Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
26. Berlatih


__ADS_3

Kini Dave berada di Makau lagi. Dia berada di rumah Chen, pelatih menembak Dave dan juga pelatih mengendarai mobil. Fernandez benar-benar akan menggunakan Dave sebagai bodyguardnya kemana pun dia pergi nantinya. Dia suka cara Dave menawarkan diri, berarti dia siap dengan segala resiko yang akan dia hadapi nantinya.


Selama lima belas hari, Dave belajar menembak dan juga mengendarai mobil. Dia beruntung sekali di ajarkan dua kemampuan yang selama ini ingin sekali dia pelajari. Meski mengendarai mobil sudah bisa dia pelajari, namun mengendarai berbagai kendaraan dan juga berkendara dengan cepat belum bisa dia lakukan.


Hanya di beri waktu lima belas hari, Dave belajar. Dan dia sudah bisa mrnembak dengan benar. Karena Fernandez akan pergi ke Meksiko, di mana negara itu adalah tempat kelahirannya. Dan Dave akan di ikut sertakan. Setelah itu kembali lagi ke Makau, menjalankan bisnis kasinonya.


Dave baru tahu kalau Fernandez punya banyak bisnis. Yang dia tahu itu kasino di Makau, di Meksiko juga ada. Tapi yang terbesar adalah di Las Vegas. Dia juga punya saham klub sepak bola di sana dan juga saham klub sepak bola di Italia, meski sedikit.


Tapi dia berencana akan membeli saham terbesar milik klub raksasa di Italia, hanya saja sangat susah sekali mendapatkannya. Fernandez juga punya perusahaan minuman beralkohol, semua produknya dia distribusikan ke seluruh negara di mana ada bisnis kasino serta klub malam yang terkenal. Benar-benar pebisnis sejati, tapi saingan bisnisnya juga banyak dan mengincarnya. Begitulah kata pelatih menembak Dave.


"Apa dia sudah bisa di lepas?" tanya Fernandez pada pelatih menembak Dave bernama Chen.


"Saya rasa sudah tuan, dia sangat cepat menerima pengarahan dari saya. Dan cara berkendara dengan menembak pun sudah tepat sasaran. Mungkin jika pertama kali terjadi pengejaran mobil tuan, dia akan kaget. Tapi istingnya kuat dan otaknya bekerja dengan cepat." kata Chen, pelatih menembak Dave.


"Hmm, sangat di andalkan. Biasanya kamu selalu memberi laporan kurang aku sukai. Tapi dia sangat di andalkan sepertinya." kata Fernandez lagi.


"Benat tuan, dia bisa anda andalkan dalam melindungi anda nanti." kata Chen.


"Oke, kalau begitu besok malam aku akan pergi ke Meksiko lalu berlanjut ke Las Vegas." kata Fernandez.


"Iya, bawalah dia. Anggap saja sebagai ujian pertama untuknya." kata Chen lagi.


"Ya, katakan pada Pedro untuk mengawasi kasinoku. Kelompok Hwua Cheng sepertinya sedang mengincar kasinoku di Makau. Aku akan kesana besok pagi." kata Fernandez.


"Ya tuan."


Fernandez pun pergi dari rumah Chen, dia melihat Dave sangat gigih menembak sasaran yang di pasang dengan jarak jauh. Perkembangan Dave sangat pesat, itu menurut Chen dan memang bisa di andalkan. Fernandez pun tersenyum puas melihat kemajuan pada latihan Dave.

__ADS_1


_


Dave kini benar-benar siap menjadi bodyguard Fernandez Hugo. Dia akan mendampingi Fernandez kemana pun Fernandez pergi. Dan Dave harus siap, dan ujian pertama yang akan dia lakukan adalah pergi ke kasino di Makau, besok malamnya dia akan ikut Fernandez ke Meksiko dan ke Las Vegas. Seperti apa yang sudah di jadwalkan sebelumnya.


Dave belum tahu jadwal kegiatan Fernandez, dia pikir akan menetap lama di Makau. Tapi jadwal bos barunya itu bisa berubah kapan saja, yang jelas dia selalu akan mengikuti kemana Fernandez pergi.


"Kita akan ke Makau Dave, pergi ke kasino milikku." kata Fernandez.


"Iya tuan." kata Dave menunduk hormat.


"Sekarang kamu istirahat, besok pagi kamu harus sudah ada di rumahku." kata Fernandez.


"Baik tuan."


Fernandez pun pergi meninggalkan Dave yang berada di tempat latihan menembak. Sampai malam hari Dave masih terus berlatih menembak, besok adalah hari pertama dia menjadi bodyguard Fernandez Hugo.


"Iya tuan Chen. Emm, oh ya. Apa saya boleh pinjam uang tuan Chen?" tanya Dave ragu.


"Untuk apa uang Dave?" tanya Chen.


"Saya ingin mengirimkannya pada seseorang, lima ratus dolar pun tidak mengapa." kata Dave.


"Baiklah, apa kamu punya rekening?" tanya Chen.


"Tidak, saya tidak punya rekening. Tapi bisakah di kirim melalui layanan jasa kirim uang saja?"


"Kemana?"

__ADS_1


Dave lalu mengambil kertas yang dia bawa di kantongnya. Alamat kakek Qin, ya. Dia akan mengirim uang pada kakek Qin, agar kakek itu tidak merasa kekurangan uang untuk kebutuhan hidupnya.


"Kesini tuan, bisakah kirim uangnya ke alamat ini?" tanya Dave menunjuk sebuah alamat kakek Qin.


"Oh, oke. Kamu sebut saja nama orang yang kamu kirimi uang."


"Namanya kakek Qin, dia laki-laki tua hidupnya sebatang kara. Saya pernah di tolong olehnya sebelum saya bekerja dengan tuan Fernandez." kata Dave.


"Baiklah, nanti aku kirim lima ratus dolar ke alamat itu." ucap Chen.


"Terima kasih sebelumnya, nanti saya ganti uangnya setelah dapat gaji pertama nanti." ujar Dave lagi.


"Tidak masalah, itu aku beri sebagai hadiah untukmu. Karena kamu sangat bersemangat belajar menembak."


"Terima kasih tuan Chen."


Dave lalu pergi ke ruang ganti bajunya. Memang selama berlatih menembak, Dave tinggal di rumah Chen. Dan besok dia akan ikut dengan Fernandez ke Makau. Apa pun akan Dave lakukan untuk memudahkan dirinya membalas dendam.


Dave masuk ke dalam kamarnya dan segera mandi dengan air hangat. Baru setelah itu makan malam dan selanjutnya akan beristirahat untuk persiapan besok.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2