
Suasana ramai dan glamor di kota Monterey, di mana pusat bisnis kasino terbesar di negara Meksiko. Banyak gedung-gedung di jadikan usaha dan bisnis kasino. Tidak hanya permainan mesin slot, main kartu, bakarat. Tapi juga beberapa kasino juga membuat bisnis kasinonya itu untuk berjudi.
Banyak kasino-kasino besar di Monterey, Meksiko juga ada bisnis gelap seperti perdagangan narkoba juga ada gadis-gadis yang di datangkan dari negara tetangga untuk di jadikan wanita panggilan. Bahkan ada juga yang di perdagangkan.
Biasanya perdagangan manusia, seperti gadis belia di bawah usia dua puluh tahun banyak di minati para pembeli atau peminat. Dan bagi mafia yang sudah bisnisnya besar tanpa tersentuh tangan-tangan polisi, mereka bahkan setiap minggu mengadakan lelang seorang gadis perawan.
Benar-benar kegiatan di luar hak asasi manusia, tapi itulah kenyataan yang terjadi di dunia bisnis mafia selain penyelundupan narkoba. Kasino milik Fernandez juga ada para pegawainya yang menjalankan bisnis narkoba di belakang pengawasan Fernandez. Dia tahu ada beberapa anak buahnya berbisnis narkoba, namun selagi tidak di lakukan di kasinonya Fernandez membiarkan mereka melakukannya.
"Tuan Hugo, pemilik kasino Bridge Royal ingin bertemu dengan anda. Tuan Sanders Miguel." kata pengelola kasino Fernandez, Juan Isaac.
"Oh, tuan Sandres? Mau apa dia?" tanya Fernandez heran.
"Saya tidak tahu tuan, tapi katanya hanya mau minum kopi bersama saja dengan anda di coffe shop Light Three." kata Juan Isaac lagi.
"Hmm, baiklah. Kapan waktunya?"
"Malam ini jam delapan malam."
"Oke, aku akan datang kesana." kata Fernandez.
"Baik tuan Hugo, nanti saya sampaikan pada asistennya tuan Sandres Miguel."
"Oh ya, Juan. Kenalkan dua pengawalku ini, dia Dave dan bermata sipit itu Lee. Kamu mungkin sudah tahu Lee kan? Tapi Dave belum berkenalan denganmu." kata Fernandez menunjuk Dave pada Juan Isaac.
"Ya tuan."
Dave pun membungkuk hormat pada Juan Isaac, Begitu juga Lee. Juan Isaac pun hanya tersenyum saja, lalu dia pergi setelah laporannya mengenai Sanders Miguel yang meminta bertemu selesai. Fernandez pun menyulutkan cerutunya lalu menghisapnya dan menghembuskannya ke atas.
"Dave, kamu tahu Sanders Miguel?" tanya Fernandez pada Dave.
"Tidak tuan, memangnya kenapa?" kata Dave.
"Dia itu yang punya kasino terbesar di Meksiko, bisnisnya juga banyak. Tapi lebih banyak bisnis narkoba. Dia kenal Javier Morrata dari Italia, bahkan mereka berdua sudah bekerja sama dalam perdagangan gadis belia." kata Fernandez.
__ADS_1
Membuat Dave pun diam, dia mengepalkan tangannya kuat. Jadi memang benar bisnis Javier bukan hanya narkoba dan menguasai sistem parlemen di negara pizza itu, tapi juga menjual gadis-gadis belia. Wajah Dave tegang, Lee memperhatikan perubahan wajah Dave dan tangannya yang mengepal kuat.
Dia heran, Dave selalu saja seperti itu jika ada cerita tentang Javier. Ada apakah dengan Dave? Namun Lee diam saja, dia pura-pura tidak tahu tentang perubahan Dave itu.
"Dave, kamu pasti mendengar dan tahu siapa Javier itu." kata Fernandez.
"Saya baru mendengar nama Javier tuan. Memang dia siapa," tanya Dave pura-pura tidak tahu.
"Hahah, memang benar. Kamu itu baru masuk ke dunia mafia setelah aku rekrut. Dan itu karena kamu yang memintanya, entah kenapa pemuda sepertimu mau menjadi bodyguard mafia sepertiku Dave. Apa kamu punya dendam masa lalu pada seseorang?" tanya Fernandez membuat Dave diam membisu.
Selama lima menit Dave diam, Fernandez jadi heran. Dia bukannya tidak tahu memang dia tahu Dave dari negara Jerman. Itu yang di katakannya ketika pertama kali di tanya, namun dia tahu Dave mempunyai dendam pada seseorang di masa lalunya.
"Dave, kamu tenang saja. Aku tidak akan mencari tahu lebih jauh siapa dirimu. Tapi yang jelas, aku percaya kamu tidak akan menghianatiku karena masa lalumu itu." jata Fernandez lagi.
Dave masih diam, dia belum mau bercerita apa pun. Meski pun tahu sepertinya Fernandez tidak setuju dengan bisnis perdagangan seorang gadis yang di lakukan oleh Sanders Miguel dan Javier Morrata. Fernandez menghisap lagi cerutunya lalu menghembuskannya ke udara, membuat ruang yang di gunakan sebagai kantor Fernandez jika berada di Meksiko menjadi penuh dengan asap cerutu karena dia menghisap dengan mepulkannya lagi ke udara beberapa kali.
_
Karena pengaruh dia di wilayah Monterey sangat kuat. Apa lagi ketika sedang pemilihan presiden, maka dia akan membebaskan para pemilih yang dia dukung calon presidennya.
"Itu dia Sanders Miguel, dia hanya datang dengan para bodyguardnya saja." ucap Fernandez pada Lee dan Dave yang berdiri di belakangnya.
"Dia terlihat angkuh tuan." kata Lee menanggapi ucapan Hugo.
"Ya, memang dia seperti itu. Dia juga sangat arogan pada anak buahnya. Banyak sekali anak buahnya yang dia bunuh gara-gara kesalahan kecil." kata Fernandez.
"Selamat malam tuan Hugo." sapa Sanders ketika dia sampai di depan Fernandez.
"Malam juga tuan Sanders. Silakan duduk." kata Fernandez.
"Hahah, ini yang aku suka dari tuan Hugo. Keramahan dan ketepatan waktu anda meski aku yang mengundang anda. Hahah!" ucap Sanders Miguel sambil tertawa.
"Karena saya lebih suka menunggu dari pada di tunggu tuan Miguel." ucap Fernandez dengan senyumnya.
__ADS_1
"Emm, baiklah. Malam ini kita hanya bersantai saja, tapi aku akan memperkenalkan anda pada seseorang yang sebentar lagi dia akan datang." kata Sanders Miguel.
"Oh, benarkah? Siapa dia? Apa saya mengenalnya?" tanya Fernandez.
"Anda pasti tahu, dia satu negara dengan anda tuan Hugo dalam berbisnis."
"Orang Italia?"
"Benar sekali tuan Hugo. Hahah, anda pasti sudah tahu apa yang akan aku bicarakan dan siapa yang akan aku ajak bekerja sama." kata Sanders Miguel.
Fernandez hanya tersenyum tipis sedangkan di belakang Fernandez, Dave kembali mengepalkan tangannya. Dia menebak pasti yang akan datang itu adalah Javier Morrata. Lama Dave memburu dadanya karena menahan amarah, tapi kini dia menghembuskan nafasnya untuk menenangkan hati dan pikirannya Agar tidak di curigai nantinya.
Benar saja, seorang berpenampilan santai dan memakai baju bermotif bunga berwarna cerah berjalan dengan gaya flamboyannya. Dan dj belakangnya empat orang pengawalnya. Tak lupa Paolo, asisten Javier selalu menyertainya di belakang dan membawa tas Javier.
Dave menatap tajam ke arah Javier yang tersenyum lebar dengan berjalan menuju meja Fernandez dan Sanders Miguel. Kembali tangan Dave mengepal, ingin dia menyerang Javier saat itu juga. Tapi dia masih memikirkan bagaimana selanjutnya, karena pastinya dia tidak akan di biarkan begitu saja.
Inilah pertemuan pertama Dave dengan Javier setelah peristiwa pembantaian itu. Javier tidak menyadari kalau dirinya sedang dj tatap tajam oleh Dave. Mata Dave beralih dan menunduk ketika Paolo menyadari kalau bosnya itu di tatap oleh bodyguard Fernandez.
"Selamat malam tuan Hugo, tuan Miguel." sapa Javier langsung duduk di bangku kosong.
"Malam juga tuan Javier, anda sepertinya awet muda." kata Fernandez berbasa basi.
"Hahah! Ini karena saya tidak pernah memikirkan apa pun selain bisnis dan wanita. Hahahah!"
Percakapan terus berlanjut, tanpa Javier sadari kalau sejak tadi Dave memperhatikannya dengan tatapan tajamnya. Dan tanpa Dave sadari juga, kalau dia sedang di perhatikan oleh Paolo. Keduanya menatap objek berbeda dengan saling curiga dan dendam.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1