
Rombongan mobil datang ke markas Black Jack di Sesilia. Mobil-mobil itu memang milik kelompok Lion King yang akan menyerang markas Black Jack sekaligus menyelamatkan Lee dari sekapan Luciano.
"Apa kita akan benar-benar menyerang markas Black Jack?" tanya anak buah Gustavo.
"Ya, kita akan menyerang markas Black Jack. Memang kenapa? Apa kamu takut?" tanya Gustavo.
"Tidak. Ini sepertinya tuan Fernandez tidak mengatakan akan menyerang markas Black Jack." kata anak buahnya itu.
"Memang benar, kemarin rencana berubah oleh Dave. Dia sendiri yang merubah rencananya. Dan kukira akan ada dua pertarungan hebat nantinya." kata Gustavo.
"Hmm, bagaimana dengan tuan Lee. Apa dia baik-baik saja?"
"Tidak mungkin Lee baik-baik saja, tapi semoga dia masih hidup dan kita bisa menyelamatkannya dengan cepat." kata Gustavo.
"Kasihan sekali tuan Lee."
"Ya, dia teman yang sangat setia dan baik. Mau membantu sampai dia mau di tangkap oleh Luciano."
Percakapan mereka pun terhenti, karena di depan ada pemeriksaan dari anak buah Luciano. Patroli dari jauh yang di kerahkan Luciano, tak membuat Gustavo gentar. Satu orang maju yang di anggap tangguh itu, mendekat pada mobil Gustavo dan menodongkan senjata laras panjang.
"Keluar kalian!" teriaknya.
Tiga mobil yang di hentikan oleh anak buah Luciano itu semuanya keluar. Gustavo membawa anak buah begitu banyak dalam mobil, dengan senjata dan kemampuan mereka yang sangat handal. Orang-orang terpilih Gustavo, mereka menyerang terdepan agar bisa masuk menembus penjagaan anak buah Luciano.
"Mau apa kamu?" tanya Gustavo dengan tenang.
"Kalian kelompok Lion King?! Tidak boleh masuk ke dalam wilayah kami!" teriaknya lagi.
Tanpa aba-aba lagi, semua orang-orang yang mrnghadang dan menghentikan mobil-mobil Gustavo dan anak buahnya kini mereka bergerak cepat. Perkelahian pun terjadi di tengah jalan itu, orang-orang yang lewat tampak ketakutan dan lewat begitu saja menghindari pertarungan itu.
Gustavo melihat peluang untuk pergi dan melanjutkan menuju markas Black Jack. Dia dan anak buah lainnya segera melajukan mobilnya, sedangkan yang lain menghadang anak buah Balck Jack itu hingga banyak sekali pertumpahan darah dari orang-orang yang berkelahi.
__ADS_1
"Apa kamu sudah menuju markas?" tanya Gustavo pada anak buahnya yang lebih dulu masuk dan tanpa di ketahui oleh kelompok Black Jack.
"Sudah tuan, kami tinggal menunggu anda di sini." kata anak buah Gustavo.
"Bagus, kamu awasi mereka di sana. Cari jalan untuk menyelamatkan Lee." kata Gustavo memerintahkan anak buahnya.
"Baik tuan."
Sambungan terputus, Gustavo dan anak buahnya yang baru datang segera menuju markas Black Jack yang di jaga ketat oleh anak buah Luciano. Sedangkan akan menyusul lagi anak buah Fernandez yang akan membantu Gustavo.
Malam itu, benar-benar wilayah markas Black Jack di wilayah Sesilia sangat mencekam. Penduduk di sana tidak mengira jika akan ada penyerangan ke markas Black Jack itu. Malam yang panjang bagi mereka yang akan bertarung dengan segenap tenaga dan juga otak mereka bekerja keras.
Satu jam perjalanan menuju markas Black Jack, Gustavo terus memantau anak buahnya berada di dekat markas. Dia juga memerintahkan terus untuk menyelamatkan Lee, dia berharap Lee masih bisa di selamatkan.
"Tuan, Luciano menyangka yang datang menuju markasnya itu adalah tuan Dave. Apa kira-kira yang dia pikirkan ternyata anda yang datang." kata Leon anak buah Gustavo.
"Itu lebih baik, karena dia tidak akan menyangka rencana kita adalah hal yang bagus." kata Gustavo.
"Ya, anak buah tuan Fernandez dan juga anak buah Liugi sedang bergerak membantu kita dengan helikopter." kata Gustavo.
"Hmm, menarik juga. Nanti akan ada pertarungan yang sangat mencekam. Saya tidak sabar juga melihat semuanya." ucap Leon.
"Jangan pikirkan itu. Kita harus cepat menyerang Luciano sebelum dia kembali menyiksa Lee lagi. Aku tahu Luciano itu hanya bermulut besar, jika bukan karena kekuatan uang dan dia mempunyai pabrik senjata. Dia akan di campakkan oleh adiknya itu." kata Gustavo.
Kini mereka sudah memasuki daerah kekuasaan Black Jack. Semua penjagaan sangat ketat, di depan gerbang memasuki daerah mereka memeriksa setiap mobil yang lewat. Gustavo sedang berpikir bagaimana mereka bisa masuk dengan tidak menimbulkan keributan lebih dulu sebelum mereka masuk ke dalam markas Black Jack.
"Bagaimana ini tuan Gustavo? Mereka menjaga dengan ketat sekali." kata Leon.
"Tenanglah Leon, kita pasti bisa masuk kesana." kata Gustavo memperhatikan setiap mobil yang lewat di periksa satu persatu.
Sepuluh menit mobil merayap menuju gerbang markas Black Jack di periksa satu persatu. Gustavo pun berpikir, dia lalu menghubungi semua mobil yang berhasil masuk namun masih tertahan di belakangnya juga menunggu giliran di periksa.
__ADS_1
"Kalian sudah siap semua?"
"Siap tuan!"
"Bagus, jika mereka masih memaksa dan berbelit-belit kita serang saja.".
"Baik tuan! Dan di belakang anak buah dari tuan Fernandez berhasil masuk menyusul kita."
"Baguslah, kita akan bergerak cepat menuju markas utama mereka."
Setelah memberi tahu anak buahnya, kini giliran Gustavo mobilnya di periksa. Mereka memeriksa dengan teliti, menatap tajam pada Gustavo yang bersikap tenang.
"Kamu kelompok Lion King ya?!" tanya penjaga itu dengan membentak.
Gustavo menatap tajam balik penjaga itu, tapi tiba-tiba dia pun di pukul keras. Membuat semua bereaksi dan ingin menyerang. Dan terjadilah mereka semua berkelahi satu lawan satu. Gustavo pun demikian, dia berduel dengan penjaga yang tadi bertanya kasar padanya.
"Hiaat! Cah! Set! Set!"
Bug! Bug! Krak! Set! Hup! Hup!
"Aaaargh! Kurang ajar! Hiaaat!"
Pertarungan demi pertarungan terus berlangsung, bantuan anak buah Black Jack pun segera datang dan menyerang anak buah Lion King dan juga Gustavo. Orang-orang Gustavo yang masih berada tidak jauh pun ikut membantu melawan anak buah Black Jack.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1