Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 61 ~ Cantik Palsu dan Sejati ~


__ADS_3

Erica merubah total tubuh dan wajahnya demi membalas rasa sakit hatinya pada Celine. Ucapan Erica itu membuat Celine dan Mikho tercengang. Mereka tak menyangka, Erica bisa berbuat sejauh itu demi membalas rasa sakit hatinya pada Celine. Sementara Celine merasa tak melakukan apa pun yang bisa menimbulkan dendam sebesar itu.


"Aku kesayangan orang tuaku. Karena aku putri bungsu mereka. Jangan heran karena Yosi lahir tanpa perencanaan. Orang tuaku tak berencana menambah momongan lagi, tetapi dia muncul setelah umurku hampir delapan tahun. Mommy ternyata hamil lagi sementara mereka telah menganggap aku anak bungsu kesayangan mereka. Begitu sayang orang tuaku padaku membuat mereka memberikan segala-galanya padaku. Aku tumbuh menjadi anak yang gemuk karena awalnya mendapat pujian dari ibu-ibu lain yang mengatakan aku sangat menggemaskan. Itu membuat orang tuaku beranggapan tak masalah jika aku tumbuh menjadi anak dengan kelebihan berat badan."


Celine kembali menoleh ke arah Mikho. Bertanya dalam hati apa hubungan semua ini dengannya. Lalu kembali menatap Erica yang juga telah menoleh ke arahnya.


"Kita belum masuk pada bagian intinya," ucap Erica membuat Celine tertunduk, Erica seperti mengerti apa isi hatinya.


"Semakin hari tubuhku semakin gemuk tak tertahankan. Aku … tak merasa lucu lagi. Mendapat tertawaan dari anak-anak di sekolah saat masih duduk di bangku SD. Mereka tertawakan besarnya tubuhku hingga aku mulai tak percaya diri. Teman-temanku tak ada yang ingin bermain denganku. Mereka menganggap aku ini lamban, saat bermain aku hanya merepotkan. Aku tak pernah lagi diajak bermain oleh teman-temanku. Aku kesepian, sangat sedih dan kesepian hingga akhirnya mencari pelarian dengan membaca buku-buku pelajaran. Prestasiku di pelajaran meningkat pesat, aku menjadi juara satu di kelasku, bahkan juara umum di sekolahku." 


Celine tersenyum, rasa kagum karena mendengar seorang anak kecil dapat meraih prestasi justru karena masalah yang kegemukan yang menimpanya. Celine justru melihat sesuatu hal positif dari kisah yang diceritakan Erica. Bisa mencari pelarian atas kesedihan ke arah yang positif membuat Celine merasa malu pada dirinya sendiri.


"Aku berprestasi tapi menderita, hingga suatu saat Daddy mengajak kami sekeluarga mengikuti acara family gathering yang diadakan perusahaan tempat Daddy bekerja. Di situlah aku merasa bahagia. Anak-anak dari karyawan kantor itu bisa menerimaku. Mereka mau bermain denganku. Kami berkenalan, bercerita, bermain apa saja. Istri-istri karyawan kantor itupun gemas melihatku. Aku bahagia, semua bertolak belakang dengan apa yang aku dapatkan di sekolah. Tertawaan, hinaan dan bully-an tak kudapatkan disitu. Aku bahagia, sangat bahagia, aku mendapatkan teman baru yang menyukaiku, tapi … hanya sekejap. Semua itu menghilang saat seorang gadis kecil yang cantik, menggemaskan, yang manis seperti bidadari datang ke acara itu."


Erica menoleh ke arah Celine. Mikho mulai mengerti arah pembicaraannya. Celine memberanikan diri menatap Erica meski dengan tatapan yang sendu.


"Putri bos besar datang. Merebut semua teman-temanku, juga merebut perhatian ibu-ibu yang tadi memujiku. Dengan senyumannya yang manis, dan gayanya yang anggun dan ramah, semua beralih padanya. Semua kekaguman padaku, pada prestasiku hilang terkalahkan oleh wajah yang cantik tapi tak memiliki prestasi apa-apa itu. Aku baru sadar pada kenyataan, prestasi bisa dikalahkan oleh wajah yang cantik."


"Aku tidak tahu tentang itu. Itu bukan salahku," ucap Celine membela diri.


"Ya tentu, itu bukan salahmu. Karena itu aku katakan tak perlu alasan untuk membenci seseorang. Apa alasan aku membencimu? Kamu tak pernah jahat padaku. Saat kemarin kamu bertanya alasan aku membencimu, semua jawaban telah tersusun di otakku. Karena kamu cantik, kamu populer, kamu putri bos besar, kamu perebut teman-temanku juga perebut cintaku."

__ADS_1


Mikho langsung mengangkat alisnya. Merasa dirinyalah yang dimaksud. Erica menoleh ke arah laki-laki itu.


"Aku tak menyebutmu, Mikho. Aku menyebut cinta pertamaku. Putra seorang karyawan perusahaan yang sangat tampan. Dia langsung mendekati putri bos yang cantik itu," sambung Erica, membuat Mikho mengangguk-angguk dengan tawa yang tertahan.


"Maafkan aku," ucap Celine.


"Kenapa minta maaf, bukannya itu bukan kesalahanmu? Menjadi seorang gadis yang populer, putri seorang bos yang kaya raya dan sangat cantik. Semua itu bukan kesalahanmu bukan? Lalu kenapa meminta maaf?" tanya Erica.


Celine tertunduk, menutup matanya yang mulai berkaca-kaca dengan telapak tangannya. Kepalanya terasa pusing. Erica menaruh dendam padanya tanpa alasan. Sementara dia sendiri merasa semua itu bukan kesalahannya.


"Karena itu kamu membalasku, membuat teman-teman di sekolah mengucilkan aku?" tanya Celine dengan air mata yang tak tertahankan lagi.


"Ya! Dan perlu kamu tahu, korupsi pertama yang dilakukan ayahku adalah untuk operasi sedot lemakku." Celine terkejut dengan mulut yang ternganga.


"Ya! Jika aku tak dibiayai untuk operasi, aku mengancam akan bunuh diri. Daddy dan Mommy-ku tentu tak ingin kehilangan aku. Bekerja di perusahaan ayahmu cukup membuat hidup sejahtera tetapi biaya untuk segala sesuatu yang bersifat untuk kecantikan itu sangat besar. Itu harus didapatkan dalam waktu yang cepat. Daddy tak punya dana untuk itu. Akhirnya berhasil mendapatkan jalan keluar dari perusahaan. Operasi pun berhasil. Aku pun beralih ke wajah yang sudah jelas akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi," ucap Erica menjawab keterkejutan Celine.


"Operasi plastik, perawatan tubuh, kulit, rambut, semua diambil dari perusahaan milik ayahmu." Celine menggelengkan kepalanya mendengar pengakuan Erica.


"Aku telah merubah total tubuh dan wajahku, karena itulah kamu tak mengenali aku. Oh ya, aku juga mengganti nama panggilanku, kakakku bernama Yodi, adikku bernama Yosi dan aku bernama Yori."


"Yori? Jadi kamu ini Yori?" tanya Celine tercengang.

__ADS_1


Gadis ingat dengan pasti, bahkan hingga saat ini. Kejadian yang membuatnya sangat bersedih. Celine harus merelakan rambutnya yang indah dan panjang, dipotong karena seseorang menempelkan permen karet saat acara family gathering. Masih teringat jelas olehnya, saat dirinya menangis tertunduk karena harus kehilangan rambutnya yang sengaja di panjangkannya agar terlihat cantik dengan pita-pita dan jepit rambut yang indah.


Setelah berupaya melepaskan satu per satu helain rambut itu. Setelah berusaha dengan menggunakan cara apa pun, tetap menyisakan permen karet itu di rambutnya hingga ibu-ibu itu kelelahan menghabiskan waktu liburan mereka untuk mengatasi rambut Celine yang menggumpal.


Seorang ibu akhirnya pasrah mengusulkan untuk menggunting rambut putri pimpinan perusahaan itu. Seorang ibu yang bisa memotong rambut akhirnya terpaksa memilih model dengan rambut pendek karena tak mungkin hanya memotong bagian yang menggumpal saja.


Celine menangis di sepanjang proses pemotongan rambut itu. Setiap kali rambut itu jatuh ke lantai Celine akan terisak-isak. Meski ayah dan ibunya membujuk, Celine kecil tetap bersedih melihat rambutnya berjatuhan ke lantai.


Seorang anak menyebut sebuah nama. Nama anak yang terlihat mengunyah permen karet. Yori, adalah nama anak itu. Nama yang paling dibenci Celine sejak saat itu karena telah merusak rambut indah kebanggaannya.


Celine langsung berdiri dari kursinya. Menatap tajam lurus ke mata Erica. Lalu memutuskan pergi meninggalkan ruang rawat inap itu begitu saja. Mikho mengejar lalu mengiringi di belakangnya. Laki-laki itu tersenyum menatap punggung Celine yang melangkah dengan tergesa-gesa.


"Kecantikan itu sangat sensitif bagi seorang gadis ya? Kamu bisa toleransi dalam hal apa pun. Tapi saat masalah kecantikan diusik, kamu tak bisa lagi bertahan. Meski kecantikan itu relatif tapi mata tak bisa menipu, yang cantik tetaplah cantik yang jelek tetaplah jelek. Rela menjadi cantik dengan cara apa pun bahkan hingga mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Padahal itu hanya untuk menipu orang dan menipu dirinya sendiri. Seseorang itu sudah tahu seberapa cantik dirinya. Cantik yang sebenarnya itu cantik yang jujur tanpa tambahan apa-apa, tanpa tergantung apa-apa. Kecantikan hati lah yang jujur, tanpa tambahan apa-apa, tanpa modal apa-apa," tutur Mikho sambil tersenyum mengikuti langkah Celine yang semakin melambat. Gadis itu berhenti melangkah lalu membalikkan badan.


"Kenapa mengatakan ini padaku?" tanya Celine dengan wajah kesal.


"Untuk menyadarkan kamu agar jangan sedih lagi. Cantik palsu hanya akan menambah musuh. Cantik alami yang bisa menambah cinta, apalagi cantik yang berasal dari hati," tutur laki-laki itu sambil tersenyum menghibur Celine.


Gadis itu tersenyum, baru sadar kalau semua itu telah berlalu. Rasa kesal dan dendamnya pada kejadian itu kini harus dilepaskannya. Mikho tak peduli itu, Celine pun tak butuh itu. Kecantikan hatinya jauh lebih bersinar, membuat Mikho terpesona dari dia masih kecil hingga dewasa.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2