Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 54 ~ Ditangkap ~


__ADS_3

Yodi yang merupakan buronan berhasil, diamankan. Namun, saat ini kondisi laki-laki itu dalam keadaan pingsan karena dipukuli oleh adiknya sendiri. Mendengar putra mereka mendapat perawatan, kedua orang tua Yodi pun muncul.


Mereka langsung ditangkap dan dikawal untuk menjenguk putra mereka. Keluarga Celine juga telah berada di ruang rawat inap Yodi. Pak Cipto tak menyangka semua telah berada di tempat itu. Pak Cipto merasa dijebak oleh mantan pimpinan perusahaan tempat dia bekerja dulu.


"Ini adalah akibat dari perbuatan putramu sendiri. Dia dan adiknya menculik putriku. Apa kamu tidak tahu rencana penculikan itu?" tanya Yudhi pada mantan bawahannya itu.


Tentu saja Pak Cipto tahu. Mereka justru yang merencanakannya. Menculik Celine untuk melepaskan sakit hati Yodi pada Celine yang menggagalkan semua rencana mereka. Setiap hari Yodi merasa kesal hingga tak bisa berpikir dan selalu marah-marah. Laki-laki itu geram karena sedikit lagi dirinya bisa menguasai Celine dan keluarga gadis itu.


Pak Cipto meninju tembok ruang rumah sakit itu karena kesal. Polisi langsung mengamankan bapak yang memang telah berhasil diketahui tempat persembunyiannya itu. Semua berkat keterangan dari Yosi.


Pak Cipto yang telah ketahuan melakukan kecurangan meninggalkan rumah besarnya dan menyewa sebuah apartemen untuk tempat tinggal mereka sekeluarga. Mereka tak bisa menempati salah satu dari sekian banyak rumahnya karena semua telah diawasi oleh pihak yang berwajib.


Tinggal Ny. Wina yang menunggui putranya dengan perasaan yang bercampur aduk. Sedih, malu, geram semua menumpuk menjadi satu membuat Nyonya yang terbiasa berpenampilan mewah itu hanya tertunduk menangisi nasib keluarganya.


"Kami akan mengupayakan pembebasan Yosi, putra bungsu Anda Ny. Wina. Anak itu akan ikut dengan kami untuk sementara. Itu permintaan putri kami yang telah berjanji padanya. Sedangkan Anda, tetap akan kami laporkan atas tuduhan melakukan pencucian uang hasil korupsi dari perusahaan kami," jelas Yudhi pada Ny. Wina menjelaskan seolah-olah berkata pada orang yang tak pernah dikenalnya sama sekali.


Polisi yang berdiri di ruangan itu memang bertugas untuk menahan mereka satu persatu. Ny. Wina atas tuduhan membantu suaminya mencuci uang hasil korupsi suaminya dengan membeli rumah, villa, perhiasan atas namanya dan Ny. Wina tahu kalau semua itu adalah hasil dari penyelewengan yang dilakukan suaminya.


Berharap setelah menikahkan putra mereka semua akan aman menjadi milik mereka. Namun, kenyataannya semua justru terbongkar, dengan gagalnya Yodi menjadi menantu bahkan gagal menjadi kandidat penerus kepemimpinan pak Yudhi.


"Mommy," ucap Yodi lirih.


Semua menoleh ke arah Yodi yang mulai sadar. Ny. Wina langsung menghampiri sambil menangis. Meratapi semua yang terjadi pada keluarganya. Menangisi wajah Yodi yang babak belur akibat perbuatan putra bungsunya sendiri dan menangisi masa depan mereka semua.

__ADS_1


"Bajingan itu menggagalkan rencanaku. Benar apa kata Mommy, Yosi tak perlu ikut. Dia hanya mengacaukan rencanaku saja. Lihat saja nanti, dia akan mendapatkan balasan dariku!" ucap Yodi geram, mengeluh pada ibunya yang menangis di samping ranjangnya.


Tanpa disadarinya, dia telah dikelilingi oleh orang-orang yang menjadi musuhnya dan polisi yang mengawalnya. Ny. Wina semakin kuat meratapi. Sementara itu, Mikho merangkul calon istrinya yang tertunduk melihat nasib tragis keluarga itu.


Meskipun Celine telah dimanfaatkan untuk melancarkan rencana jahat mereka dan rasa kebencian Celine pada keluarga itu sangat besar. Namun, melihat mereka semua terpuruk seperti itu, hatinya tetap merasa sedih. Mikho tahu itu setiap kali melihat raut wajah Celine yang sedih. Laki-laki itu menghibur dengan mengusap-usap lengannya dan mengecup puncak rambutnya.


"Syukurlah mereka telah ditemukan. Aku juga bersyukur kamu baik-baik saja," ucap Mikho saat mereka meninggalkan ruang rawat inap itu.


Celine dirangkul dengan mesra oleh calon suaminya yang terus-menerus menghiburnya. Raut sedih itu ingin dihilangkan Mikho dengan pelukan dan kata-kata menghibur. Terkadang Celine tersenyum mendengarnya. Menceritakan kisah lucu untuk menghilangkan rasa trauma yang dirasakan calon istrinya itu. Celine kadang tertunduk sambil tersenyum. Sedikit demi sedikit suasana hati gadis itu kembali berubah bahagia.


Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Erica. Gadis itu menatap sedih ke arah pasangan yang telah bertunangan itu. Lalu menoleh ke arah ruang rawat inap tempat Yodi di rawat. 


"Sebenarnya keluargamu sudah sangat baik pada mereka. Hanya meminta menyerahkan diri dan mengembalikan hasil korupsi mereka tapi justru malah menambah ulah. Pakai acara menculik segala," ucap Teon kesal saat mengunjungi Celine yang berada di rumah sakit sekaligus mengajak Tiara, kekasihnya.


"Bagaimana nasib adik bungsunya itu? Dia sudah menolongmu. Apa dia juga akan dipenjara?" tanya Tiara.


"Dia akan ikut dengan keluargaku. Setelah dia memberikan kesaksian, dia akan mendapatkan pembinaan lalu dikembalikan ke keluarga karena masih berada di bawah umur. Tapi keluarganya sendiri sudah tidak ada. Karena itu kami mengajaknya ikut dengan kami," jelas Celine.


"Kamu dan orang tuamu memang baik sekali Cel. Anak itu padahal berasal dari keluarga musuh tetapi kalian justru percaya padanya dan malah memberikan perlindungan padanya. Apa nggak takut kalian ditikam dari belakang?" tanya Tiara lagi.


"Mudah-mudahan dia tidak seperti itu. Jika dia berhati jahat, dia tidak akan menolongku bahkan hingga membuat kakaknya sendiri babak belur," jelas Celine.


"Syukurlah jika memang seperti itu. Anak itu berhati lurus. Meski dibesarkan dalam keluarga seperti itu masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Lalu … bagaimana dengan saudarinya? Bukannya kamu bilang dia punya saudara perempuan? Apa dia tidak terlibat sama sekali?" tanya Tiara lagi.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, aku bahkan tak pernah bertemu dengannya. Jarak umur mereka cukup jauh. Aku pikir mungkin kakak perempuannya itu sudah menikah dan punya keluarga sendiri," jawab Celine.


Tiara mengangguk-angguk, mereka bersyukur Celine baik-baik saja. Mereka juga turut berterima kasih dalam hati pada anak yang telah menolong Celine. Mikho menunjukkan perhatiannya pada Celine dengan selalu menemani gadis itu saat mengunjungi Yosi yang masih dalam masa pembinaan.


Begitu selesai pembinaan, Yosi dipulangkan ke keluarganya. Namun, berhubung semua keluarganya, juga berkasus maka anak itu langsung diajak ke kediaman keluarga Pak Yudhi. Anak itu menjadi murung setiap kali mengingat keluarganya yang semuanya telah ditahan dan siap dipenjarakan.


"Jangan larut dalam kesedihan. Semua itu akibat dari perbuatan mereka sendiri. Jangan menyesal karena tetap menjadi orang baik," bujuk Celine saat melihat Yosi duduk termenung di beranda belakang.


"Kadang aku berpikir sebaiknya aku di penjara saja. Setidaknya mereka tak akan iri padaku yang bebas sementara mereka dikurung dalam penjara. Kalau aku dipenjara mereka pasti tetap menyalahkan aku tapi … setidaknya tak akan membenciku. Sekarang aku merasa menjadi pengkhianat keluarga," jelas Yosi dengan air mata yang menitik.


Celine mengusap punggung anak itu dan menghapus air matanya. Yosi bersandar di bahu Celine. Anak itu menangis sesenggukan di situ.


"Kalau kamu juga ikut jahat dan dipenjara lalu bagaimana nasib kalian nanti saat kalian dibebaskan? Kalian tak memiliki apa-apa lagi. Apa kalian akan hidup luntang lantung? Ayahmu sudah tua, tak akan ada yang mau menerimanya bekerja lagi. Ditambah memiliki catatan kriminal. Ibumu bukanlah orang yang bisa bekerja. Kalau bisa pun apa yang akan dilakukannya? Menjadi pemungut sampah? Apa kamu tega membiarkan ibumu menjadi pemulung saat dibebaskan nanti? Untuk itu, tinggal kamu satu-satunya yang jadi harapan mereka. Satu-satunya anaknya yang bersih dari catatan kriminal yang akan bisa memperjuangkan hidup mereka nanti. Kamu akan kami sekolahkan ke luar negeri. Jika kamu merasa takut dan memiliki beban pikiran jika tetap berada di sini," jelas Celine.


"Benar Kak? Apa aku akan melanjutkan sekolah di luar negeri?" tanya Yosi semangat.


"Ya kalau kamu bersedia. Anggap saja perusahaan kami memberi beasiswa pada anak baik sepertimu tapi ke luar negeri mana? Bukannya kamu tak bisa dan tak suka bahasa Inggris?" tanya Celine.


"Nggak kak, aku suka kok bahasa Inggris. Biasanya mendapat nilai bagus tapi hari itu aku kesal pada Mommy jadi aku sengaja tak menjawab saat ulangan. Nilai ku jeblok, membuat Mommy kesal waktu itu, menjadikan aku sangat senang karena menurutku semua itu bisa untuk membalas kekesalanku pada Mommy, tapi … ujung-ujungnya malah dipaksa mendaftar les bahasa Inggris," jelas Yosi.


"Oh ya? Kamu … ah ada-ada saja. Kalau kamu kesal pada keluargamu, jangan hancurkan dirimu sendiri. Tak mengerjakan soal saat ujian, itu bukan jalan terbaik untuk membalas kekesalanmu pada ibumu. Justru hanya akan menjerumuskan dirimu sendiri dalam kehancuran. Sekarang … kamu kesal dengan cara keluargamu mencari kekayaan. Balas keluargamu dengan kesuksesan yang diperoleh dengan cara yang benar. Belajar yang rajin agar kamu bisa membuktikan pada orang-orang kalau kamu bisa sukses. Mampu bangkit meski kondisi keluargamu hancur seperti ini," jelas Celine.


Memberikan nasehat pada anak itu agar lebih semangat mencapai kesuksesannya tanpa merasa rendah diri karena kondisi keluarganya. Yosi langsung memeluk Celine yang sejak dulu telah dianggap sebagai kakak yang selalu membelanya. Mikho yang berdiri diam sejak tadi mendengar pembicaraan mereka langsung memalingkan wajahnya sambil tertawa tertahan. Bagaimanapun juga Yosi adalah orang lain dan juga lumayan tampan.

__ADS_1


...~   Bersambung  ~...


__ADS_2