Cinta Yang Terenggut

Cinta Yang Terenggut
Ancaman Yang Mengerikan


__ADS_3

Karin menatap nanar wanita di depannya. Tak pernah diduganya tawaran seperti itu akan diajukan Theresia kepadanya. Bagaimana mungkin dirinya menyerahkan buah hatinya begitu saja pada wanita yang sangat membencinya? Lagipula dia tak sanggup membayangkan berpisah dengan Jonathan, pria yang sangat dicintainya.


"Bagaimana, Karin?" tanya Theresia setelah melihat rivalnya itu tidak bereaksi. "Apakah kau menerima penawaranku? Tenang saja. Aku pasti akan memberikan kompensasi yang tidak sedikit  sebagai barter atas janin yang kau kandung. Tinggal sebutkan saja, berapa nominal yang kau minta?"


Kini giliran gadis itu yang menatap sinis pada tamunya. Theresia sampai terkejut melihatnya. Tak disangkanya Karin mampu bersikap seberani itu. Selama ini kekasih suaminya itu selalu bersikap merendah di hadapannya.


"Barter.... Jadi Bu Theresia menganggap anak saya ini sebagai barter? Alat tukar semata? Tega sekali Ibu mengucapkan istilah itu. Benar-benar tak punya hati!"


Kata-kata Karin membuat lawan bicaranya itu menjadi berang. Theresia langsung bangkit berdiri dan membelalakkan matanya. Amarahnya meletup-letup. "Tak punya hati katamu? Cuih! Akan kutunjukkan padamu siapa yang sebenarnya tak punya hati. Lihat ini!"


Wanita yang sedang kalap itu lalu mengeluarkan sebuah cutter dari dalam tasnya. Rosa dan Karin terkesima menyaksikan benda mungil panjang yang sangat tajam itu disentuhkan ujungnya pada urat nadi Theresia.


"Ya Tuhan, Theresia!" pekik Rosa ketakutan. "Jangan berbuat nekad, Nak. Ayahmu di surga akan sedih melihat sikapmu seperti ini. Berikan benda itu padaku, Nak. Kumohon...."


Theresia tertawa keras. Suaranya terdengar sangat menyeramkan di telinga Karin. "Kau boleh saja bangga sudah berhasil merebut hati Mas Jon dan bahkan memberinya keturunan, Karin. Tapi jangan lupa, kita ini tinggal di negeri yang masih menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Kalau aku sampai ditemukan meninggal dunia di sini, kujamin kau, Mas Jon, dan anak kalian takkan pernah hidup tenang!"

__ADS_1


"Apa...apa maksudmu, There?" tanya Rosa panik. "Apa yang sebenarnya kau rencanakan?"


"Hahaha.... Ketahuilah Tante. Pagi tadi aku sudah menemui pengacara. Kuberi dia sebuah amplop tertutup. Instruksiku adalah apabila suatu saat aku ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, dia harus segera membaca surat dalam amplop tersebut. Isinya kisah tentang diriku, Theresia Hidayat, yang mempunyai seorang suami bernama Jonathan Aditya. Dia berselingkuh dengan karyawannya sendiri, yaitu Karin Susilo. Aku digugat cerai supaya dia dapat segera menikahi selingkuhannya itu. Proses perceraian sengaja kuulur-ulur karena aku masih ingin mempertahankan perkawinan kami. Jika suatu saat aku meninggal dunia, tolong diusut sampai tuntas. Kuberikan kuasa sepenuhnya pada pengacaraku untuk mengupayakan keadilan bagiku."


Rosa terhenyak mendengar penjelasan wanita itu. "Apa maksudmu, Theresia? Bukankah kau sendiri yang bermaksud mengakhiri hidupmu? Keadilan seperti apa yang kau inginkan?" tanya wanita itu tak mengerti. Dalam hati dia marah sekali karena merasa dimanfaatkan oleh Theresia untuk menggiringnya ke rumah ini.


Lawan bicaranya tertawa keras. "Pertanyaan yang bagus sekali, Tante Rosa. Pantas ayahku dulu sangat mempercayaimu sebagai tangan kanannya. Beliau selalu berkata bahwa Tante adalah salah seorang yang begitu diandalkannya di perusahaan."


"Jangan bertele-tele, There! Cepat katakan apa maksud semuanya ini."


Keringat dingin keluar dari pelipis Karin. Jadi ini maksud wanita ini datang menemuiku, keluhnya dalam hati. Mengancamku untuk melepaskan Mas Jon dan anak kami. Kalau tidak, maka dia akan menghancurkan masa depan kami bertiga.


Theresia dengan sangat percaya diri melanjutkan kata-katanya, "Kalian akan menjadi sangat terkenal di negeri ini, melebihi artis manapun. Foto-foto kalian akan viral di mana-mana. Tentunya dibumbui dengan cerita-cerita yang versinya sangat menyudutkan posisi kalian dan tidak menguntungkan sama sekali. Mas Jon akan kehilangan proyek-proyek bagus, karena tak ada  developer properti yang mau bekerja sama dengan pemilik agensi yang punya skandal! Dan anak kalian selamanya akan dicap sebagai anak haram! Bayangkan bagaimana masa depannya nanti. Dimana-mana dia akan dihina, diremehkan, dan dihujat. Kau tahu sendiri kan Karin, betapa berita-berita yang sudah telanjur masuk media sosial tidak bisa dihapus. Selamanya akan tercatat. Bayangkan jika suatu saat anakmu akan menikah dan calon mertuanya mengetahui asal-usulnya yang kelam...."


"Cukup, Bu Theresia! Hentikan semuanya ini. Saya mohon, hentikan!" seru Karin tak tahan lagi. Air matanya mulai mengalir deras membasahi wajahnya yang pucat pasi.

__ADS_1


Theresia yang merasa berada di atas angin memanfaatkan kesempatan ini untuk semakin menyerangnya. "Kau bisa tanyakan pada tante tersayangmu ini, berapa besar kekayaan mendiang ayahku. Apalagi perusahaan-perusahaan kami sudah dijual dengan harga tinggi. Harta warisan Papa takkan habis kugunakan untuk menjatuhkan nama baik Jonathan Aditya, Karin Susilo, janin dalam kandunganmu, dan bahkan kalau perlu...," kata wanita itu sembari melirik Rosa. "Kalau perlu kubawa-bawa juga nama Tante Rosa sebagai mak comblang hubungan terlarang Mas Jon dengan Karin."


Anak ini benar-benar sudah gila, batin Rosa prihatin. Beginilah seorang wanita kalau sudah benar-benar terdesak. Apapun akan dilakukannya demi mempertahankan miliknya.


"Jangan usik Tante Rosa!" teriak Karin histeris. "Dia tidak tahu apa-apa. Aku bahkan tak berani memberitahunya tentang hubunganku dengan Mas Jon."


"Kalian berdua memang keluarga yang luar biasa! Saling menyayangi dan melindungi. Tahukah kau, waktu makan siang tadi tantemu ini juga membelamu, Karin. Katanya kau sebenarnya tidak bermaksud menyakiti siapapun."


"Memang itulah isi hati saya yang sebenarnya, Bu There."


"Kalau begitu," kata Theresia sambil menatap tajam gadis itu. "Kau tentunya juga tak ingin menyakiti darah dagingmu sendiri, kan? Masa kau tega dia direndahkan orang lain akibat perbuatan tercela kedua orang tuanya? Tidakkah kau ingin memberikan jalan yang lapang bagi anak kandungmu kelak? Dengan menjadi anakku, dia akan memperoleh segalanya. Harta yang melimpah serta keluarga yang utuh dan dibangun atas dasar cinta kasih. Bukan perselingkuhan!"


Secepat kilat wanita itu menggoreskan ujung cutter pada pergelangan tangannya. Darah segar  mengalir keluar.  Karin yang dalam kondisi tidak sehat ditambah frustasi akibat disudutkan terus oleh Theresia akhirnya menyerah.


Gadis itu terduduk di lantai sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Tangisannya terdengar sangat memilukan. Rosa yang merasa tak tahan langsung memeluknya. Dielus-elusnya punggung keponakannya itu untuk memberi kekuatan.

__ADS_1


"Maafkan Karin, sudah membuat membuat Tante terlibat dalam masalah ini. Maafkan, Karin, Tante...," isak gadis itu menyayat hati.


__ADS_2