil tapi Devan …."
__ADS_1
"Malah mencintaimu, benar kan?" tanya Mikho.
"Ya, dia menyukaiku, tapi hatiku sama sekali tak bergerak sedikit pun darimu. Meski dia membuatku bahagia, dia selalu berusaha menghiburku. Dia membantuku apa pun tapi tetap saja tak bisa membuat aku menyukai dia lebih dari seorang teman. Karena cintaku telah aku serahkan seluruhnya padamu Kak. Kak Mikho percaya kan?" tanya Celine.
"Ya sayang. Aku percaya. Kalau begitu kita coba dan kita berusaha membuka hati Devan untuk Erica. Menyia-nyiakan cinta Erica yang sebesar itu pada Devan, aku takut dia hanya akan mendapatkan penyesalan. Cintanya padamu tak tercapai, cinta Erica pun lepas. Kasihan kan? Jika seperti itu?" tanya Mikho.
"Ya kasihan. Lalu bagaimana Kak? Apa kita jodohkan mereka?" tanya Celine.
"Kita tidak menjodohkan mereka. Jodoh itu bukan di tangan kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah mendekatkan mereka. Berusaha membuka hati Devan untuk Erica, itu saja yang bisa kita lakukan," ucap Mikho.
"Semoga kita berhasil ya Kak. Aku ingin kita semua bahagia," ucap Celine.
"Ya sayang, semoga niat kita ini berhasil," ucap Mikho sambil tersenyum.
Perlahan mencium kening istrinya dalam-dalam. Meresapi ciuman itu sambil memejamkan matanya. Malam ini adalah malam pertama bagi mereka tidur seranjang sebagai suami istri.
__ADS_1
Malam yang sangat ditunggu-tunggu Mikho sejak laki-laki itu jatuh cinta pada Celine. Namun, perjalanan cinta mereka yang penuh halangan dan rintangan membuat mereka baru menikmatinya sekarang. Meski begitu mereka bersyukur karena akhirnya mereka ditakdirkan untuk bersatu.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...