Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu
BAB 67 ~ Demi Nama Baik ~


__ADS_3

Bu Dessery dan Pak Yudhi getar getir menunggu Mikho yang tak kunjung datang. Namun, akhirnya penantian Bu Dessery dan Pak Yudhi berakhir juga. Mikho datang dengan tiba-tiba tanpa memberi kabar lebih dulu. Kedua orang tua Celine juga kaget karena keputusan anak itu yang tetap akan meneruskan rencana pernikahan mereka.


"Benarkah? Kamu ingin melanjutkan rencana pernikahan ini?" tanya Yudhi.


"Benar Pa, maaf sudah lama menunggu. Aku harus yakin dulu dengan keputusanku, Pa" jawab Mikho.


"Ya tentu saja. Ini pasti keputusan yang berat untukmu. Kami bisa mengerti. Kalau begitu, beritahukanlah pada Celine keputusanmu ini," ucap Yudhi.


Mikho dipersilahkan memberitahu secara langsung pada Celine. Kedua orang tua itu sangat bahagia karena Mikho akhirnya mau menerima keadaan putri mereka. Begitu bahagia hingga Mikho dipersilahkan menemui Celine di kamarnya.


"Baik Pa," jawab Mikho langsung naik ke lantai atas.


Mikho mengetuk pintu dan langsung membukanya. Terlihat Celine yang duduk di depan jendela kaca. Termenung menatap kosong ke arah taman. Begitu hampa pikiran gadis itu hingga tak menyadari Mikho yang mengetuk pintu dan membukanya.

__ADS_1


Gadis itu terkejut saat melihat Mikho telah berada di sampingnya. Mata dan hidungnya memerah, bisa dipastikan gadis itu habis menangis.


"Kakak,"


"Ya! Aku datang untuk melanjutkan rencana pernikahan kita. Apa kamu tahu? Ini keputusan sulit bagiku. Kedua orang tuaku menentang keputusanku ini, tapi aku … tak tega pada orang tuamu. Mereka datang menemuiku. Aku tahu mereka sayang padaku. Aku juga tahu mereka kecewa padamu, karena itu aku putuskan tetap akan menikahimu," tutur Mikho sambil menatap Celine yang menunduk menghapus air matanya.


Laki-laki itu tak sebenarnya tak tega mengucapkan semua itu pada Celine. Melihat gadis itu yang menerima semua ucapannya tetapi menangis membuat Mikho tak tahan ingin memeluknya. Namun, semua itu ditahannya. Rasa kecewa, karena selama ini menanti dan mencintai gadis itu dengan tulus dibalas dengan kenyataan yang menyakitkan baginya. Mikho merasa Celine tak terus terang padanya hingga menganggap Celine tak menipunya.


"Aku akan tetap akan menikahimu, tapi … kita akan berpisah setelah tiga bulan," ucap Mikho dengan pelan dan berat.


"Terima kasih Kak Mikho. Terima kasih karena menyelamatkan nama baik orang tuaku," ucap Celine dengan suara yang serak.


Suaranya tertahan, tercekat. Sekuat tenaga berusaha diucapkannya. Mikho yang merasa telah cukup menyampaikan niatnya, hendak beranjak pergi. Tersenyum miring saat mendengar ucapan terima kasih dari gadis itu.

__ADS_1


"Harusnya kamu pikirkan itu sebelum berbuat hal itu dengan Yodi," ucap Mikho.


Tersirat rasa sakit hati dalam ucapannya. Celine merasakan itu. Tetapi tak bisa memaksakan Mikho untuk menerima keadaannya.


"Aku tak menyangka, cinta Kak Mikho ternyata rapuh, serapuh selaput dara," ucap Celine lirih.


Namun cukup terdengar oleh Mikho. Laki-laki itu membalik badan kembali menatap gadis yang dulu sangat dicintainya. Menatap dengan tersenyum miring pada gadis itu.


"Cintamu padakulah yang rapuh. Apa kamu tahu? Itu adalah bukti kamu mempertahankan cintamu padaku. Jika kamu mencintaiku, kamu akan mempertahankannya untukku. Itu memang hanya selaput tipis yang rapuh, karena itu, seorang wanita rela mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankannya. Tak mudah menyerahkan begitu saja … sudahlah, aku harus pergi sekarang. Oh ya, setelah kita menikah, aku … tak akan menyentuhmu, itu demi menjaga kesucian cintamu terhadap Yodi," ucap Mikho lalu pergi meninggalkan Celine yang terpaku.


Aku mempertahankan cintaku. Jika itu adalah bukti cinta, aku juga telah mencoba mempertahankannya. Aku berharap aku mati saat itu karena tak bisa mempertahankannya untukmu. Bagaimana aku bisa mengatakan itu padamu Kak Mikho. Kamu telah lebih dulu menganggap aku wanita murahan. Apa yang aku ucapkan apakah akan Kak Mikho dengar atau hanya kakak anggap sebagai alasan? jerit hati Celine yang tertunduk.


Duduk di lantai yang dingin. Menangisi pernikahan yang akan dijalaninya hanya sebatas menyelamatkan nama baik orang tua. Tanpa cinta dari seseorang yang dicintainya.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2