
Berkas aset perkebunan anggur di Perancis milik ayah Dave, Alehandro kini sudah berpindah tangan ke pewaris tunggal. Dave Nino Alehandro. Dia baru bisa mengubah nama pemilik Alehandro menjadi miliknya. Dan sekarang, dia ingin pergi ke Makau dengan Lee dan Liu.
Tapi sebelumnya, dia akan mencari tahu lebih dulu di mana anak kakek Qin yang dulu menolongnya melalui internet dan juga mencari tahu apakah kakek Qin masih hidup atau sudah mati. Dan ternyata kakek Qin yang Dave maksud masih hidup dan kini hidup dengan anaknya.
"Syukurlah, anaknya sudah kembali. Kupikir jika belum kembali, akan aku suruh dia pulang dan membuat usaha di kampung agar dia tidak lagi pergi ke kota dan meninggalkan ayahnya." kata Dave menatap laptop mencati tahu tentang kakek Qin.
"Apa yang kamu cari Dave?" tanya Luca ikut duduk di samping Dave membawa secangkir kopi.
"Aku hanya mencari informasi tentang kakek Qin. " jawab Dave.
"Lalu, kamu sudah dapatkan?" tanya Luca lagi.
"Ya, dia masih hidup. Dan anaknya sudah kembali ke kampungnya, aku ingin menemui mereka dan memberikan sesuatu untuk masa depan mereka paman." kata Dave.
"Kapan kamu berangkat ke Makau?"
"Besok pagi. Nanti aku akan tinggal dengan Chun, orang yang dulu mengajariku menembak dan mengendarai mobil dengan cepat." kata Dave.
"Berhati-hatilah, karena kamu tidak tahu di sana siapa yang lebih berkuasa di setiap wilayah Makau."
"Ya, aku tahu paman."
Dave dan Luca kini terlibat obrolan santai, bercerita tentang dulu ayah Dave dan juga ibunya. Dave yang memintanya, dia ingin mengenang tentang ayah dan ibunya. Hingga larut malam dan Dave pun pamit untuk beristirahat.
"Aku mengantuk paman, butuh istirahat." kata Dave menguap beberapa kali.
"Ya, pergilah tidur. Aku masih mempunyai pekerjaan di sini." kata Luca.
"Baiklah, aku tinggal dulu."
"Selamat tidur Dave."
Dave lalu pergi meninggalkan Luca yang kembali mengoperasikan laptopnya. Sedangkan Dave sudah masuk ke dalam kamarnya, dan untuk besok dia sudah menyiapkannya apa saja yang akan dia bawa. Pistol dan pedang tidak pernah lupa dia bawa.
_
Dalam pesawat pribadi milik Fernandez, kini Liu dan Lee serta empat anak buah Liu ikut serta di dalam pesawat. Dave mengatakan dia butuh beberapa orang untuk menjalankan sesuatu rencananya. Liu belum tahu, apa yang akan dia lakukan.
Namun dia berpikir Dave akan melakukan pembebasan seseorang di markas Morata. Dan entah itu di mana tempatnya hanya Dave yang tahu. Ketiganya hanya diam dengan pikiran masing-masing, bagaimana nanti di Makau.
__ADS_1
Pukul sembilan pagi pesawat yang membawa ketiga orang tersebut sampai di bandara. Mereka memakai pesawat komersil, tidak menggunakan pesawat pribadi. Karena pesawat pribadi sedang di gunakan oleh Fernandez pergi berlibur ke Swis dengan keluarganya.
"Apa kita akan di jemput?" tanya Lee.
"Siapa yang menjemput? Memang kita siapa di jemput?" tanya Dave dengan santainya.
"Hei, bukankah kita ini para jagoan tangguh? Seharusnya ada yang menjemput kita." ucap Lee lagi.
"Sudahlah, jangan berhayal berlebihan. Ayo sekarang kita menginap di hotel terdekat saja, aku lelah." kata Dave.
"Ya baiklah. Apakah kita akan berlibur?"
"Tergantung nanti, kita akan berolag raga Lee setelah menemui kakek Qin." kata Dave lagi.
"Oh ya?"
"Ya, nanti sore kita buat rencana besar."
"Apa itu?"
"Nanti sore aku utarakan rencananya, siang ini kita istirahat." ucap Dave.
_
Sore hari, Dave berunding dengan Lee dan Liu tentang rencana mendatangi markas Morata. Di sini Dave mencari orang-orang yang akan menjadi pengawalnya dan akan menyewa kelompok-kelompok kecil yang sebagai anak buahnya sementara.
"Jadi maksudmu, kita akan menyewa mereka anak jalanan yang suka balap liar di jalan?" tanya Lee.
"Ya, kita manfaatkan mereka untuk membantu kita menyerang markas Morata." kata Dave.
"Tapi kenapa kamu membuat masalah dengan Morata Dave? Bukankah kamu sudah bebas dari kelompok dia?" tanya Liu tidak mengerti kenapa Dave merencanakan itu.
"Kalian tahu, orang-orang yang mereka rekrut sebagai jagoan petarung itu adalah pemuda yang sengaja di ambil dari desa kakek Qin. Kakek Qin bercerita, banyak pemuda desa itu pergi di iming-imingi pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan. Tapi kenyataannya, mereka di jadikan petarung. Dan kalian tahu, setiap pemuda itu kalah maka mereka di habisi. Itu sangat sadis sekali, Morata mengambil keuntungan judi dari ajang judi tarung di markasnya." kata Dave menjelaskan maksud rencananya itu.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan di sana? Membebaskan mereka yang di penjara?" tanya Lee.
"Tepat, dan sekalian judi itu kita bongkar tarung itu. Dan mereka yang menjadi jagoan akan kita bebaskan mereka yang di sekap. Aku merasakan sendiri bagaimana mereka memperlakukan para jagoan yang di sekap itu. Nasibku beruntung karena aku hampir setiap laga selalu memang. Tapi bagaimana dengan mereka yang kalah dalam bertarung? Di buang di tengah hutan yang banyak binatang buasnya. Sangat mengerikan, bahkan bisa saja di bunuh. Kalian bayangkan berapa orang tua yang kehilangan anaknya yang di paksa ikut jadi petarung di sana." kata Dave membayangkan dulu hidupnya sangat menyedihkan.
Lee dan Liu diam, mereka tampak berpikir. Apa yang di katakan Dave hanya semata agar jangan ada lagi judi tarung yang banyak menewaskan pemuda-pemuda tak bersalah.
__ADS_1
"Baiklah, lalu bagaimana menarik mereka. Kita ada di hotel. Bukankah sedikit susah mengumpulkan mereka?"
"Tidak, nanti malam kita datangi tiga kelompok anak jalanan dan geng motor. Kita bisa memberi mereka uang, dan aku sudah menyiapkan mereka uang untuk membayar mereka." kata Dave.
"Hmm, rupanya rencanamu sangat matang Dave." kata Liu.
"Iya Liu, aku benar-benar ingin membebaskan mereka. Aku tahu bagaimana rasanya di sekap dan tidak dapat melihat dunia luar selama bertahun-tahun." kata Dave.
"Maafkan aku Dave, saat itu aku tidak bisa menolongmu. Ketika kamu di bawa Morata, aku terluka dan menyembuhkan diri sendiri. Justru setelah itu kupikir kamu telah mati. Jadi aku pergi ke Jepang dengan Jacky. Maafkan aku Dave, tidak mencari tahu tentangmu." kata Liu menyesali peristiwa penyerangan di rumahnya dulu.
"Tidak apa Liu, bagiku kamu selamat juga Jacky selamat dan hidup itu cukup senang buatku." kata Dave.
"Ya, sekarang aku berniat membantumu. Apa yang kamu rencanakan aku akan mendukungmu." kata Liu.
"Jangan khawatir Dave, aku dan Liu selalu siap membantumu." kata Lee.
"Baiklah, nanti malam kita bergerak mencari kelompok-kelompok kecil itu. Bila perlu untuk berduel agar mereka mau menerima tawaranku." kata Dave.
"Ya Dave, terserah kamu. Aku dan Liu akan membantumu meyakinkan mereka juga, jika perlu aku yang akan berduel dengan mereka." kata Lee.
"Bagus. Sekarang ayo kita keluar untuk makan malam, perutku sudah lapar." kata Dave.
Mereka lalu beranjak pergi dari kamar hotel. Sengaja memesan kamar dobel suit untuk tidur bertiga. Waktu sudah beranjak malam, pukul enam sore mereka menuju restoran hotel untuk makan malam.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1