
Lee dan Liu terkejut Dave keluar dari kamarnya masih dengan baju yang sama ketika membunuh Javier. Dia begitu santai duduk di kursi makan dan bersiap untuk makan sarapan pagi. Lee dan Liu saling pandang, melihat Dave yang tenang dan seperti seorang terlepas dari bebannya.
"Apa kalian tidak mau makan? Ini enak, makanan buatan Martin." kata Dave mengunyah makanannya.
"Dave, kamu masih orang yang sama kan?" tanya Lee ragu.
"Aku orang lain, siapa kalian?!" tanya Dave.
"Dave, setidaknya ganti bajumu sebelum makan. Meskipun tidak mandi, rasanya bau sekali." kata Liu, membuat semua yang di sana tertawa senang.
Mereka akhirnya makan dengan santai, pembicaraan juga tidak menjurus ke hal serius. Hanya saja Dave ingin mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Makau. Entah apa yang ingin di lakukan di Makau, dan itu membuat rasa penasaan Lee juga Liu.
"Mau apa ke Makau Dave?" tanya Lee.
"Aku ingin menemui seseorang dan membebaskan orang-orang yang terperangkap dalam kungkungan seseorang yang tidak bisa keluar sepertiku dulu." jawab Dave.
Masih belum mengerti maksud ucapan Dave, keduanya saling pandang. Namun, Dave belum mau menjelaskan maksudnya mau apa ke Makau.
"Kapan kita pulang ke Italia?" tanya Liu.
"Entah, mungkin besok atau lusa. Terserah Dave, apakah dia mau berlibur lebih dulu di sini." kata Lee melirik ke arah Dave.
"Kita berlibur satu hari, sudah lama tidak pernah berlibur. Bahkan sejak papaku meninggal aku tidak pernah berlibur. Kukira tuan Hugo memakluminya." kata Dave dengan senyum senangnya.
Liu memperhatikan wajah Dave yang berbeda, senyuman itu memang berbeda dari biasanya. Sejak sepuluh tahun lalu, bahkan sejak bertemu dengan Dave. Dia tidak pernah melihat senyum senang dari dalam hati Dave, Liu pun ikut tersenyum. Dia senang bisa melihat Dave begitu senang dengan hidupnya sekarang.
Tapi, apa rencana Dave untuk pergi ke Makau?
_
Hari ini ketiganya berlibur ke pantai, entah kenapa mereka meminta pergi ke pantai. Tidak punya pasangan, hanya para laki-laki dingin dan tidak pernah berbasa basi. Berlibur ke pantai, mencari apa?
__ADS_1
"Kita ke pantai mencari apa Dave?" tanya Lee yang bingung kenapa Dave meminta liburan pergi ke pantai.
Bahkan mereka hanya jalan-jalan saja di pantai, layaknya sepasang kekasih. Tapi mereka adalah mafia-mafia yang tidak mengenal wanita. Bahkan lebih tegas dan garang pada musuh.
"Aku hanya ingin mengenang terakhir kali liburan dengan keluargaku di pantai. Maaf jika keinginanku membuatmu bingung Lee, tapi aku benar-benar ingin mengenang mereka semua." kata Dave lirih.
Lee tertegun, dia merasa bersalah kenapa harus banyak bertanya tentang apa yang di lakukan Dave. Dan kini Lee pun tersenyum dan menepuk pundak Dave pelan.
"Maafkan aku, aku tidak tahu jika kamu sedang mengenang masa liburan terakhirmu dengan keluargamu. Baiklah, ayo kita bermain air. Kurasa itu sangat menyenangkan, kembali menjadi anak kecil yang riang bermain air." kata Lee, berlari meninggalkan Dave.
Dave tersenyum, dia lalu mengejar Lee dan menyipratkan air laut ke arah Lee. Dave dan Lee saling berkejaran. Layaknya anak kecil yang senang akan main air di pantai. Liu hanya melihat mereka saja, dia juga ingat akan masa lalu dengan adiknya yang kini sudah meninggal sejak dia pindah ke Italia.
Liu menghela nafas panjang, memang mengenang masa lalu itu sangat menyakitkan. Apa lagi mengingat orang yang kita sayang dan meninggalkannya itu tidak menyenangkan. Bagi Dave mungkin berat sekali waktu itu, umur sebelas tahun keluarganya di bantai.
Dia tidak bisa menangis setelahnya. Bahkan rasa kemarahannya pada orang yang membunuh keluarganya sangat besar. Di samping itu, perjalanan hidupnya sangat tragis. Lari dari kejaran anak buah Javier, sampai di tempat persembunyian justru dia jadi lebih memprihatinkan. Jadi petarung selama bertahun-tahun, bahkan sampai tidak bisa melihat dunia luar.
"Dave, berbahagialah kamu selanjutnya menjalani hidup." ucap Liu lirih di sela pandangannya ke arah Dave yang sedang bermain air dengan Lee.
Dalam diamnya, Liu di kagetkan dengan suara dering telepon. Mengambil ponselnya dan menjawab sambungan telepon.
"Halo Liu, bagaimana keadaan Dave sekarang?"
"Hmm, dia sekarang berubah jadi anak kecil dengan temannya itu." jawab Liu.
"Oh ya? Kalian berada di mana?" tanya Mateo.
"Di pantai."
Mateo diam sejenak, dia memikirkan kenapa Dave minta liburan ke pantai. Kemudian Mateo tersenyum di balik telepon itu.
"Mateo?"
__ADS_1
"Mungkin tuam Dave sedang mengenang masa kecilnya berlibur di pantai. Itu terakhir kali dia berlibur di pantai dengan keluarganya. Syukurlah, dia sekarang merasa senang."
"Oh, jadi begitu."
"Ya, lalu kapan kalian kembali?"
"Kurasa nanti malam, dan Dave mengatakan dia ingin pergi ke Makau setelah semua beres. Mau apa dia ke Makau?"
"Tentu kamu yang lebih tahu Liu. Apakah ada yang dia pikirkan di sana? Atau ingin berkunjung saja."
"Aku tidak tahu, Dave belum mau membicarakannya padaku maupun pada Lee. Dia baru mau membicarakannya setelah pulang ke Italia katanya." ucap Liu.
"Mungkin mau mendiskusikannya dengan kita semua. Dan juga tuan Hugo ingin bicara tentang perusahaan papanya dengan tuan Dave." kata Mateo.
"Ternyata banyak juga ya, pembicaraan yang membuat orang bertanya-tanya." kata Liu.
"Entahlah, kita tunggu saja setelah kalian pulang ke Italia." kata Mateo.
"Ya, baiklah."
"Baiklah, aku tutup teleponnya. Semoga kalian menikmati liburan di pantai."
"Ya yaya, terima kasih Matoe."
Klik!
Sambungan telepon terputus. Liu meletakkan ponselnya di meja. Dia menyeruput minuman sodanya, kembali memandang Dave dan Lee berenang ke tengah laut.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤