
Dave masih menghadapi Javier, kali kini Dave tidak akan main-main lagi. Jika dari awal Dave hanya meladeni Javier bermain pedang, layaknya meladeni seorang guru pada muridnya. Kini dia akan sungguh-sungguh melawan Javier.
Dave berdiri tegak dengan pedang di kedua tangannya dengan memiringkan tubuhnya kesamping. Dengan tatapan ke depan pada Javier yang juga sama halnya menatap tajam dan pedangnya di acungkan ke depan. Dave maju lebih dulu, pedang beradu cepat.
Trang! Trang! Set! Set! Trang! Ting!
"Hap! Ssset! Hiaaat! Sssht! Uuh!"
Suara pedang beradu dan nafas memburu karena gerakan yang cepat itu membuat keduanya mengambil nafas cepat. Dave menyerang bagian perutnya, di tangkis oleh Javier. Namun dengan cepat pedang Dave di ayunkan ke bagian lengan Javier.
Bajunya sobek terkena sabetan pedang Dave, Javier menatap tajam. Melirik kea arh bajunya yang berlubang, kemudian dia pun menyerang lagi.
"Hiiiaaaat!"
Set! Set! Trang! Trang! Ting! Ting!
Trang! Trang! Wuuss!
Trang! Trang!
Gerakan mereka semakin lincah dan juga gesit, Dave begitu cepat menyerang Javier. Kini dia semakin terdesak, mundur beberapa langkah. Javier kesal dan akhirnya dia dengan cepat menghunuskan pedangnya ke arah wajah Dave sambil berteriak.
"Hiaaaaaat! Mati kamu brengsek!" teriakan Javier membuat semua yang ada di sana terkejut.
Lee dan Liu sudah bersiap ingin membantu Dave, namun secepat kilat Dave menahan keduanya. Dia kini berputar kesamping dan di ayunkannya pedangnya dan beradu dengan pedang Javier. Terlepaslah pedang Javier, pedang Dave di acungkan ke dada Javier dan dia menatap tajam pada Javier.
Keduanya saling pandang dengan tatapan tajam juga. Dave belum melayangkan senjatanya untuk memancung kepala Javier, tapi dia masih ingin bermain-main dengannya. Senyum sinisnya mengembang.
"Tadi itu hanya main-main saja Javier, sekarang waktunya balas dendam padamu." kata Dave.
Dia menaikkan arah pedangnya ke mata Javier, hanya berjarak beberapa senti antara mata pedang dan mata Javier. Javier berusaha menghindar kepalanya, namun pedang Dave mengikuti kemana arah kepala Javier bergerak.
"Kamu tidak bisa lepas dari mata pedangku Javier." kata Dave masih menatap tajam pada Javier.
"Heh! Jika mau membunuhku, bunuh saja sekarang! Atau kamu takut untuk membunuhku, anak Alehandro. Si mafia yang di takuti oleh semua mafia di Italia. Nyatanya dia mati di tanganku dengan sangat mengenaskan. Hahah!" kata Javier dengan angkuhnya, membuat darah Dave mendidih.
Javier masih tertawa senang, telah membuat Dave terpancing. Tangan kanannya masuk ke dalam bajunya, mengambil sesuatu yang bisa untuk menyerang Dave. Ya, Javier menyimpan pisau kecil di balik bajunya.
__ADS_1
Liu maju ke depan untuk memperingatkan Dave. Namun, kembali Dave mengangkat tangannya agar Liu tidak ikut campur dan membantunya. Javier tersenyum sinis, dia maju ke depan. Dia tahu Dave sedang marah dan sedikit ragu.
Jadi dia maju lebih dekat dengan posisi Dave, hingga berjarak mereka hanya dua langkah saja. Dave masih menatap tajam, pedangnya masih di tangan. Dan secara tidak terduga, Javier mengambil pisau kecil di balik bajunya dengan cepat dan dia ayunkan ke arah Dave.
"Hiaaat, set!"
Secepat kilat pedang Dave menusuk bagian perut Javier, sedangkan pisau itu juga sedikit melukai bagian lengan Dave. Javier berusaha menyerang Dave kembali, tapi Dave lagi-lagi mengayunkan pedangnya ke dada Javier dengan kuat. Sehingga pedang itu hampir tembus ke belakang.
Javier melototkan matanya ke arah Dave. Darah segar mengalir dari mulut dan juga bagian tubuh yang tertusuk pedang Dave. Dave menarik pedangnya, dia menatap datar Javier yang masih melotot matanya ke arahnya.
"Aku bukan laki-laki bodoh yang bisa di kelabui olehmu mengambil pisau kecil dan mengarahkannya padaku? Tidak sebanding dengan sakitnya tusukan pedangku." kata Dave.
"Anak setan kamu, Dave!"
"Ya, anak setan ini yang selalu membayangi setiap mimpimu di neraka. Dan sebentar lagi, pembalasan dendamku akan usai." kata Dave.
Javier terjatuh, dia masih menatap tajam pada Dave. Rasa sakitnya karena tusukan pedang memang sangat perih. Kini Dave mengambil pistolnya, mengarahkannya pada Javier.
Dor!
Dave menembakkan pistol ke arah perut Javier.
Dor! Dor!
Kemudian dia menembakkan lagi ke arah lengan kedua Javier.
"Untuk mamaku!"
Dor! Dor!
Lalu Dave menembakkan pada kedua kaki Javier.
"Dan itu untuk Caroline juga paman Fabio! Matilah kamu Javier!!" teriak Dave dengan kencang.
Lee dan Liu menghampiri Dave yang berteriak kencang. Mereka menarik kedua tangan Dave dan mengambil pistol di tangannya. Lee menarik Dave untuk segera pergi dari tempat itu. Orang-orang di sana merasa ketakutan dengan pertarungan Dave dan Javier hingga berakhir pembunuhan pada Javier.
Mc. Quin yang sejak tadi bersembunyi tadi kini keluar. Dia juga ketakutan dengan kejadian di depan matanya. Selang beberapa menit Dave, Lee dan Liu pergi. Polisi datang masuk ke dalam vila Javier.
__ADS_1
Mereka heran kenapa banyak sekali orang-orang yang bergelimpangan, tergeletak tak bernyawa. Polisi masuk lebih dalam, mereka memeriksa setiap sudut dan para wanita penghibur Javier. Mc. Quin pun menghampiri polisi yang sedang memeriksa Javier.
"Dia mati pak polisi." kata Mc. Quin.
"Siapa yang membunuhnya?" tanya polisi.
"Saya tidak tahu siapa orangnya. Tapi yang saya dengar, namanya Dave." jawab Mc. Quin.
"Bagaimana kejadiannya sampai orang ini mati?" tanya polisi lagi.
"Saya melihat mereka berduel, lalu beradu pedang. Dia kalah dan di tusuk lalu di tembak beberapa kali sampai mati." kata Mc. Quin menjelaskan.
"Kenapa di bunuh? Apa motifnya?"
"Kemungkinan karena balas dendam pada Javier."
"Javier? Jadi dia bernama Javier?" tanya polisi sambil menunjuk mayat Javier.
"Iya, pemilik kasino terbesar di Las Vegas." jawab Mc. Quin.
"Hemm, jadi dia Javier. Siapa yang berani membunuh mafia ini? Dia tangguh sekali." kata polisi lagi.
"Lalu, bagaimana sekarang pak polisi?"
"Anda harus memberi keterangan di kantor polisi. Semua wanita-wanita itu juga akan di mintai keterangan mengenai kejadian di sini. Ceritakan semuanya di kantor polisi." kata polisi tersebut.
"Baik pak polisi."
Kemudian polisi menyuruh temannya untuk membawa mayat Javier ke dalam mobil untuk di lakukan autopsi dan juga bukti bahwa ada penyerangan di dalam vila milik Javier itu. Sedangkan Mc. Quin kini kembali lagi ke Las Vegas.
Kerja sama dengan Javier akhirnya gagal karena laki-laki itu sudah mati di tangan Dave. Sementara itu, Dave, Lee dan Liu pergi dari vila Javier dengan mobil yang mereka tumpangi ketika pergi ke vila Javier. Semuanya nampak diam, tidak ada pembicaraan di antara ketiganya.
Dave masih diam, wajah dinginnya terlihat sekali. Liu menoleh ke arah Dave, dia tahu hati dan pikiran Dave sedang tidak baik. Mungkin dia sedang mengingat keluarganya.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤