
"Jadi benar, tuan Samuel yang menculik tuan Hugo?" tanya Luca.
"Ya, kupikir tadi juga begitu." kata Mateo.
"Apa yang dia inginkan dari tuan Hugo?" tanya Luca.
"Tentu saja berkas saham itu. Dia ingin memilikinya." kata Mateo.
"Bukankah dia juga sangat kaya, mempunyai perusahaan tambang emas di beberapa negara." kata Luca.
"Pelelangan saham klub sepak bola itu sangat bergengsi, siapa yang mendapatkan saham di pelelangan itu akan di pandang sebagai orang terkaya di Eropa. Karena klub sepak bola di sini sangat besar, bahkan nama-nama pemain sepak bola termahal ada di klub milik tuan Ferdian. Bisa di bayangkan sponsor masuk ke dalam klub, sudah berapa banyak. Dan pundi-pundi uang juga akan masuk lebih besar lagi." kata Mateo.
"Hmm, jadi tuan Samuel ingin mendapatkan itu secara percuma?" tanya Luca.
Bisa jadi, entah seperti apa permainannya. Tapi kupikir itu tidak akan mudah, karena di sana masih ada saham tuan Ferdian. Tuan Hugo hanya pemegang saham terbesar saja, pemegang saham lainnya masih ada. Kemungkinan tuan Hugo akan di paksa untuk merubah tanda tangan itu." kata Mateo.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Luca.
"Kita datang ke tempat yang dia tentukan. Aku ingin tahu, apa maunya dia." kata Mateo.
"Di surat itu mengatakan kita harus datang secepatnya." kata Luca.
"Kalau begitu, ayo kita cepat ke tempat itu." kata Mateo.
"Tapi aku tidak membawa senjata apa-apa, kupikir kamu kecelakaan biasa tadi. Jadi aku buru-buru datang kemari menjengukmu." ucap Luca.
"Kita pulang ke markas secepatnya ambil senjata, lalu kita datang kesana." kata Mateo.
__ADS_1
"Apa kita harus bawa anak buah?" tanya Luca.
"Sebaiknya bawa saja, tapi di belakang. Jangan terlihat oleh mereka." kata Mateo.
Setelah mereka berunding, kini Mateo mencabut selang infus dan dia langsung memakai jasnya. Pergi dari kamar itu dengan Luca, memenuhi keinginan Samuel Rodrigoz dan menyelamatkan Fernandez. Orang-orang memandang Mateo heran karena masih di perban kepalanya harus berjalan cepat dengan Luca pergi dari rumah sakit itu.
Perawat yang berjumpa dengan Mateo merasa aneh, lalu dia berusaha mencegah Mateo yang masih terluka. Namun Mateo menolak untuk kembali di rawat, Luca juga memberi pengertian pada perawat agar membiarkan Mateo pergi.
Mereka sampai di mobil Luca, kemudian langsung pergi dari rumah sakit menuju markas. Mengambil senjata dan memberitahu pada anak buah Fernandez untuk ikut dengan mereka menyelamatkan Fernandez.
_
Di sebuah gudang kosong, di mana Samuel menyuruh Mateo datang untuk memgambil Fernandez. Dia melihat tidak ada siapa pun di gudang kosong itu, dia juga tidak melihat ada mobil atau anak buah Samuel. Luca dan Mateo merasa heran, curiga mungkin di jebak oleh Samuel.
"Bagaimana ini? Tidak ada orang di dalam gudan ini." kata Luca, matanya menyapu ke segala sudut ruang gudang itu.
"Coba kamu hubungi ke nomor tuan Hugo." ucap Luca.
Mateo mengambil ponselnya, dia mencoba menghubungi ponsel Fernandez. Langsung tersambung dan di jawab oleh seseorang di sana.
"Halo, tuan Hugo?" Mateo menjawab telepon.
"Halo tuan Mateo, bosmu sedang sekarat. Datanglah secepatnya."
"Di mana tuan Hugo?!" teriak Mateo pada seseorang di seberang sana dengan geram.
"Hahah! Kamu datanglah ke tempatku."
__ADS_1
"Aku sudah berada di gudang seperti apa yang kamu katakan di surat itu!" kata Mateo dengan marahnya.
"Baiklah, aku ubah tempatnya. Aku berada di belakang gedung satelit milik pemerintah. Datanglah segera, jika tidak. Matilah bosmu itu!"
Klik!
"Brengsek! Dia menutup sambungan teleponnya." kata Mateo.
"Bagaimana? Di mana tuan Hugo di sekap?" tanya Luca.
"Kita harus ke gedung belakang gedung satelit milik pemerintah. Mereka licik sekali." kata Mateo.
"Kalau begitu, kita harus segera kesana." ucap Luca.
Mateo dan Luca segera naik mobil, mereka akan pergi ke tempat yang sesuai Samuel katakan. Kali ini dia akan cepat menyelamatkan Fernandez. Mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi, agar sampai lebih cepat sebelum Samuel menepati ucapannya. Mereka khawatir akan terjadi apa-apa pada Fernandez.
Dengan kecepatan seratus kilo meter perjam, mobil Mateo sampai di gedung di mana Samuel sebutkan.Mateo memarkirkan mobilnya, Luca sendiri memberitahu pada anak buah Fernandez bahwa tempat penyekapan Fernandez berubah. Dan mereka mengikuti sesuai petunjuk Luca.
Mateo dan Luca turun dari mobil, segera masuk ke dalam gedung. Ada anak buah Samuel yang membawa mereka untuk naik ke dalam lift. Mateo dan Luca tidak sabar untuk melihat dan menyelamatkan Fernandez, namun mereka harus berhati-hati juga. Tidak gegabah menyerang anak buah Samuel karena anak buah Fernandez masih ada di jalan menuju tempat gedung itu.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1