Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
54. Berita Menggemparkan


__ADS_3

Luca sudah memasuki situs kantor berita online dan juga berita elektronik. Dia mengirimkan video tersebut. Langkah selanjutnya berita online dia buat dengan narasi yang menyudutkan pemilik perusahaan yang sekarang. Gudang dan pabrik di jadikan pabrik pembuatan serbuk narkoba.


Hingga malam Luca membuat narasi dan membuat orang-orang penasaran dan langsung mencari videonya. Dia mengirim video itu ke beberapa situs penting yang sering di kunjungi.


"Selesai sudah, besok akan terjadi kegaduhan berita di media." ujar Luca.


Dia tersenyum puas, waktunya tinggal beberapa jam lagi berita itu di luncurkan ke publik. Kini Luca pergi ke kamarnya setelah dia merapikan komputer dan mematikannya. Saatnya istirahat setelah dua hari dia tidak beristirahat dengan baik.


Sementara itu, di kantor berita. Malam hari pukul dua dini hari waktu setempat, pegawai yang sedang lembur memantau semua berita yang akan di luncurkan untuk besok pagi. Ada notif masuk dan segera terbuka sendiri.


Dia melihat video dan juga judul berita di sana, tampak jelas dan tegas bahwa ada penyelundupan narkoba di pabrik yang ternyata itu adalah gudang sebuah perusahaan. Pegawai menekan tombol putar pada video tersebut, dia tidak tahu jika tombol putar itu adalah penyebaran berita ke seluruh media.


Luca mengaturnya seperti itu, dengan serius pegawai yang sedang lembur itu memperhatikan video tersebut. Lamanya menit berlangsung dia melihat video tersebut, maka beberapa situs sudah di masuki video pengemasan narkoba ke dalam petikemas.


"Waah, ini berita panas. Ternyata gudang perusahaan milik tuan Javier di gunakan untuk gudang pembuatan narkoba juga pengirimannya. Ck ck ck, benar-benar berita panas." kata pegawai itu.


"Ada apa?" tanya temannya yang baru datang.


"Lihatlah video itu, kamu akan terkejut melihat isi video tersebut." kata pegawai itu.


Lalu dia memencet tombol on melihat video yang masih terpampang di monitor. Dia memperhatikan video tersebut, saling pandang dengan temannya itu lalu menggelengkan kepalanya.


"Apa kita lempar ke berita utama?" tanyanya.


"Kita harus melaporkan lebih dulu pada pimpinan redaksi. Kita tidak bisa melepas berita panas ini lebih dulu sebelum pimpinan redaksi mengetahuinya." katanya.


"Benar sekali, besok kita laporkan pada pimpinan. Sebaiknya kita letakkan di mana video itu dan lihatlah, sudah ada narasinya juga. Jadi kita tinggal menjelaskan saja." kata temannya.


"Ya benar."

__ADS_1


Baru saja diskusi mereka selesai, ponsel temannya berbunyi. Terlihat nama pimpinan redaksi, mereka saling pandang. Heran, kenapa pimpinan mereka menelepon?


"Halo?"


"Kalian dapat berita tentang perusahaan tuan Javier?" tanya pimpinan redaksi.


"Iya tuan."


"Kamu kirim ke email saya, ada berita online yang saya baca dengan videonya. Kalian tahu?"


"Iya, saya dapat berita itu entah dari mana. Tapi kupikir hanya situs kita saja yang dapat, ternyata ada juga yang mendapatkan berita itu."


"Kamu kirim ke emailku, lalu kamu buat narasi lagi. Terus sebarkan videonya, sertakan narasi yang kamu buat. Besok pagi akan kita siarkan ke televisi." katanya memberi perintah.


"Baiklah tuan. Kami akan menyebarkannya melalui media online." katanya.


Sambungan teleponpun terputus, keduanya senang ternyata pimpinannya sudah memberi sinyal kalau berita dan video itu segera di luncurkan.


Lalu kedua wartawan itu pun segera membuat narasi baru memperjelas agar berita itu jadi lebih heboh.


Beberapa jam berita di luncurkan, semua nampak memberitakan video tersebut. Hingga waktu pagi menjelang, berita terus semakin hangat di bicarakan. Beberapa orang sudah mulai bertanya-tanya kenapa bisa perusahaan besar itu di jadikan gudan dan pabrik pembuatan narkoba serta pengirimannya ke petikemas.


Sementara itu, di markas Javier bagian IT telah meretas dan ingin menghapus berita tersebut. Dia mencoba mengirim virus agar berita itu biaa di back up dan tidak menyebar. Tapi ternyata semua layanan media ternyata sudah menerima video dan berita tersebut, jadi mereka kesuaahan untuk menghalau dan menghapus videonya.


"Bagaimana ini, tuan Javier pasti marah dengan berita itu." kata bagian IT Javier di markasnya.


"Kita coba lagi, bagaimana bisa video tersebut biaa tersebar? Apa Luca yang meretas perusahaan itu?" tanya temannya.


"Kurasa bukan. Akun Luca sudah di bekukan semua, dia membuat saja tidak akan bisa masuk ke situs perusahaan. Karena virus yang menjadi penghalau sudah mengenalinya." katanya.

__ADS_1


"Hmm, lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Kita kerjakan dulu, sebisa mungkin semua situs media online jangan sampai menyebarkannya. Kita kirim virusnya kesana, pasti mereka akan kewalahan." katanya.


"Ayo kita coba."


Mereka lalu segera memainkan keyboard dan layar monitor untuk mengirim virus-virus komputer agar berita itu jangan sampai turun ke publik. Secepatnya mereka mengurim virus tersebut.


"Sial, mereka juga menciptakan virus untuk menghalau virus kiriman kita." katanya.


"Kirim virus lainnya, tidak mungkin mereka bisa menghalau virus kita yang lain."


Peperangan IT antar hacker terjadi di dunia maya di belakang layar. Mereka saling serang dan menghantamnya, ada yang bisa di kalahnya dan menghapus video tersebut. Tapu Luca yidak tinggal diam, dia segera mengirim kembali video tersebut.


Dia tahu virus yang di kirim oleh hacker Javier tersebut. Maka dari itu, dia menciptakan virus baru yang kebal oleh serangan dari hacker Javier.


Hingga pagi hari, orang-orang sibuk membicarakan tentang video tersebut. Berita yang langsung mengarah pada perusahaan Javier. Kantor polisi juga sudah menerima video tersebut, namun belum berani bertindak karena pimpinan belum mengintruksikan.


"Waah, ternyata tuan Javier itu bandar narkoba juga. Kurasa dia seorang pebisnis sejati yang bisnisnya ada di mana-mana di seluruh dunia." kata masyarakat yang sudah membaca berita itu.


Haedline berita memang langsung menuju ke perusahaan. Di sana juga di ceritakan apakah perusahaan itu sudah lama mengoperasikan pabriknya untuk pembuatan narkoba.


Dari berbagai kalangan, baik orang sipil, tentara dan juga kalangan bisnis dan usahawan juga membicarakannya. Meraka kini meragukan jika barang-barang yang di luncurkan itu semuanya mengandung narkoba. Begitu berita yang berkembang semakin melenceng, ada yang menambahkan dan juga membuat narasi sendiri untuk menyudutkan perusahaan Javier itu.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2