
Gennaro sudah mati, kini yang memimpin Black Jack adalah Luciano. Dia yang akan melakukan penyerangan terhadap siapa saja yang menjadi musuhnya dan juga adiknya. Dia juga berusaha mendekati kelompok Dark Wolf untuk bergabung dengan kelompoknya, Black Jack.
"Bagaimana, apa kamu bisa bertemu dengan ketua Dark Wolf?" tanya Javier pada kakaknya itu.
"Sedang aku usahakan, kamu tenang saja." kata Luciano menghisap cerutunya.
"Luciano, aku tidak mau gagal lagi dalam berencana. Kamu rubah rencanamu, ikuti rencanaku saja." kata Javier.
"Apa rencanamu?"
"Culik teman Dave, kulihat dia yang selalu ada dengan laki-laki itu." kata Javier.
"Siapa dia?"
"Dia teman anak Alehandro itu! Apa kamu tidak juga memperhatikan apa yang aku ucapkan?!" ucap Javier dengan kesal.
"Hei, Santai saja adikku Javier. Aku akan melakukan apa yang akan kamu katakan. Kenapa kamu jadi marah-marah seperti itu?" ucap Luciano, Javier mendegus kesal.
Dia lalu beranjak dari duduknya, kemudian berjalan menuju jendela menatap ke depan. Sesungguhnya, dia sangat khawatir dengan Dave. Dia terlihat tidak terkalahkan, dan sekarang mencari kelemahan Dave.
Mencoba akan menculik temannya itu, sudah pasti seorang teman sejati tidak akan membiarkan temannya di culik dan mati. Javier tersenyum sinis sendiri. Mengejek dirinya sendiri karena merasa khawatir akan pembalasan Dave padanya.
Bahkan Dave bisa bersembunyi dari kejarannya selama ini, laki-laki yang dia cari justru bisa selamat dari kejaran bahkan bisa datang lagi ke Italia dengan aman. Pegawai birokrasi yang bertugas bagian imigrasi tidak bisa mendeteksi Dave. Oh, dia lupa.
Dave datang dengan Fernandez sebagai bodyguardnya. Tentu saja akan selamat dan tidak terdeketsi. Tangan Javier mengepal, dia benar-benar terkecoh dengan anak Alehandro tersebut, dan dia terang-terangan akan membalas dendam padanya. Setelah sekian tahun mengembara dan mengalami banyak hal di hidupnya.
Bahkan Tuhan seakan merestui Dave untuk balas dendam padanya. Javier berbalik, dia terkejut di hadapannya tiba-tiba Luciano sudah berdiri menatapnya datar Javier berdecih kesal pada kakaknya itu.
"Kenapa kamu membuatku terkejut?" tanya Javier kesal.
"Aku tahu kamu ketakutan pada anak itu, Javier." kata Luciano menatap datar pada adiknya.
__ADS_1
"Siapa yang takut? Aku bahkan bisa membunuh ayah anak itu. Siapa yang takut? Dia juga akan aku bunuh seperti ayah dan ibunya!" kata Javier meradang mendengar ucapan Luciano yang seperti mengejeknya.
"Hahah! Terlihat jelas kamu takut anak itu akan memburumu. Tapi tenang saja, aku akan lebih dulu memburunya dan mencincang-cincang tubuhnya seperti daging giling. Bila perlu dia akan aku panggang di pemanggangan di belakang rumah ini." kata Luciano.
"Apa?! Hahah!"
"Jangan remehkan kemampuanku Javier!"
"Aku tidak meremehkan kemampuanmu. Hanya saja, lakukan apa yang kamu katakan itu Luciano! Sekarang bukan saatnya bersenang-senang, dia sudah mengintai kita. Bahkan selalu lolos dari semua seranganku." kata Javier dengan wajah berubah tegang dan dingin.
Wajah yang selama ini di takuti oleh semua anak bauahnya dan juga orang-orang yang dia ancam di parlemen pemerintahan. Luciano tercekat dengan wajah adiknya yang berubah dingin dan mencekam. Dia baru tahu jika wajah Javier bisa berubah sangat menyeramkan jika sedang marah.
"Baiklah, aku akan melakukan apa yang kamu katakan. Menculik teman laki-laki itu Javier." kata Luciano.
"Bagus. Aku tunggu dia di hadapanku Luciano, jangan membuatku marah." kata Javier.
Setelah berkata seperti itu, Javier keluar dari ruangan. Meninggalkan kakaknya yang masih terpaku dengan ancaman adiknya. Luciano menghela nafas panjang, dia menyesap cerutunya lagi lalu keluar dari ruangan tersebut.
_
"Lee, aku merasa kamu sedang di awasi oleh orang-orang suruhan Javier." kata Dave.
"Benarkah? Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Lee.
"Apa sebaiknya kamu waspada saja." kata Dave.
"Bagaimana jika aku mengumpankan diri masuk ke markas Javiet. Kurasa dia pasti sudah menunggumu Dave untuk membunuhmu." kata Lee.
Dave tampak berpikir, memang selama beberapa hari ada seseorang yang selalu mengawasi mereka. Bahkan ketika mereka datang ke perusahaan milik Alehandro yang sekarang di pimpin oleh Mateo, ada yang selalu memperhatikan mereka.
Jadi kemungkinan ada yang di cari kelemahan Dave. Dave menghela nafas panjang, dia tidak mau Lee yang di umpankan pada Javier. Tapi, jika tidak begitu kapan dia akan berhadapan langsung dengan Javier.
__ADS_1
Perlu pemikiran yang matang, Lee harus selamat jika memang dia masuk ke dalam jebakan Javier. Dia juga harus memikirkan bagaimana bisa menyerang Black Jack dan Javier.
"Lee, kamu ingat dengan orang-orang yang menyerangku di pemakaman waktu itu?" tanya Dave.
"Kelompok Dark Wolf?"
"Ya, kelompok itu. Aku ingin mendekati mereka." kata Dave.
"Untuk apa Dave?"
"Aku punya rencana lain. Kemungkinan rencanaku ini akan berdampak besar, sesuatu pertempuran yang sangat besar. Tapi ini akan menyekesaikan semuanya, pasti akan ada banyak korban." kata Dave.
Lee berpikir apa yang di maksud dengan ucapan Dave. Tapi memang berbahaya jika tidak merencanakan lebih dulu. Saat ini, dia yang sedang di incar oleh Javier.
"Apa tuan Mateo tahu rencanamu itu Dave? Bukankah berbahaya menemui kelompok Dark Wolf sendirian." kata Lee.
"Tidak. Aku yakin mereka akan menerimaku, dan juga bisa membantuku juga Lion King." kata Dave dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, aku bisa menunggu kamu masuk dan menemui kelompok Dark Wolf. Dan aku akan berhati-hati dengan anak buah Javier dan Black Jack." kata Lee.
"Ya, itu lebih baik. Mungkin besok aku akan ke markas mereka." kata Dave.
Percakapan keduanya terhenti dengan kedatangan Luca dan Fernandez. Lee ingin memberitahu rencana Dave itu, tapi di cegah oleh Dave. Karena dia ingin bergerak sendiri untuk menghadapi Dark Wolf.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1