Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
62. Duel Dave Dan Liugi


__ADS_3

Dave sedang menikmati kopi capucinonya, menyeruputnya pelan karena masih panas. Dia diam duduk di kursinya sendirian, menatap langit-langit gelap di malam hari. Di tariknya nafas dalam-dalam, ingat sewaktu masa kecil keluarganya masih ada.


Meski dulu dia sering bertengkar dengan kakaknya, Caroline. Tapi jika mengingat jeritan pilu dan meminta tolong serta memohon pada anak buah Javier agar tidak menyetubuhinya, membuatnya sangat pilu.


Dia di beritahu oleh Mateo, jika waktu itu yang membantu Javier balas dendam karena kakaknya masuk penjara. Adalah kelompok Black Jack, kelompok yang sekarang sedang berulah lagi karena perintah Javier. Dave harus bertindak untuk mencegah mereka, tapi dia belum punya kewenangan. Karena perintah ada pada Gustavo.


Gustavo mendekati Dave yang sedang duduk menikmati kopi capuchinonya. Dia duduk di samping Dave dan sama membawa secangkir kopi.


"Kamu sedang apa Dave?" tanya Gustavo menyeruput kopinya.


"Hanya bersantai saja, aku juga butuh santai kan?" kata Dave.


"Ya, benar. Kamu dan bukan hanya kamu, semua juga butuh hari yang santai. Tapi masalahnya kehidupan kita memang berbeda, harus di persiapkan untuk berjaga-jaga dan waspada agar musuh tidak seenaknya menyerang kita." kata Gustavo.


"Ya, benar. Tapi aku selalu waspada, Gustavo. Bahkan jika Javier ada di hadapanku secara mendadak juga aku selalu siap." kata Dave.


"Kamu ternyata memendam keinginan membunub Javier?"


"Bahkan aku ingin menyeretnya sampai ke liang lahat dan papa serta mamaku menyaksikan dia menjerit minta tolong." kata Dave.


"Luka di hatimu begitu dalam Dave, sampai rasa dendam itu semakin kuat kamu pendam di hatimu."


"Karena aku merasa bersalah, tidak bisa menolong mereka. Aku seorang pengecut yang hanya sanggup bersembunyi dari mereka." kata Dave, matanya menerawang jauh ke depan.


Gustavo tahu Dave sedang sedih memikirkan keluarganya dulu. Ingatan Dave sangat jelas tentang pembantaian waktu itu. Hingga setiap kali duduk sendirian, dia akan merasa bersedih bahkan marah sekaligus.


Kopi capuchinonya di seruput kembali, Gustavo melihat Dave kembali seperti semula. Dia pun mengutarakan maksudnya yang sejak tadi dia simpan agar tidak mengganggu waktu Dave bersedih.


"Kamu tahu jika Black Jack yang dulu membantu Javier membunuh keluargamu Dave?" tanya Gustavo.


"Ya, paman Mateo dan paman Luca yang memberitahu. Dan sekarang mereka beraksi lagi." kata Dave.


"Hmm, ya. Mereka beraksi lagi dengan perintah Javier." ucap Gustavo.


"Lalu, apa kita akan melawan mereka?"


"Tidak. Belum saatnya, ada yang lebih penting yang harus kita lakukan Dave." ucap Gustavo.


"Apa itu?"


"Mengunjungi Liugi."


"Siapa dia?"


"Salah satu anak buah Black Jack, Gennaro yang keluar dari Black Jack karena ada perselisihan antara Gennaro dan Liugi. Jadi Liugi itu membuat kelompok sendiri. Tuan Hugo meminta agar dia kita mendekatinya dan bergabung dengan Lion King." kata Gustavo.

__ADS_1


"Hmm, bisa juga."


"Besok aku, kamu dan Lee pergi ke tempatnya."


"Apa tidak berbahaya?"


"Kurasa tidak jika kita datang dengan baik-baik."


"Baiklah, aku siap untuk menemuinya."


"Oke, sekarang kita tidur Dave."


"Tunggu sebentar lagi."


"Baiklah, aku pergi lebih dulu."


"Ya."


Sepeninggal Gustavo, Dave kembali merenung. Kini dia mengenang Fabio, di mana kedua anaknya itu ya? Marline dan Lolita, apakah mereka juga di bunuh?


_


Setelah ketiga orang telah merangkai pemeriksaan oleh anak buah Liugi, Dave, Gustavo dan juga Lee bertemu dengan Liugi. Mereka kini ada di sebuab ruangan besar yang berukuran sepuluh kali sepuluh meter persegi.


Sebuah ruangan yang memang khusus untuk berlatih anak buah Liugi. Dia tahu Gustavo adalah ketua Lion King, dan dua orang lainnya dia tidak tahu siapa. Matanya menatap tajam satu persatu pada Dave dan Lee.


"Aku memintamu bergabung dengan Lion King, Liugi." jawab Gustavo dengan tenang.


"Hahah! Kamu seolah percaya diri jika aku akan mau bergabung dengan kelompokmu." kata Liugi dengan seringainya.


"Aku yakin kamu mau bergabung dengan Lion King." ucap Gustavo.


"Apa alasanmu memintaku untuk bergabung dengan Lion King?"


"Karena kamu tidak sejalan dengan Black Jack, mereka membuat kerusushan di tengah kota. Kupikir itu bukan sikapmu yang membiarkan mereka berbuat seenaknya. Kami juga tidak suka dengan Black Jack yang bertindak seperti itu." kata Gustavo.


Liugi diam, dia menatap tajam sekali lagi pada Gustavo dan beralih pada Dave. Mendengus kasar dan mengambil pedang yang ada di sampingnya.


"Kamu kalahkan dulu aku, Gustavo." kata Liugi.


"Tidak masalah, aku bisa mengalahkanmu Liugi."


"Hahah! Tapi sayangnya bukan kamu yang akan berduel denganku." kata Liugi lagi.


"Lalu, dengan siapa?" melirik ke arah Lee dan Dave.

__ADS_1


"Dia!"


Dave yang di tunjuk oleh Liugi diam, tapi senyumnya mengembang. Dia pun mengangguk cepat.


"Anda mau berduel danganku tuan Liugi." kata Dave.


"Ya, kita akan berduel. Jika kamu bisa mengalahkanku di lima ronde, di tambah dua kali menggunakan pedang. Maka, aku akan siap masuk dan bergabung dengan Lion King." kata Liugi.


"Baik, aku siap menghadapi anda tuan Liugi."


Bersiaplah tuan pirang!"


Kemudian, Dave pun mengambil kuda-kuda. Berdiri di tengah lapang dengan pasang kuda-kuda. Liugi pun maju, dia juga bersiap pasang kuda-kuda. Gustavo memberi kode pada keduanya kalau dirinya jadi wasit dari duel tersebut.


"Mulai!"


Dave mulai menyerang, Liugi menghindar. Beberapa kali tendangan Liugi mengenai lantai karena Dave cepat menghindar. Dav kini mencampur gerakan kungfu dan karate, Liugi tampak bingung. Namun dia bersiap dan hati-hati.


Duel itu sudah memasuki ronde ketiga, tampak Dave dan Liugi masih seimbang kekuatannya. Sampai pada ronde keempat, Dave berusaha tenang dan dia harus mengalahkan Liugi.


"Hiat! bug! Prak!"


"Set! Set! Set! Krak!"


"Aaah, sssh!"


Brak!


Liugi tersungkur, matanya menatap tajam pada Dave. Dia tidak menyangka akan kalah oleh Dave. Tapi satu kali duel dengan menggunakan pedang. Lee mengambil pedang dan di lempar ke arah Dave dan Liugi.


Keduanya dengan cepat saling bertarung dengan pedang. Ke atas dan ke bawah kemudian memutar, mata pedang saling beradu. Dave terdesak. Hingga dia mundur jauh sampai beberapa meter.


Trang! Trang Tring! Klep! Trang!


Set! Trang! Set! Set!


Pedang Dave tepat mengenai leher Liugi, dan Liugi memutar menghindar dari pedang Dave yang mengarah padanya. Tapi Dave berputar, melihat tangan Liugi mengayun. Dia menariknya cepat dan tangan Liugi kemudian menguncinya, tangan satunya secepat kilat mengarahkan pedangnya ke leher Liugi kembali.


Liugi terdiam, dia merasa kalah oleh Dave. Bisa saja dia mengelak, tapi waktunya hanya dua kali kalah. Jadi dia pun keluar dari kuncian Dave dan mendorong Dave ke belakang dengan pelan.


"Baiklah, aku kalah. Aku dan anak buahku siap masuk dan bergabung dengan Lion King." ucap Liugi sambil membungkuk pada Dave yang bisa mengalahkannya duel.


_


_

__ADS_1


_


********************


__ADS_2